Connect with us

Politik

SBY Restui Soekarwo Jadi Wantimpres

Published

on

Ketua DPD Partai Demokrat Soekarwo dan Ketua Umum Susilo Bambang Yudhoyono dalam pembukaan Rakerda DPD Jatim di Tulungagung, 25 Februari 2018. (Foto: Antara)

Geosiar.com, Jakarta – Ketua Umum Parta Demokrat disebut merestui Soekarwo (Pakde Karwo) untuk melepas jabatan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Jawa Timur dengan melanjutkan karir sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) periode 2019-2024.

“Pakde Karwo kader utama Partai Demokrat. Mendapat tugas panggilan oleh negara. Karena aturan tidak boleh merangkap antara partai dan wantimpres, maka ketum memperbolehkan kader terbaik itu melepas posisi sebagai salah satu pimpinan demokrat di daerah,” tutur Wakil Sekjen Partai Demokrat Andi Arief kepada wartawan, Sabtu (14/12/2019).

Andi mengaku bahwa Soekarwo sudah menyampaikan surat pengunduran dirinya dari jabatan Ketua DPD Demokrat Jawa Timur. Namun, ia enggan menjawab apakah Soekarwo masih berstatus sebagai kader Demokrat.

“(Pakde Karwo) mengundurkan diri dari Ketua DPD (PD) Jatim. Status kader itu tergantung keinginan pribadi, melekat tapi juga nggak bisa dipaksakan. Yang jelas Pakde bukan lagi Ketua DPD Jatim dan bukan Majelis Tinggi Partai,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Andi mengucapkan selamat kepada Soekarwo atas terpilihnya menjadi Wantimpres dan berharap bisa menjalankan tugas dengan baik dalam memberi pertimbangan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Kami berharap Pak De Karwo bisa berkerja dengan baik dalam memberi pertimbangan pada Pak Jokowi (Joko Widodo).” pungkasnya.

Seperti diketahui, Presiden Jokowi resmi melantik sembilan anggota Wantimpres periode 2019-2024. Kesembilan orang itu adalah Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto, Politikus senior Partai Golkar Agung Laksono, Mantan Gubernur Jawa Timur sekaligus mantan Ketua DPD Demokrat Jawa Timur Soekarwo.

Kemudian, Politikus senior PDIP Sidarto Danusubroto, Pemilik Grup Mayapada Dato Sri Tahir, Komisaris Utama PT Mustika Ratu Tbk, Putri Kus Wisnu Wardani, Tokoh Nahdlatul Ulama (NU) Maulana Al-Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya alias Habib Luthfi, Poltikus senior PPP Mardiono, dan pendiri Medco Group Arifin Panigoro.

Politik

Aksi Begal, DPRD Medan : “Pelaku Tembak Ditempat

Published

on

Medan, Geosiar.com – Aksi kejahatan yang masih saja menghantui warga Medan menjadi perhatian serius wakil rakyat. DPRD Medan dorong pihak Kepolisian melakukan tindakan tegas dengan menembak ditempat pelaku kejahatan.

Seperti yang disampaikan Ketua DPRD Medan Hasyim SE dan Wakil Ketua Fraksi NasDem Antonius Tumanggor kepada wartawan di gedung dewan, Rabu (29/1/2020) menyikapi aksi begal belakangan ini. Kedua legislator itu mendorong Polisi melakukan tembak ditempat untuk efek jera.

Ketua DPRD Kota Medan, Hasyim SE minta jajaran Polrestabes Kota Medan agar meningkatkan pengamanan disetiap kawasan Kota Medan untuk meminalisir kejahatan begal yang masih sering terjadi hingga memakan korban meninggal dunia.

“Pengamanan harus ditingkatkan dengan cara melakukan patroli dengan intensif khususunya pada jam-jam rawan dan dilokasi sering terjadinya begal. Patroli harus kontiniu, jangan sesaat saja,” harapnya.

