Connect with us

Nasional

Sebut Ma’ruf Amin Babi, Polisi Tangkap Ustaz Jafar Shodiq

Published

on

Ustaz Habib Jafar Shodiq saat ceramah yang menghina Wakil Presiden Ma'ruf Amin. (Foto: Screenshot dari YouTube)

Geosiar.com, Jakarta – Polisi dikabarkan telah menangkap seorang penceramah bernama Habib Jafar Shodiq atas dugaan kasus penghinaan terhadap Wakil Presiden Ma’ruf Amin, Kamis (5/12/2019) dini hari.

Ketua RT lingkungan rumah Jafar Shodiq, Witutu mengaku menyaksikan proses penangkapan pada Kamis dini hari sekitar pukul 01.00 WIB. Jafar ditangkap di kediamannya Jalan Tipar Tengah, Mekarsari, Depok, Jawa Barat.

“Malam sekitar jam satuan. Kebetulan rumahnya itu kosong, istrinya ke tempat orang tuanya dan jam tiga pengacara datang ke rumah ngambil surat penangkapan kalau nggak salah,” tutur Witutu dikutip dari Suara.com, Kamis (5/12/2019).

Menurut pengakuan Witutu, Jafar sudah menempati rumahnya itu sejak delapan bulan lalu. Namun, Jafar disebut sebagai sosok yang kurang bersosialisasi dengan warga sekitar.

“Kalau warga sih ya nggak begitu kenal masalahnya dia kurang bersosialisasi ke warga,” jelasnya.

Di sisi lain, Karopenmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Polisi Argo Yuwono saat dikonfirmasi perihal peristiwa ini menyebut bahwa pihaknya akan terlebih dahulu mengecek kabar ditangkapnya ustaz Jafar.

“Dicek dulu ya,” ujar Argo singkat.

Kasus ini berawal dari sebuah video di YouTube oleh pemilik akun yang dinamakan Channel habib ja’far shodiq bin alattas pada 30 November 2019. Dalam video itu, Habib Jafar Shodiq bin Sholeh Alattas sedang berceramah. Dalam video itu, Jafar mengisahkan Nabi Musa AS versi Islam.

“Ada seorang murid Nabi Musa AS yang ketika mendapatkan ilmu, menyebarkannya untuk duniawi. Murid Nabi Musa AS itu menjual agama demi kehidupan saat ini. Lalu dia diubah oleh Allah SWT menjadi babi,” demikian ceramah Jafar dalam video itu.

Kemudian, Jafar menjelaskan alasan Allah SWT mengubah murid Nabi Musa AS menjadi seekor babi karena telah menjual agama untuk duniawi. Lantas, dia pun mencontohkan kisah itu dengan zaman sekarang.

“Maka kalau ada zaman ustaz-ustaz sekarang andai kata ada ustaz-ustaz bayaran, ada ustaz-ustaz target yang di zaman Nabi Nuhammad SAW, hidup di zaman Nabi Musa AS sudah berubah menjadi seekor babi,” lanjutnya.

“Berarti ustaz-ustaz bayaran apa?” tanyanya kepada jemaah. “Babi,” jawab jemaah. “Saya tanya Maruf Amin babi bukan?” lanjutnya. “Babi,” jawab jemaah lagi.

Advertisement

Ekonomi

Raker dengan DPR, Sri Mulyani Paparkan Kondisi Ekonomi 2019 dan 2020

Published

on

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati

Geosiar.com, Jakarta – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengikuti rapat kerja atau raker bersama Komisi XI DPR RI pagi ini, Selasa (28/1/2020) sekitar pukul 10.00 WIB.

Di raker kali ini, Sri Mulyani memaparkan realisasi APBN tahun lalu (2019). Tak hanya itu, Sri Mulyani juga bakal memaparkan outlook perekonomian di tahun 2020 ini.

“Kami akan menyampaikan paparan sesuai agenda rapat, yakni realisasi APBN tahun dan outlook perekonomian di tahun 2020 ini,” ungkap Sri Mulyani di DPR, Jakarta, Selasa (28/1/2020).

“Kami ingin melihat dampak kondisi ekonomi global yang terjadi terhadap APBN dan ekonomi dalam negeri,” tambah Sri Mulyani.

Rapat komisi XI ini digelar secara terbuka. Kali ini Sri Mulyani didampingi jajaran eselon 1 Kementerian Keuangan.

Continue Reading

Nasional

Kejagung Gelar Perkara TPPU Kasus Jiwasraya Pekan Depan

Published

on

Ilustrasi

Geosiar.com, Jakarta – Kejaksaan Agung (Kejagung) kini sedang mendalami bukti-bukti yang berkaitan dengan dugaan kasus Jiwasraya. Rencananya, hasil penyidikan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) kasus itu disampaikan pekan depan pada gelar perkara.

Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung Febrie Adriansyah mengungkapkan, dugaan TPPU salah satunya dengan mengalihkan uang hasil korupsi untuk membangun bisnis properti.

“TPPU sudah kami kaji minggu depan kita putuskan pada gelar perkara,” ucap Febri di Gedung Bundar Kejagung, Senin (27/1/2020) malam.

Dirinya mengatakan, tersangka Komisaris PT Hanson Benny Tjokrosputro membangun apartemen sebanyak 500 unit bekerja sama dengan perusahaan milik Tan Kian, Duta Regency Kuningan. Kejagung menduga tanah yang dipakai untuk membangun apartemen tersangkut hasil tindak pidana korupsi Jiwasraya.

“Kami ingin tahu. Kalau itu hasil korupsi menjadi hak negara maka seharusnya dikembalikan,” katanya.

Kejagung sudah memeriksa Tan Kian untuk memastikan sumber uang yang digunakan membangun apartemen tersebut. Tan Kian masuk dalam daftar 14 orang yang diperiksa Kejagung, Senin (27/1/2020).

Dirinya diperiksa selama 13 jam, dicecar sejumlah pertanyaan oleh penyidik Kejagung. Tan Kian keluar dari ruangan pemeriksaan tim penyidik JAM Pidsus Kejagung sekira pukul 22.00 WIB.

Continue Reading

Nasional

Pemerintah Belum Evakuasi WNI dari Wuhan, Ini Alasannya

Published

on

Ilustrasi

Geosiar.com, Jakarta – Pelaksana Tugas Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (kemenlu), Teuku Faizasyah, mengatakan pemerintah bakal mengevakusi WNI yang ada di kota-kota terkontaminasi virus Corona di Cina, seperti Wuhan. Akan tetapi strategi ini masih tergantung kebijakan dari pemerintah Cina.

“Tergantung pemerintah RRT bisa memberikan pertimbangan-pertimbangan dan saran tindakan evakuasi tersebut. Apakah bisa evakuasi langsung kembali ke negara, atau harus di wilayah Tiongkok sendiri,” ujar Faizasyah pada konferensi pers di Ruang Palapa, Gedung Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Senin (27/1/2020).

Sembari menunggu keputusan dari Cina, pemerintah mengaku telah menyiapkan sejumlah mekanisme evakuasi.

“Kami melihat sejauh mana terbuka ruang untuk evakuasi itu, tapi sekarang isolasi masih dilakukan. Maka yang bisa dilakukan oleh negara manapun adalah melakukan kesiapan teknis,” ucapnya.

Faizasyah mengatakan, Kementerian Luar Negeri bersama Kementerian Kesehatan dan kantor-kantor perwakilan Indonesia di luar negeri sudah mengadakan rapat mengenai isu virus Corona ini. Salah satu materi pembahasan soal evakuasi WNI.

Ia menyatakan bahwa pemerintah Indonesia serta negara lain seperti Amerika dan Perancis sudah menyampaikan keinginannya pada pemerintah Cina untuk mengevakuasi warganya.

“Kami terus bangun komunikasi dengan Tiongkok baik (pemerintah) pusat maupun provinsi,” tuturnya.

Ia melanjutkan, jika ada kesempatan evakuasi, WNI di Cina bisa dipindahkan ke wilayah lain yang tidak terpapar. Cara lainnya adalah dengan langsung kembali ke Indonesia.

“Namun semuanya tentunya berpulang pada konfirmasi dari pihak Tiongkok bahwa evakuasi bisa dilakukan,” ucap dia.

Menurut informasi dari pemerintah Cina, per 26 Januari pukul 13.48, sudah ada 29 dari 31 provinsi di Cina yang terjangkit virus Corona. Jumlah pasien yang terinfeksi virus Corona mencapai 2.762 orang. Sedangkan yang diduga terinfeksi 5.764 pasien. Virus Corona ini sudah menewaskan 80 orang.

Warga negara Indonesia (WNI) yang tinggal di daerah karantina mencapai 243 orang dan mayoritas kalangan mahasiswa. Mereka tersebar di Wuhan, Xianning, Huangshi, Jingzhou, Xiangyang, Enshi, dan Shiya.

Continue Reading
Advertisement

BERITA NASIONAL

Advertisement

Trending

Alamat Redaksi : Jl. Mataram No. 21 Gedung Catolic Center Lt 2 Medan – Sumatera Utara, Telp. +626180514970 Email : geosiar.com@gmail.com Copyright © 2017-2018 Geosiar.Com