Connect with us

Sumut

Hasil Autopsi Ungkap Hakim Jamaluddin Meninggal 20 Jam Sebelum Ditemukan

Published

on

Penemuan mayat hakim Pengadilan Negeri Medan, Jamaluddin di kebun sawit mili warga, Jumat (29/11/2019). (Foto: dok. istimewa)

Geosiar.com, Medan – Polisi mengungkap fakta baru berdasarkan hasil autopisi atas kasus kematian Hakim Pengadilan Negeri Medan Jamaluddin. Kapolda Sumatera Utara (Sumut) Irjen Agus Andrianto mengatakan bahwa korban diduga meninggal 12-20 jam sebelum ditemukan warga pada Jumat (29/11/2019).

Dijelaskan Agus, kondisi jasad korban saat ditemukan sudah mengalami proses pembusukan. Artinya, korban meninggal antara 12 sampai 20 jam sebelum ditemukan.

“Karena sudah lewat meninggal, kaku, udah lemas kembali, kemudian lembab kembali, dan arah kepada pembusukan,” ungkap Agus saat dikonfirmasi di Mapolda Sumut, Rabu (4/12/2019).

Terkait pelaku pembunuhan, Agus menegaskan pihaknya tak mau gegabah untuk menetapkan seseorang sebagai tersangka. Namun dipastikannya, Tim Polda Sumut dan Polrestabes Medan akan terus melakukan penyelidikan dan pendalaman kasus ini.

“Kita mau menduga orang sebagai pelaku itu kan enggak boleh gegabah. Dalami semuanya alibi, kita periksa semua alat bukti yang ada. Mohon doa restu agar kasus ini segera terungkap,” pungkasnya.