Dikatakan Hasyim asal Politisi PDIP itu, umumnya pelaku begal dan kejahatan sadis dikarenakan mengkonsumsi narkoba yang memang tanpa rasa kasihan melakukan perampasan para korbannya. “Karena sudah kecanduan, berbagai cara mereka lakukan untuk mendapatkan uang membeli narkoba lagi,” paparnya.

Seiring dengan itu, Polisi juga supaya melakukan pemberantasan Narkoba di kota Medan. “Polisi harus dapat memutus mata rantai peredaran narkoba,” pinta Hasyim.

Hasyim menyarankan, pihak kepolisian membuat tim pemberantas narkoba. Sama halnya antisipasi begal supaya rutin dan patroli 24 jam diseluruh sudut Kota Medan sehingga memudahkan pelaku begal untuk ditangkap.

Selain itu, ia juga meminta Pemko Medan untuk mengaktifkan Siskamling yang nyaris tidak berfungsi di Kota Medan. “Jangan hanya pos siskamling nya saja yang dibangun tapi tidak ada petugasnya. Ini harus diaktifkan. Masyarakat harus dilindungi soal keamanan dan kenyamanan tinggal di Kota Medan ini,” tegas Hasyim.

Pendapat yang hampir sama disampaikan Wakil Ketua Fraksi NasDem DPRD Medan, Antonius D Tumanggor, pihak Kepolisian diharapkan dapat menjamin dan memberikan kenyamanan bagi warga kota Medan. “Pelaku ditembak saja ditempat karena sudah banyak korban. DPRD siap memberi dukungan,” tutur Antonius.

Antonius menyampaikan, pelaku tindak kejahatan di Medan seakan tidak ada takutnya sama Polisi. Untuk itu diharapkan diberlakukan patroli rutin siang malam diseluruh wilayah hukum Polrestabes. “Jangan sampai Medan terkenal dengan begalnya,” cetus Antonius.

Seperti diketahui, aksi begal terjadi siang hari di Jl Amal Sp Jl Ringroad pada 26 Januari 2020 korban meninggal dunia. Sebelumnya juga terjadi begal pada 8 Januari 2020 di.Jl Tritura Titi Kuning Meran. (lamru).

Continue Reading

Politik

Hasyim SE Desak Pemko Medan Bentuk Tim Antisipasi Virus Corona

Published

on

Medan, Geosiar.com – Ketua DPRD Medan Hasyim SE minta Pemerintah Kota (Pemko) Medan segera melakukan antisipasi pencegahan virus corona masuk Kota Medan. Pemko diminta bentuk tim melibatkan instansi terkait antisipasi virus lewat udara, laut dan darat.

“Seluruh turis asing yang masuk ke kota Medan wajib dilakukan pemeriksaan dan pengecekan guna memastikan bebas virus corona. Jangan sampai kecolongan, perlu antisipasi sejak dini,” tegas Hasyim SE (foto) kepada wartawan di ruang kerjanya, Rabu (29/1/2020) menyikapi virus corona yang disebutkan sangat berbahaya di dunia itu.

Dikatakan Hasyim, Dinas terkait seperti Dinas Kesehatan, Dinas Pariwisata dan Imigrasi perlu melakukan pengawasan terhadap turis mancanegara yang masuk ke Kota Medan.

“Meski di Kota Medan belum ditemukan virus carona ini, tapi perlu diantisipasi segera dengan menyiapkan alat pengecekannya di pintu-pintu masuk menuju Kota Medan,” ujarnya.

Ditambahkannya, Pemko Medan juga harus sosialisasi ke masyarakat terkait virus carona sehingga dapat lebih waspada dan mengetahui ciri-ciri penyebaran virus carona.
“Sehingga kalau nanti ada yang dicurigai gejala-gejal virus carona ini dapat segera ditangani ke rumah sakit,” tambahnya.

