Connect with us

Nasional

Jonara Tarigan Diminta Laporkan Bupati Karo Yang Nyatakan Listrik Di Mata Air Lau Berneh Diputus PLN

Published

on

Kantor PDAM Tirta Malem, jalan jamin ginting Kabanjahe

Geosiar – Kabanjahe – Menindaklanjuti pemberitaan terkait aliran listrik di mata air lau berneh yang telah beredar luas dimasyarakat dan dipublikasikan melalui media sosial beserta melalui link pemberitaan dari berbagai media siber (online) terkait adanya pernyataan Bupati karo Terkelin Brahmana SH semakin melebar.

Sebelumnya awak media melakukan konfirmasi langsung dikantor PLN cabang kabanjahe, kepala PLN kabanjahe melalui jefri sihotang, kepala bagian pelayanan pelanggan menyatakan jumlah tunggakan PDAM Tirtamalem kabanjahe selama 8 bulan, sekira 1,1 Miliar dan yang kami lakukan pemutusan bukan di lau berneh, akan tetapi di mata air lau bawang yang sudah total kita putus dan bongkar, jelas jefri (11/12/2019).

Soni husni ginting, warga kabupaten karo yang juga tokoh pemuda dikaro kembali meminta dan akan mendesak Jonara Tarigan untuk dapat membuat laporan polisi di Polres karo dengan terlapor Bupati Karo.

Statemen Bupati Karo yang diketahui terbit tertanggal 8 desember 2019 yang menyatakan “per tanggal 2 desember 2019, PLN melakukan pemutusan jaringan listrik, bukan keseluruhan diputus, hanya di mata air yang di Lau berneh”

Pernyataan Bupati Karo tersebut telah terbit diberbagai media pemberitaan dan disebar luaskan diberbagai media online (siber), dan seperti kita ketahui jelas bukan listrik di mata air Lau berneh yang diputus oleh PLN, melainkan di mata air Lau Bawang kabanjahe, seperti pernyataan pihak PLN diatas, ujar soni.

Adapun alasan kita mendesak Jonara tarigan sekaitan dengan kita dapati informasi bahwa Jonara tarigan selaku pejabat Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtamalem kabanjahe telah melaporkan kepada pihak kepolisian polres karo, tertanggal 06 Desember 2019 atas keberatannya prihal postingan oleh acount facebook (Fb) yang berinisial AG tentang PLN Kabanjahe putus jaringan listrik ke sumber air lau berneh, tutup soni mengakhiri.

Berdasarkan informasi bahwa yang ada di PDAM Tirtamalem terkait nama Jonara Tarigan adalah Kepala bagian Keuangan PDAM Tirtamalem kabanjahe, namun sayang saat hendak dikonfirmasi belumlah dapat ditemui./edy surbakti

Advertisement

Nasional

Kapolda Metro Didesak Usut Dugaan Penyetruman Lutfi

Published

on

Lutfi Alfiandi alias Dede, demonstran pelajar 'pembawa bendera' Merah-Putih saat demo pada 30 September 2019. [Foto: dok/ist]

Geosiar.com, Jakarta – Lutfi Alfiandi alias Dede yang merupakan demonstran pelajar ‘pembawa bendera’ Merah-Putih saat demo pada 30 September 2019 bersaksi telah disetrum agar mengakui bahwa dirinya lah yang melempar batu ke aparat Kepolisian. Hal itu disampaikannya di depan majelis hakim dalam persidangan dengan agenda pemeriksaan terdakwa pada Senin (20/1) kemarin.

“Iya dipukul dan disetrum dan itu sama dengan tahanan lain,” ujar pengacara Lutfi, Sutra Dewi, kepada wartawan, Selasa (21/1/2020).

Menanggapi pengakuan itu, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mengimbau agar Kapolda Metro Jaya segera mendalami kesaksian itu. Sebab, apabila pengakuan itu diabaikan maka kepercayaan publik terhadap polisi akan menurun.

“Langkah terbaik, ya Kapolda harus mengusut itu secara transparan. Karena hal itu disampaikan di hadapan hakim. Jika tidak diusut maka akan bisa menurunkan kepercayaan publik pada kerja-kerja kepolisian,” tutur Komisioner Komnas HAM, Amiruddin, dikutip dari detikcom, Selasa (22/1/2020).

Selama ini, kata Amiruddin, Komnas HAM belum pernah menemukan kasus serupa pada terdakwa demonstran lain. Amiruddin berpendapat bahwa pengakuan itu bisa menjadi gerbang guna mengungkap kasus yang tak kunjung tuntas itu.

“Sewaktu dulu kami investigasi hal-hal begitu belum terungkap secara jelas. Kesaksian Lutfi ini bisa jadi pintu masuk untuk mengungkap,” jelasnya.

Hal senada juga disampaikan Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Gerindra Habiburokhman. Ia juga meminta agar kesaksian Lutfi tersebut segera didalami pihak penyidik.

“Makanya harus didalami yang seperti itu agar praktik-praktik penegakan hukum kita ke depan bersih dari pelanggaran HAM,” kata Habiburokhman di kompleks MPR/DPR, kemarin.

Namun, ia menyadari bahwa pengakuan Lutfi tersebut sulit untuk dibuktikan. Apalagi selama pemeriksaan Lutfi tidak didampingi kuasa hukum.

“Ya, susah, susah. Yang begituan itu kan susah dibuktikan satu sama lain karena nggak ada pengacara di situ. Itu kenapa wajib didampingi pengacara. Tapi ya sudahlah, itu bisa saling membantah,” lanjutnya.

Sebagai orang yang menjamin penangguhan penahanan Lutfi, Habiburokhman pun berharap Lutfi bisa mendapatkan kepastian hukum sesuai dengan apa yang diperbuatnya.

