Connect with us

Dunia

Uni Eropa Diminta Segera Akui Palestina

Published

on

Ilustrasi konflik Israel-Palestina yang semakin keruh. (Foto: REUTERS/Mohamad)

Geosiar.com, Luksemburg – Uni Eropa diminta untuk mengakui Palestina sebagai negara. Permintaan itu disampaikan oleh Menteri Luar Negeri (Menlu) Luksemburg Jean Asselborn, yang juga mendorong penyelesaian konflik Israel-Palestina melalui solusi dua negara.

Jean Asselborn mengimbau agar Uni Eropa segera menggelar diskusi yang bisa mendukung upaya solusi dua negara dan membahas konflik di Timur Tengah secara mendalam pada Januari mendatang. Hal itu tertuang dalam sebuah nota diplomatik Menteri Luar Negeri Luksemburg. Nota itu ditujukan kepada Perwakilan Tinggi untuk Urusan Luar Negeri dan Keamanan Uni Eropa, Josep Borrell.

“Uni Eropa harus terus mempromosikan dan mendukung konsensus yang mendukung solusi dua negara. Salah satu cara membantu menyelamatkan solusi ini adalah dengan menciptakan situasi yang lebih adil bagi kedua belah pihak. Saya percaya bahwa ini lah saatnya memulai debat dalam Uni Eropa tentang peluang pengakuan Negara Palestina oleh semua anggotanya,” demikian pernyataan Asselborn dalam nota tersebut, dilansir dari CNN, Senin (9/12/2019).

Selain itu, Asselborn juga mendorong kepada masing-masing negara Uni Eropa untuk memutuskan membangun hubungan bilateral dengan negara baru secara mandiri. Dalam notanya, dia benar-benar menginginkan Uni Eropa mendiskusikan masalah pengakuan terhadap Palestina dalam sebuah rapat khusus.

“Pengakuan Palestina sebagai negara bukan merupakan bantuan, atau cek kosong. Tetapi, itu pengakuan sederhana terhadap hak masyarakat Palestina terhadap negaranya sendiri, bukan sebuah langkah melawan Israel,” timpal Perwakilan Tinggi untuk Urusan Luar Negeri dan Keamanan Uni Eropa, Josep Borrell, seperti dikutip AFP.

Sebagai informasi, Israel dan Amerika Serikat menentang keras pengakuan Palestina sebagai negara. Bahkan, AS belakangan ini terus menerapkan langkah kontroversial seperti mengakui secara sepihak bahwa Yerusalem merupakan Ibu Kota Israel, sebuah langkah yang dinilai merusak proses damai. Uni Eropa dan sebagian anggotanya menentang keras langkah AS tersebut.