Connect with us

Sumut

Hj Fitriani Manurung : “Jadikan Momen HAKORDIA Medan Lebih Baik”

Published

on

Medan, Geosiar.com – Hari Anti Korupsi Sedunia (HAKORDIA) yang jatuh pada Senin,9 Desember 2019 menjadi momentum bersama mewujudkan Medan lebih baik kedepan. Untuk itu diharapkan kepada penegak hukum agar tetap bekerja keras.

Hal ini diungkapkan bakal Calon Wakil Walikota Medan yang maju dari Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan, Hj.Fitriani Manurung S.Pd, M.Pd kepada wartawan, Senin (09/12/2019) menyikapi peringatan Hari Anti Korupsi sedunia.

“Hari anti korupsi sedunia ini harus menjadi momentum bagi kita bersama (Warga Medan-red) menjadikan Medan lebih baik kedepan,” jelas Fitriani Manurung.

Diutarakannya, Kota Medan memang mengalami situasi yang tidak menguntungkan. Namun kita sangat berharap, Kota Medan kedepan bisa lebih baik. “Kita optimis Medan dengan segenap potensinya bisa menjadi Kota yang lebih baik,” jelsnya.

Terkait hari anti korupsi sedunia ini, Fitriani Manurung mengharapkan nilai-nilai kejujuran harus ditanamkan sejak dini kepada anak-anak.

“Kita menghadapi situasi yang sangat komplek saat ini. Namun kita tidak boleh menyerah. Kita harus menjadikan korupsi sebagai musuh utama dan perjuangan itu harus dilakukan dengan menanamkan nilai-nilai kebaikan sejak dini,” ucap perempuan berkerudung yang juga merupakan penggiat Pendidikan Kota Medan.

Sebenarnya, kata Fitriani, nilai nilai kejujuran sudah ditanamkan orang tua kita terdahulu mulai dari rumah hingga ke sekolah. “Hanya saja seiring waktu penerapan nilai-nilai kejujuran sepertinya mulai memudar,” jelasnya.

Kandidat doktor Universitas Negeri Medan ini mengaku, dalam perjuangannya di Kota Medan ke depan, ia menggelorakan tagline #JadikanMedanLebihBaik, sebagai upaya menggugah masyarakat Kota Medan agar selalu optimis menjadikan Kota Medan lebih baik kedepan.

“Optimisme ini sangat penting, dan tagline yang kita sampaikan #JadikanMedanLebihBaik adalah sebagai upaya menggugah semnagat masyarakat Kota Medan untuk sama-sama membangun Kota Medan lebih baik kedepan,” jelasnya. (rel/lamru)

Advertisement

Sumut

Kapolres Sergai Pantau Situasi Perayaan Malam Imlek

Published

on

Kapolres Serdang Bedagai (Sergai) AKBP Robin Simatupang SH, M.Hum memantau situasi malam perayaan Imlek, Jumat (24/1). (Foto: art/Geosiar.com)

Geosiar.com, Sergai – Kapolres Serdang Bedagai (Sergai) AKBP Robin Simatupang SH, M.Hum memantau situasi malam perayaan Imlek sekaligus silaturahmi dengan warga Tionghoa di wilayah hukum Polres Sergai, Jumat (24/01/2020) malam sekitar pukul 21.00 WIB. 

Dalam kegiatan ini, Kapolres didampingi Waka Polres Kompol Gunawan Heri Sudarto, S.Sos, M.H, Kabag Ops Kompol Sofyan, S.H, Kasat Intelkam AKP T. Manurung, Kasat Sabhara AKP Abdul Rahman, S.H, M.H, Kasat Lantas AKP Agung Basuni, S.H.S.I.K, Kasat Reskrim AKP Hendro Sutarno, Kasat Binmas AKP Syarifuddin, Kasubbag Humas IPDA Zulfan Ahmadi,S.H, dan Kasi Propam IPDA A.M Purba, S.Hi.

Kapolres Sergai AKBP Robin Simatupang, beserta rombongan dalam acara ini mengawali silaturahmi ke kediaman Tokoh Masyarakat Tionghoa Budi, S.E di Jalan Industri, Desa Cempedak Lobang, Kecamatan Sei Rampah. Dilanjutkan, berkunjung ke rumah Meriyanto/Asom yang merupakan anggota DPRD Sergai di Desa Kota Pari, Kecamatan Pantai Cermin.

Dalam kunjungannya, Kapolres AKBP Robin Simatupang mengucapkan selamat merayakan Hari Raya Imlek Tahun 2020 serta memberikan pesan-pesan Kamtibmas kepada masyarakat Tionghoa. Kemudian Kapolres Sergai beserta rombongan melanjutkan kunjunggannya ke Vihara Dwi Kwan In Pantai Cermin.

Dalam kesempatan itu, Kapolres juga mengajak masyarakat Tionghoa bersama menjaga Kamtibmas yang aman dan kondusif. Selanjutnya Kapolres Sergai beserta rombongan mengakhiri kunjungan ke Vihara Shien Tie Tie Rampah, yang juga mengingatkan soal Kamtibmas kepada masyarakat.

Kapolres juga mengatakan jika terdapat gangguan dalam melaksanakan ibadah agar berkoordinasi dengan pihak keamanan. Kemudian, Kapolres berkeliling untuk melihat situasi bangunan Vihara Shien Tie Tie. (art)

Continue Reading

Sumut

Plt Dirut PD Pasar, Nasib Pimpin Kegiatan Gotroy di Beberapa Cabang Pasar

Published

on

Medan, Geosiar.com – Pasca diterbitkannya SK Nasib selaku Plt Dirut PD Pasar Medan menggantikan Rusdi Sinuraya sejak 16 Pebruari lalu. Nasib sudah menjalankan amanah itu dengan baik.