“Tapi faktanya orang ini (Lutfi) nggak layak ditahan. Dan kita berharap dihukum ringan. Besok dihukum sesuai dengan apa yang dijalani dan bebas, bisa kembali dengan keluarga, itu yang paling penting,” pungkas Habiburokhman sambil berharap.

Continue Reading

Nasional

Istana Buka Suara Soal Karamnya Kapal Wartawan

Published

on

Kejadian tenggelamnya kapal yang ditumpangi wartawan di Labuan Bajo. [Foto: dok/ist]

Geosiar.com, Jakarta – Musibah karamnya Kapal Plataran Phinisi Bali yang mengangkut wartawan Istana Kepresidenan di Labuan Bajo masih menjadi topik hangat yang dibicarakan publik. Insiden yang terjadi pada Selasa (21/1/2020) siang ini juga membuat pihak Istana angkat suara.

Bey Machmudin selaku Deputi Protokol, Pers dan Media Sekretariat Presiden mengatakan, peristiwa tersebut terjadi di luar agenda kepresidenan.

“Peristiwa tersebut terjadi di luar agenda kepresidenan, karena setelah acara terakhir di Labuan Bajo, yaitu penyerahan sertifikat hak atas tanah untuk rakyat pada Selasa pagi, 21 Januari 2020, Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo langsung ke Bandara Komodo untuk kembali ke Jakarta,” ujar Bey dikutip dari Kompas, Selasa (21/1/2020).

Namun, lanjut Bey, para wartawan melanjutkan perjalanan untuk bersenang-senang usai pekerjaan meliput kegiatan presiden berakhir. Perjalanan tersebut awalnya berjalan baik hingga saat perjalanan pulang musibah itu pun terjadi.

“Sementara para wartawan tersebut memilih untuk ke dermaga untuk menaiki kapal menuju Pulau Bidadari. Dalam perjalanan kembali dari Pulau Bidadari, saat berada di tengah laut, Desca salah satu wartawan yang ikut, menyampaikan terjadi perubahan cuaca mendadak yaitu ombak tinggi dan angin kencang sehingga kapal terbalik,” jelasnya.

Beruntungnya, petugas pantai di Hotel Plataran melihat peristiwa terbaliknya kapal itu dan langsung bergegas menuju lokasi dengan speedboat untuk dievakuasi ke Hotel Plataran.

“Setibanya di hotel, para wartawan langsung diperiksa oleh tim dokter dari RS Siloam Labuan Bajo. Seluruh penumpang kapal termasuk ABK selamat,” lanjutnya.

Lebih jauh, Bey mengungkapkan bahwa kapal tersebut bukanlah yang digunakan oleh Presiden selama berada di Labuan Bajo. Tapi, kapal itu sempat digunakan oleh menteri yang ikut dalam kunjungan kerja presiden.

“Namun kapal tersebut digunakan oleh Menteri BUMN Erick Thohir dan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya kemarin (Senin, 20/1) di Labuan Bajo,” ungkap Bey.

Hingga berita ini diturunkan, para wartawan Istana mungkin sudah dalam pesawat perjalanan pulang dari Bandara Komodo, Labuan Bajo untuk kembali ke Jakarta. Pesawat dijadwalkan berangkat pukul 15.40 WITA.

Continue Reading

Nasional

Dihantam Ombak, Kapal Rombongan Wartawan Terbalik di Labuan Bajo

Published

on

Kapal phinisi yang ditumpangi rombongan wartawan terbalik di Perairan Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, Selasa (21/1/2020). [Foto: dok/Liputan6]

Geosiar.com, NTT – Kapal phinisi yang mengangkut rombongan wartawan peliput Istana Kepresidenan terbalik akibat hantaman ombak besar di perairan Pulau Bidadari, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (21/1/2020) sekitar pukul 12.20 WIB.

“Infonya antara Pulau Bidadari dan Pulau Pungu. Itu kapal Plataran infonya,” kata Kapolres Manggarai Barat AKBP Handoyo Santoso dikutip dari detikcom, Selasa (21/1/2020).

Beruntungnya, seluruh penumpang dan ABK kapal selamat meski barang bawaan seperti tas, laptop, dompet, ponsel, hingga kamera yang biasa digunakan untuk liputan hanyut. Menurut salah seorang penumpang, Desca Lidya Natalia yang merupakan wartawan Antara, menjelaskan penyebab kapal yang mereka tumpangi terbalik.

“Tiba-tiba kencang gitu, ombak gede, beneran kayak hitungan detik saja (kapal) langsung terbalik,” jelas Desca.

Desca mengatakan, sebelum insiden itu terjadi, kapal hendak bersandar ke pantai. Namun hal tersebut gagal dilakukan karena ombak dan angin kencang, yang justru membuat kapal terbalik hingga tenggelam.

“Kejadian di tengah laut pas mau balik ke pantai,” pungkasnya.

Sebagai informasi, kapal tersebut mengangkut rombongan wartawan dari sejumlah media, seperti SCTV, TVRI, BeritaSatu, Antara, Liputan6, Viva, hingga biro pers kepresidenan.

Rombongan itu hendak menikmati alam Labuan Bajo dengan menggunakan kapal pinisi usai bertugas mengikuti agenda kunjungan Presiden Jokowi di Labuan Bajo sejak Minggu (19/1). Saat ini, seluruh penumpang kapal sudah dibawa ke dataran.

Continue Reading
Advertisement

BERITA NASIONAL

Advertisement

Trending

Alamat Redaksi : Jl. Mataram No. 21 Gedung Catolic Center Lt 2 Medan – Sumatera Utara, Telp. +626180514970 Email : geosiar.com@gmail.com Copyright © 2017-2018 Geosiar.Com