Connect with us

Dunia

Trump Akui Yahudi Sebagai Status Kewarganegaraan

Published

on

Presiden As Donald Trump pada acara The Israeli American Council National Summit di Hollywood, Florida, Sabtu (7/12/2019). [Foto: MANDEL NGAN/AFP/GETTY IMAGES]

Geosiar.com, Amerika Serikat – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menetapkan Yahudi sebagai sebuah etnis dan status kewarganegaraan, bukan hanya sebagai agama. Penetapan itu akan ditandai dengan penandatanganan sebuah maklumat dari perintah eksekutif Gedung Putih.

Wacana pengesahan perintah eksekutif itu diutarakan Trump dalam perayaan Hari Raya Umat Yahudi, Hanukkah, di Gedung Putih pada Rabu (11/12/2019). Trump menilai perintah eksekutif itu sebagai bentuk kepedulian dia terhadap bangsa Yahudi.

“Saya akan selalu mendukung sahabat berharga dan sekutu kami, negara Israel,” ujar Trump seperti dikutip AFP, Kamis (12/12/2019).

Dengan demikian, siapa pun yang mendiskriminasi orang Yahudi maka pemerintah AS kemungkinan bakal menghukum pelaku diskriminasi berdasarkan Undang-Undang Hak Warga Sipil. Selain itu, Trump juga mengklaim bahwa dirinya merupakan presiden AS satu-satunya dalam sejarah yang pro-Israel.

Namun, sejumlah pihak mengkritik perintah eksekutif itu dan menganggap Trump sebagai calo Israel.

“Perintah eksekutif ini tampaknya dirancang tidak untuk memerangi anti-Semitisme tapi lebih kepada ingin menekan kebebasan berbicara untuk menindak para kritikus Israel,” tutur Presiden J Street, Jeremy Ben-Ami, sebuah kelompok pro-Israel sayap kiri.

Dia menganggap perintah eksekutif justru berbahaya bagi Gedung Putih, sebab dapat secara sepihak membungkam berbagai kritik non-kekerasan terhadap Israel dengan embel-embel anti-Semit.