Connect with us

Dunia

Amerika Serikat: Kami Bersaing dengan China, Bukan Konflik

Published

on

Komandan Armada Pasifik Amerika Serikat Laksamana John Aquilino dalam konferensi pers di Bangkok, Jumat (13/12/2019). [Foto: REUTERS/Panu Wongcha-um]

Geosiar.com, Bangkok – Amerika Serikat (AS) membantah tudingan yang menyatakan bahwa mereka tengah berkonflik dengan China, meskipun mengakui adanya persaingan. Bantahan itu disampaikan oleh Komandan Armada Pasifik Amerika Serikat (AS), John Aquilino. Ia mengegaskan bahwa persaingan itu tidak bisa diartikan sebagai konflik militer.

“Kami bersaing dengan Republik Rakyat China dan memiliki perselisihan yang melekat antara ideologi. Ketika AS berbicara tentang nilai-nilai, itu adalah nilai-nilai yang dimiliki oleh negara-negara yang berpikiran sama…Dan saya percaya bahwa kekuatan kemitraan dengan nilai-nilai dalam menjaga negara-negara di kawasan ini tetap aman.” kata Aquilino kepada wartawan di Bangkok, seperti dikutip Reuters, Sabtu (14/12/2019).

Aquilino beranggapan bahwa Washington dan negara-negara Asia berpikiran sama untuk menjaga keamanan kawasan Laut China Selatan dalam menghadapi persaingan dari China yang sedang bangkit.

Seperti diketahui, ketegangan antara China dan AS meningkat di perairan Asia, di mana Washington mengatakan akan mempertahankan kebebasan navigasi sesuai dengan hukum internasional namun Beijing menuduh AS berusaha memperuncing masalah. Akan tetapi, persoalan ini bukanlah merupakan bentuk konflik militer, melainkan sebatas perselisihan dalam cara pandang.

“Saya katakan kami bersaing dengan China tetapi itu tidak berarti konflik. Kami akan bekerja sama di mana kami bisa dan kami akan bersaing di mana kami harus,” pungkasnya.

Seperti diketahui, sejumlah negara Asia Tenggara khawatir akan kemungkinan mundurnya Amerika Serikat ketika dominasi China kembali meningkat. Hal ini dikarenakan China sudah melanggar hukum internasional dengan membangun fitur di Laut China Selatan yang disebut mempunyai tujuan militer yang membuat khawatir negara-negara di sekitarnya.

Namun, Laksamana John Aquilino memastikan bahwa Amerika Serikat akan tetap berada di kawasan tersebut untuk tahun-tahun mendatang.