Menurut Hasyim, secara geografis, Kota Medan lebih dekat dengan Malaysia dan Singapura, untuk itu tidak tertutup kemungkinan penyebaran ke Kota Medan punya potensi yang lebih besar dibanding wilayah lainya di Indonesia. “Kita cukup dekat dengan negara tetangga yang sudah terjangkit itu. Walaupun jumlah penderita disana masih terbilang kecil, sekitar 3 sampai 4 orang,” terangnya.

Pemko Medan, kata Hasyim lagi juga
sudah mulai bisa memberikan imbauan kepada setiap rumah sakit yang ada di Kota Medan untuk menyediakan ruang isolasi untuk berjaga-jaga. “Kita harapkan upaya pencegahan yang paling utama, jangan sampai ada satu kasus virus carona ini masuk ke Medan. Tapi kalaupun terjadi, semua RS sudah harus siap menghadapinya, bukan hanya rumah sakit milik pemerintah,” tandasnya.

Diketahui virus corona atau novel coronavirus telah menyebar ke 16 negara, termasuk Asia Tenggara. Bahkan, virus jenis baru ini telah menjangkiti 3 orang di Malaysia dan 4 orang di Singapura. (lamru)

Continue Reading

Politik

Dedy Aksyari dan Hendra DS Pimpin Pansus RTRW, Pembangunan Lebih Terarah

Published

on

Medan, Geosiar.com – Dedy Aksyari Nasution dan Hendra DS dipercaya sebagai Ketua dan Wakil Ketua Panitia Khusus (Pansus) Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) DPRD Kota Medan.

Kepercayaan itu diberikan anggota Pansus dalam rapat internal yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Kota Medan, Ihwan Ritonga, Rabu (29/1/2020) bersama anggota pansus dari Komisi IV DPRD Medan itu.

Usai rapat, Dedy Aksyari kepada wartawan mengatakan, langkah awal yang dilakukan pihaknya adalah akan mengundang pihak-pihak terkait untuk mencari masukan terhadap perubahan atau revisi Perda RTRW.

“Rencananya, Senin (3/2/2020) kita akan undang Dinas PKPPR, Dinas Lingkungan Hidup, Kabag Hukum, Walhi. Dari mereka nanti akan dapat masukan atas perubahan yang akan dilakukan,” kata Dedy.

Selain itu, sebut Dedy, pihaknya juga akan mengundang penggiat mangrove. “Intinya, kita akan undang semua pihak yang terkait dengan Perda ini, termasuk juga masyarakat,” katanya.

Sementara, Hendra DS, menambahkan pihaknya akan berupaya secara cermat dan detail dalam melakukan pembahasan, sehingga nantinya tidak ada yang tertinggal setelah Perda dirubah. “Kita tidak mau nanti ada yang tertinggal setelah Perda dirubah,” ujarnya.

Perubahan Perda ini, sebut Hendra, bertujuan untuk pemerataan pembangunan di Kota Medan. Sebab, katanya, kebutuhan Perda ini untuk jangka panjang.

“Kebutuhan Perda ini sampai tahun 2031. Makanya, pembahasan dilakukan secara cermat dan teliti agar tidak ada yang tertinggal. Jadi, ketika sudah clear dan siap untuk disahkan, Perda ini benar-benar merupakan hasil kesepakatan bersama dari seluruh pihak yang terlibat,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, nama nama yang bergabung di Pansus RTRW, Ihwan Ritonga (Kordimator), Dedy Akhsyari Nasution (Ketua), Hendra DS dan beranggotakan, Paul MA Simanjuntak, Edy Suranta Meliala, Daniel Pinem, Dame Duma Sari Hutagalung, Sukamto, Edy Sugesti Nasution, Antonius Tumanggor, Renville Nalitupulu, Syaiful Rahman, Burhanuddin Sitepu dan David RG Sinaga. (lamru)

Continue Reading
Advertisement

BERITA NASIONAL

Advertisement

Trending

Alamat Redaksi : Jl. Mataram No. 21 Gedung Catolic Center Lt 2 Medan – Sumatera Utara, Telp. +626180514970 Email : geosiar.com@gmail.com Copyright © 2017-2018 Geosiar.Com