Connect with us

Nasional

Pemko Medan – Kemenhub Sepakati Angkutan Massal Sitem Layanan BTS di Medan

Published

on

Medan, Geosiar.com – Pemerintah Kota Medan terus berupaya memperbaiki sarana lalu lintas di kota Medan. Salah satu upaya mengatasi kemacetan yang nyaris stagnan yakni melalui angkutan massal dengan layanan Buy The Service (BTS).

Untuk mewujudkan program itu Plt Walikota Medan Ir Akhyar Nasution telah melakukan kerjasama dengan Kementerian Perhubungan melalui Dirjen angkutan darat RI. Ke dua lembaga itu melakukan penandatangan nota kesepahaman program Buy The Service (BTS) dan Bus Rapid Transit (BRT), Jumat (6/12/2019) di Hotel Aryaduta Jakarta.

Menurut Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution MSi usai melakukan penandatangan nota kesepahaman program Buy The Service (BTS).Dengan kehadiran sistem itu, diharapkan angkutan umum yang ada di perkotaan khususnya Kota Medan lebih dapat memenuhi kebutuhan serta keinginan masyarakat serta dapat mengurangi kemacetan yang ada di Kota Medan.

Pemko Medan siap membangun serta mewujudkan angkutan massal yang ada di kawasan perkotaan Kota Medan dengan skema pembelian layanan. Dengan adanya penandatanganan ini, Pemko Medan nantinya dapat menghadirkan angkutan yang dapat memenuhi kebutuhan masyarakat Kota Medan,” ungkap Akhyar.

Ditambahkan pada Tahun 2020, kota Medan akan hadir angkutan massal dengan skema pembelian layanan. Untuk tahun 2020, ada 5 titik koridor yang akan dilayani angkutan massal di kota Medan dengan pusat daerah lapangan Merdeka.

Ditambahkan Akhyar, Pemko Medan akan terus mengembangkan pelayanan transportasi yang memadai mulai dari layanan angkutan moda transportasi massal BRT ataupun LRT demi memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Pemko Medan juga tengah berupaya mengembangkan pelayanan transportasi yang ada di Kota Medan baik dari pelayanan BRT ataupun LRT nantinya sesuai dengan kebutuhan masyarakat saat ini,” jelas Akhyar.

Selain Kota Medan, terdapat 5 kota lainnya yang akan menerapkan skema buy the service pada pelayanan transportasi umum diantaranya Surakarta, Denpasar-Badung, Palembang, Surabaya dan Yogyakarta. Keenam kota tersebut nantinya akan langsung mendapat bantuan Bus Rapid Transit (BRT), termasuk Provinsi Kalimantan Selatan, Provinsi Lampung, Kota Pekanbaru, akan mendapat bantuan yang sama.

Sebelumnya Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan RI Budi Setiyadi mengatakan, Kemenhub RI akan memberikan bantuan kepada program pengembangan angkutan massal di kawasan perkotaan dengan skema pembelian layanan.

“Ini bantuan yang dicanangkan pada rapat koordinasi Urban Transport yang dilaksanakan pada Februari 2019 di Kemenko Maritim. Urgensitas pembenahan transportasi merupakan hal yang mendorong terlaksananya pilot project ini, sehingga intervensi pemerintah pusat harus dilakukan,” tegas Budi Setiyadi.

Kemudian Budi Setiyadi menyatakan, hibah ini untuk digunakan menerapkan BRT dengan skema beli layanan atau BTS yang akan beroperasi pada 2020 Program ini adalah menyertai skema yang telah buat untuk lima kota besar yang buy the service, dimana hal ini untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas angkutan umum.

Budi juga menyatakan, kelima kota yang dipilih menerima dana hibah tersebut merupakan hasil seleksi yang diusulkan menjadi pilot project atau proyek percontohan program buy the service. “Sebenarnya untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas angkutan umum, kita memiliki komitmen dan konsisten, mengurangi kendaraan pribadi, kedua menyangkut kualitas udara efek rumah kaca,” paparnya. (lamru)

Advertisement