Kepada wartawan, Jumat (24/1/2020) Plt Dirut PD Pasar, Nasib mengaku sudah memimpin kegiatan gotong royong (Gotroy) di 3 Cabang Pasar di kota Medan. Seperti gotroy di Pasar Marelan, Cabang 2 Pasar Kp Lalang, Cabang I Pasar Titi Kuning.

“Gotong royong kita lakukan guna pembenahan pasar lebih baik. Pedagang dapat menggelar dagangannya dengan baik dan pembeli pun nyaman,” tukas Nasib.

Dijelaskannya, kendati belum berkantor di ruang direksi lantai III PD Pasar Petisah sejak dihunjuk sebagai Plt, Nasib mengaku sudah melakukan rapat di kantor Walikota Medan dan beberapa kantor cabang.

“Konsolidasi sudah kita lakukan kepada seluruh jajaran karyawan di PD Pasar. Mulai dari tukang parkir hingga karyawan jajaran direksi dan kabag sudah kita lakukan konsolidasi. Tidak ada masalah,” sebut Nasib.

Ketika disinggung kebijakan terkait masalah keuangan sejak diangkat sebagai Plt Dirut PD Pasar. Nasib mengaku, Senin depan (27/1/2020) akan melakukan pertemuan dengan pihak Bank. “Seluruh proses penertiban administrasi akan kita benahi satu persatu,” terang Nasib yang saat ini masih Kabag Perekonomian Pemko Medan itu.

Sementara itu Kepala Cabang 1 PD Pasar Kota Medan, SYAFRIZAl LUBIS kepada wartawan menyampaikan, Plt Dirut PD Pasar Nasib telah memimpin mereka menggelar gotroy. Dalam kegiatan gotroy diseluruh pasar untuk menjadikan pasar indah dan tertata sehingga konsumen dapat nyaman.

“Sebagaimana harapan Plt Dirut PD Pasar Pak Nasib menekan seluruh masing masing struktural di pasar tradisional mempunyai tanggungjawab,” ujar Syafrizal.

Diketahui proses pemecatan Rusdi Sinuraya selaku Dirut PD Pasar Medan yang digantikan Nasib sebagai Plt Dirut PD Pasar terjadi ricuh ditubuh perusahaan milik Pemko Medan itu. Rusdi Sinuraya menolak pemecatan terhadap Dirinya dan saat ini melakukan upaya hukum dan mengadukan SK pemberhentiannya ke PTUN.

Hingga Jumat (24/1/2020), Rusdi masih bertahan menduduki kantor Dirut di lt 3 Pasar Petisah. Sementara Rusdi sudah menerima SK pemecatan pada Senin lalu (20/1/2020). (lamru)

Continue Reading

Sumut

Bicara Soal Hog Cholera, Gubsu Edy: Saya Tak Mampu Musnahkan Babi

Published

on

Gubsu Edy Rahmayadi ketika menghadiri Syukuran Awal Tahun Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) di Gedung Chapel PGI Sumut, Jalan Willem Iskandar, Kabupaten Deli Serdang, Jumat (24/1/2020)

Geosiar.com, Deli Serdang – Gubernur Sumut (Gubsu) Edy Rahmayadi membahas terkait polemik pemusnahan babi akibat hog cholera. Gubsu mengatakan pro-kontra mengenai rencana pemusnahan babi sempat mendapat perhatian dari Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

Hal tersebut disampaikan Edy Rahmayadi ketika menghadiri Syukuran Awal Tahun Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) di Gedung Chapel PGI Sumut, Jalan Willem Iskandar, Kabupaten Deli Serdang, Jumat (24/1/2020).

“Di akhir-akhir ini saya diributkan dengan seekor binatang makhluk Tuhan yang bernama ‘babi’,” ungkap Edy di awal sambutannya.

Edy menekankan bahwa dirinya tidak berniat memusnahkan babi meskipun wabah hog cholera terus menyebar. Ia juga menangkis tuduhan yang mengatakan pemusnahan babi dilakukan karena persoalan agama.

“Saya tak mampu memusnahkan ini. Di Sumut ada 2 juta jumlah babi. Kalau 3 juta aja dijual harga itu babi, berarti Rp 6 triliun. Apa nggak habis saya dikeroyok rakyat, uang Rp 6 triliun untuk seperti itu,” tutur Edy.

“Omong kosong kalau ada orang yang bilang karena saya Islam sehingga babi itu semua itu akan saya musnahkan,” tandasnya.

Terkait pemusnahan babi, Edy menjadi perhatian Presiden Jokowi. Edy mengaku sempat ditanya oleh Presiden Jokowi soal penyelesaian persoalan babi di Sumut.

“Tolong ini diluruskan semua, karena jadi polemik seluruh Indonesia. Pak Jokowi nanya sama saya, kan saya jawabnya susah hanya gara-gara babi,” tutur Jokowi.

Pemprov Sumut sebelumnya menegaskan tidak akan memusnahkan ternak babi walaupun ada peristiwa kematian babi akibat hog cholera. Diketahui, hingga saat ini sudah ada 39 ribu ekor babi mati karena hog cholera.

“Saya jelaskan tidak ada pemusnahan babi. Karena itu tidak boleh sesuai PP 95 tahun 2015 tentang Kesejahteraan Hewan,” jelas Kadis Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumut, Azhar Harahap, kepada wartawan, Jumat (17/1/2020) lalu.

Continue Reading
Advertisement

BERITA NASIONAL

Advertisement

Trending

Alamat Redaksi : Jl. Mataram No. 21 Gedung Catolic Center Lt 2 Medan – Sumatera Utara, Telp. +626180514970 Email : geosiar.com@gmail.com Copyright © 2017-2018 Geosiar.Com