Connect with us

Politik

Pihak OSO Tekankan Munas Hanura III Bukan Abal-abal

Published

on

Bendera Partai Hanura

Geosiar.com, Jakarta – Pendiri partai Hanura merasa gusar saat mengetahui pernyataan kubu Wiranto, Chairuddin Ismail yang mengatakan bahwa musyawarah nasional (Munas) III Partai Hanura di Hotel Sultan, Jakarta, 17-18 Desember lalu abal-abal.

Salah satu Pendiri Hanura, Yus Usman Sumanegara mengaku tidak terima dengan penilaian kubu Wiranto itu lantaran para peserta Munas III Partai Hanura memegang hak suara.

“Yang hadir dalam Munas itu peserta dari DPD 34 Provinsi hadir seluruhnya, punya hak suara. Kemudian dari DPC yang punya hak suara 514, dua komponen itu saja sudah melebihi 90 persen dari pemilik suara yang sah. Kok tiba-tiba disebut abal-abal,” ujar Yus kepada awak media di Kantor DPP Partai Hanura, The City Tower, Jakarta, Senin (23/12/2019).

Tak hanya itu, lanjutnya, Munas III Partai Hanura digelar oleh dewan pimpinan pusat (DPP) yang mendapat legalitas dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, yakni di bawah kepemimpinan Ketua Umum (Ketum) Oesman Sapta Odang (OSO) dan Sekretaris Jenderal Harry Lontung Siregar.

Dirinya menyatakan, bukti legalitas kepengurusan OSO dan Harry Lontung Siregar itu juga berdasarkan amar putusan Mahkamah Agung Nomor: 194K/Tun/2019 Tanggal 13 Mei 2019 tentang penolakan permohonan kasasi yang diwakili Daryatmo dan Sarifuddin Sudding.

“Kalau ada yang ngaku-ngaku Hanura lain itu berarti kan melawan hukum,” tuturnya.