Connect with us

Politik

KPU Medan Tetapkan Pendaftaran Perseorangan 19 Feb 2020, Diimbau Daftarkan Operatornya

Published

on

Medan, Geosiar.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Medan mengimbau masyarakat yang berminat dan berniat maju sebagai pasangan calon perseorangan di Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) dan Wakil Wali Kota Medan 23 September 2020 mendatang, agar segera mendaftarkan operator komputernya.

Sebab dengan sisa waktu 73 hari lagi harus menginput (memasukan) suara sebanyak 1.438 dukungan per hari ke dalam Sistem Informasi Pencalonan (Silon).

Seperti diketahui, berdasarkan Peraturan KPU No 16 Tahun 2019 tentang Tahapan Program dan Jadwal Pilkada 2020, penyerahan dukungan calon perseorangan ditetapkan pada 19-23 Februari 2020. Karena itu diharapkan pasangan bakal calon perseorangan yang berniat maju, diminta segera mendaftarkan tim operator komputernya.

“Tanggal 19-23 Februari sudah masuk jadwal penyerahan dukungan. Kami berharap bisa segera mensupervisi tim operator pasangan calon perseorangan dalam hal penggunaan Silon,” kata Koordinator Divisi Teknis KPU Kota Medan M. Rinaldi Khair kepada wartawan di Medan kemarin.

Rinaldi menyebutkan, jika dihitung dari Senin (9/12), itu artinya tersisa waktu 73 hari lagi menuju tanggal pendaftaran penyerahan dukungan 19 Februari 2020. Sementara seluruh dukungan yang selama ini sudah dikumpulkan dan dituliskan dalam surat pernyataan dukungan pada formulir model B.1-KWK

Perserorangan, wajib di-input ke dalam Silon. Data yang di-input antara lain nama, nomor induk kependudukan (NIK), jenis kelamin, alamat, tempat tanggal lahir, pekerjaan dan status perkawinan. Semua data pendukung pasangan calon perseorangan harus dipindahkan ke formulir Model B.1.1-KWK Perseorangan yang ada dalam Silon.

Jika diandaikan pasangan calon memiliki dukungan minimal 104.954 pemilih sesuai dengan persyaratan yang ada, maka di sisa waktu 73 hari, setidaknya dalam sehari 1.438 dukungan harus di-input ke dalam Silon. “Kita ilustrasikan saja data yang mau di-input minimal 104.954 pemilih. Kalau dibagi sisa waktu 73 hari berarti minimal ada 1.438 data per hari yang harus dimasukkan ke Silon,” ungkap Rinaldi yang juga alumni Sosiologi, FISIP USU itu.

Untuk itu, KPU Kota Medan berharap pasangan bakal calon perseorangan segera mendatangi KPU Kota Medan Jalan Kejaksaan, No 37 untuk berkonsultasi dan mendapatkan informasi di layanan Help Desk Pencalonan terkait Silon dan tahapan jadwal serta persyaratan calon perseorangan. Petugas sekretariat dan tim operator Silon KPU Kota Medan akan melayani dan mensupervisi pasangan calon maupun tim operator komputer pasangan calon untuk memahami pengunaan serta pemanfaatan Silon.

Rinaldi mengimbau agar setiap pasangan bakal calon perseorangan maupun tim penghubung yang ditunjuk agar dapat sesering mungkin berkomunikasi dan menggali informasi di Kantor KPU Kota Medan. Agar potensi kerumitan dalam menyusun berkas dokumen dukungan dan penginputan di Silon dapat dihindari.

Bagi yang sudah memiliki tim penghubung atau operator komputer pasangan calon, diminta agar dibuatkan mandat atau surat tugas dari pasangan calon perseorangan. Berdasarkan Surat KPU RI No 2218 tertanggal 2 Desember 2019, surat mandat yang diserahkan untuk mendapatkan username dan password Silon harus memuat informasi nama calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota beserta gelarnya, NIK, tempat tanggal lahir dan alamat masing-masing bakal calon.

“Jika surat tugas atau mandatnya sudah diberikan, KPU akan melakukan supervisi dan memberikan username password ke tim penghubung yang ditugaskan,” ujar Rinaldi.(rel/lamru)

Advertisement

Politik

Aksi Begal, DPRD Medan : “Pelaku Tembak Ditempat

Published

on

Medan, Geosiar.com – Aksi kejahatan yang masih saja menghantui warga Medan menjadi perhatian serius wakil rakyat. DPRD Medan dorong pihak Kepolisian melakukan tindakan tegas dengan menembak ditempat pelaku kejahatan.

