Connect with us

Olahraga

Bangga! Pencak Silat Masuk UNESCO

Published

on

Yolla Primadona Jampil (kiri) dan Hendy dari Indonesia tampil di final ganda putra pencak silat Asian Games 2018 di Jakarta pada 14 Februari 2018. (Foto: JP / PJ Leo)

Geosiar.com, Olahraga – UNESCO menetapkan pencak silat asal Indonesia sebagai warisan budaya tak benda. Penetapan itu disahkan dalam Sidang ke-14 Intergovernmental Committee for the Safeguarding of the Intangible Cultural Heritage UNESCO di Bogota, Kolombia, Kamis (12/12/2019) waktu setempat.

Komite UNESCO menilai pelestarian tradisi pencak silat telah menunjukkan aspek yang mendorong penghormatan dan persaudaraan. Selain itu, pencak silat juga dianggap mampu mendorong kohesi sosial, tidak hanya di satu wilayah, tetapi juga secara nasional bahkan internasional.

“Indonesia memiliki komitmen kuat untuk senantiasa menjaga kelestarian pencak silat, antara lain melalui pendidikan pencak silat yang tidak hanya berfokus pada aspek olah raga dan seni bela diri, namun juga sebagai bagian dari seni dan budaya,” ujar Direktur Sosial Budaya dan Organisasi Internasional Negara Berkembang Kemlu, Kama Pradipta, lewat keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat (13/12/2019).

Sementara itu, Wakil Delegasi Tetap RI untuk UNESCO, Prof. Surya Rosa Putra menilai pencak silat bukan hanya sekadar bela diri tetapi menjadi jalan hidup bagi para pelakunya.

“Pencak Silat mengajarkan kita untuk dapat menjalin hubungan yang baik dengan Tuhan, sesama manusia dan lingkungan. Meskipun pencak silat mengajarkan teknik menyerang, namun yang terpenting adalah pencak silat juga mengajarkan kita untuk dapat menahan diri dan menjaga keharmonisan,” tutur Surya dikutip dari detik.com, Jumat (13/12).

Dengan ditetapkannya pencak silat, saat ini Indonesia memiliki 11 warisan budaya tak benda UNESCO, di antaranya wayang, batik, pelatihan batik, angklung, tari saman, noken, tiga genre tradisi tari bali, kapal pinisi, dan pencak silat.