Seperti yang disampaikan Ketua DPRD Medan Hasyim SE dan Wakil Ketua Fraksi NasDem Antonius Tumanggor kepada wartawan di gedung dewan, Rabu (29/1/2020) menyikapi aksi begal belakangan ini. Kedua legislator itu mendorong Polisi melakukan tembak ditempat untuk efek jera.

Ketua DPRD Kota Medan, Hasyim SE minta jajaran Polrestabes Kota Medan agar meningkatkan pengamanan disetiap kawasan Kota Medan untuk meminalisir kejahatan begal yang masih sering terjadi hingga memakan korban meninggal dunia.

“Pengamanan harus ditingkatkan dengan cara melakukan patroli dengan intensif khususunya pada jam-jam rawan dan dilokasi sering terjadinya begal. Patroli harus kontiniu, jangan sesaat saja,” harapnya.

Dikatakan Hasyim asal Politisi PDIP itu, umumnya pelaku begal dan kejahatan sadis dikarenakan mengkonsumsi narkoba yang memang tanpa rasa kasihan melakukan perampasan para korbannya. “Karena sudah kecanduan, berbagai cara mereka lakukan untuk mendapatkan uang membeli narkoba lagi,” paparnya.

Seiring dengan itu, Polisi juga supaya melakukan pemberantasan Narkoba di kota Medan. “Polisi harus dapat memutus mata rantai peredaran narkoba,” pinta Hasyim.

Hasyim menyarankan, pihak kepolisian membuat tim pemberantas narkoba. Sama halnya antisipasi begal supaya rutin dan patroli 24 jam diseluruh sudut Kota Medan sehingga memudahkan pelaku begal untuk ditangkap.

Selain itu, ia juga meminta Pemko Medan untuk mengaktifkan Siskamling yang nyaris tidak berfungsi di Kota Medan. “Jangan hanya pos siskamling nya saja yang dibangun tapi tidak ada petugasnya. Ini harus diaktifkan. Masyarakat harus dilindungi soal keamanan dan kenyamanan tinggal di Kota Medan ini,” tegas Hasyim.

Pendapat yang hampir sama disampaikan Wakil Ketua Fraksi NasDem DPRD Medan, Antonius D Tumanggor, pihak Kepolisian diharapkan dapat menjamin dan memberikan kenyamanan bagi warga kota Medan. “Pelaku ditembak saja ditempat karena sudah banyak korban. DPRD siap memberi dukungan,” tutur Antonius.

Antonius menyampaikan, pelaku tindak kejahatan di Medan seakan tidak ada takutnya sama Polisi. Untuk itu diharapkan diberlakukan patroli rutin siang malam diseluruh wilayah hukum Polrestabes. “Jangan sampai Medan terkenal dengan begalnya,” cetus Antonius.

Seperti diketahui, aksi begal terjadi siang hari di Jl Amal Sp Jl Ringroad pada 26 Januari 2020 korban meninggal dunia. Sebelumnya juga terjadi begal pada 8 Januari 2020 di.Jl Tritura Titi Kuning Meran. (lamru).

Continue Reading

Politik

Hasyim SE Desak Pemko Medan Bentuk Tim Antisipasi Virus Corona

Published

on

Medan, Geosiar.com – Ketua DPRD Medan Hasyim SE minta Pemerintah Kota (Pemko) Medan segera melakukan antisipasi pencegahan virus corona masuk Kota Medan. Pemko diminta bentuk tim melibatkan instansi terkait antisipasi virus lewat udara, laut dan darat.

“Seluruh turis asing yang masuk ke kota Medan wajib dilakukan pemeriksaan dan pengecekan guna memastikan bebas virus corona. Jangan sampai kecolongan, perlu antisipasi sejak dini,” tegas Hasyim SE (foto) kepada wartawan di ruang kerjanya, Rabu (29/1/2020) menyikapi virus corona yang disebutkan sangat berbahaya di dunia itu.

Dikatakan Hasyim, Dinas terkait seperti Dinas Kesehatan, Dinas Pariwisata dan Imigrasi perlu melakukan pengawasan terhadap turis mancanegara yang masuk ke Kota Medan.

“Meski di Kota Medan belum ditemukan virus carona ini, tapi perlu diantisipasi segera dengan menyiapkan alat pengecekannya di pintu-pintu masuk menuju Kota Medan,” ujarnya.

Ditambahkannya, Pemko Medan juga harus sosialisasi ke masyarakat terkait virus carona sehingga dapat lebih waspada dan mengetahui ciri-ciri penyebaran virus carona.
“Sehingga kalau nanti ada yang dicurigai gejala-gejal virus carona ini dapat segera ditangani ke rumah sakit,” tambahnya.

Menurut Hasyim, secara geografis, Kota Medan lebih dekat dengan Malaysia dan Singapura, untuk itu tidak tertutup kemungkinan penyebaran ke Kota Medan punya potensi yang lebih besar dibanding wilayah lainya di Indonesia. “Kita cukup dekat dengan negara tetangga yang sudah terjangkit itu. Walaupun jumlah penderita disana masih terbilang kecil, sekitar 3 sampai 4 orang,” terangnya.

Pemko Medan, kata Hasyim lagi juga
sudah mulai bisa memberikan imbauan kepada setiap rumah sakit yang ada di Kota Medan untuk menyediakan ruang isolasi untuk berjaga-jaga. “Kita harapkan upaya pencegahan yang paling utama, jangan sampai ada satu kasus virus carona ini masuk ke Medan. Tapi kalaupun terjadi, semua RS sudah harus siap menghadapinya, bukan hanya rumah sakit milik pemerintah,” tandasnya.

Diketahui virus corona atau novel coronavirus telah menyebar ke 16 negara, termasuk Asia Tenggara. Bahkan, virus jenis baru ini telah menjangkiti 3 orang di Malaysia dan 4 orang di Singapura. (lamru)

Continue Reading

Politik

Dedy Aksyari dan Hendra DS Pimpin Pansus RTRW, Pembangunan Lebih Terarah

Published

on

Medan, Geosiar.com – Dedy Aksyari Nasution dan Hendra DS dipercaya sebagai Ketua dan Wakil Ketua Panitia Khusus (Pansus) Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) DPRD Kota Medan.

Kepercayaan itu diberikan anggota Pansus dalam rapat internal yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Kota Medan, Ihwan Ritonga, Rabu (29/1/2020) bersama anggota pansus dari Komisi IV DPRD Medan itu.

Usai rapat, Dedy Aksyari kepada wartawan mengatakan, langkah awal yang dilakukan pihaknya adalah akan mengundang pihak-pihak terkait untuk mencari masukan terhadap perubahan atau revisi Perda RTRW.

“Rencananya, Senin (3/2/2020) kita akan undang Dinas PKPPR, Dinas Lingkungan Hidup, Kabag Hukum, Walhi. Dari mereka nanti akan dapat masukan atas perubahan yang akan dilakukan,” kata Dedy.

Selain itu, sebut Dedy, pihaknya juga akan mengundang penggiat mangrove. “Intinya, kita akan undang semua pihak yang terkait dengan Perda ini, termasuk juga masyarakat,” katanya.

Sementara, Hendra DS, menambahkan pihaknya akan berupaya secara cermat dan detail dalam melakukan pembahasan, sehingga nantinya tidak ada yang tertinggal setelah Perda dirubah. “Kita tidak mau nanti ada yang tertinggal setelah Perda dirubah,” ujarnya.

Perubahan Perda ini, sebut Hendra, bertujuan untuk pemerataan pembangunan di Kota Medan. Sebab, katanya, kebutuhan Perda ini untuk jangka panjang.

“Kebutuhan Perda ini sampai tahun 2031. Makanya, pembahasan dilakukan secara cermat dan teliti agar tidak ada yang tertinggal. Jadi, ketika sudah clear dan siap untuk disahkan, Perda ini benar-benar merupakan hasil kesepakatan bersama dari seluruh pihak yang terlibat,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, nama nama yang bergabung di Pansus RTRW, Ihwan Ritonga (Kordimator), Dedy Akhsyari Nasution (Ketua), Hendra DS dan beranggotakan, Paul MA Simanjuntak, Edy Suranta Meliala, Daniel Pinem, Dame Duma Sari Hutagalung, Sukamto, Edy Sugesti Nasution, Antonius Tumanggor, Renville Nalitupulu, Syaiful Rahman, Burhanuddin Sitepu dan David RG Sinaga. (lamru)

Continue Reading
Advertisement

BERITA NASIONAL

Advertisement

Trending

Alamat Redaksi : Jl. Mataram No. 21 Gedung Catolic Center Lt 2 Medan – Sumatera Utara, Telp. +626180514970 Email : geosiar.com@gmail.com Copyright © 2017-2018 Geosiar.Com