Connect with us

Sumut

Pemko Medan Pastikan Stok Bahan Pokok Aman Menyambut Natal dan Tahun Baru

Published

on

Medan, Geosiar.com – Menyambut hari besar keagamaan Natal dan Pergantian Tahun Baru, Pemko Medan melalui Dinas Ketahanan Pangan Kota Medan memastikan stok bahan pokok di Kota Medan stabil dan memadai untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Kota Medan.

Hal ini disepakati dalam rapat Koordinasi Satgas Pangan Kota Medan di Ruang Rapat III Kantor Wali Kota Medan, Selasa (3/12/2019). Rapat Koordinasi ini digelar guna mengevaluasi ketersediaan stok  sembako yang ada di Kota Medan serta menyusun strategi Tim Satgas Pangan untuk mencegah lonjakan harga khususnya menjelang hari besar keagamaan.

Kadis Ketahanan Pangan Kota Medan selaku Sekretaris Tim Satgas Pangan Emilia Lubis memaparkan sembako yang menjadi kebutuhan dasar warga Medan untuk 3 bulan mendatang cukup bahkan pada bahan-bahan tertentu stok yang tersedia banyak hingga dapat mencukupi kebutuhan 1 tahun ke depan. Kepastian tersebut, tegas Emil berdasarkan pemantauan lapangan terhadap sejumlah distributor sembako di Kota Medan.

“Setelah Tim Satgas Pangan melakukan pengecekan lapangan untuk memantau stok yang ada beredar di distributor. Dengan begitu kita dapat memastikan bahwa stok bahan pokok untuk warga Medan tergolong cukup,” ujarnya.

Walaupun begitu, Emilia juga menyampaikan bahwa Tim Satgas Pangan tetap akan terus memantau fluktuasi harga bahan pokok yang beredar di pasar khususnya tradisional yang ada di Kota Medan, sehingga dapat mencegah para pedagang untuk memainkan harga dan memanfaatkan momentum hari besar keagamaan dan menjelang tahun baru.

“Insya Allah, Tim Satgas Pangan juga akan turun memantau harga bahan pokok pada dalam waktu dekat ini guna mengecek kestabilan harga dan stok yang ada di distributor maupun di pasar jelang Natal dan Tahun Baru,” ungkapnya.

Dalam rapat itu, Emilia secara rinci memaparkan ketersediaan bahan pokok di Kota Medan diantaranya, untuk gula, jelas Emilia, tersedia 2.600,00 ton, sedangkan kebutuhan 1.429,85 ton. Artinya Kebutuhan Gula untuk 1 Tahun adalah cukup, dengan harga Rp 12.500 s/d Rp 13.000/ Kg. Kemudian untuk Kebutuhan Minyak Goreng tersedia 48.630,00 ton, sedangkan untuk Kebutuhan sekitar 3.090,14 ton. Artinya Kebutuhan Minyak Goreng untuk 1 Tahun adalah cukup, dengan harga Rp 11.000 s/d Rp 13.000/ Kg.

Selanjutnya untuk kebutuhan Bawang Merah, tambah Emilia, tersedia 110,00 ton, untuk kebutuhan sebanyak 19,20 ton. Sebab, pasokan Bawang Merah tergantung dari luar kota, dengan harga berkisar mulai Rp 27.000 s/d Rp 30.000/ Kg. Sedangkan untuk Kebutuhan Cabai Merah memiliki persediaan mencapai 25,00 ton, untuk Kebutuhan sebesar 17,55 ton. Untuk pasokan Cabai Merah tergantung dari luar kota, dengan harga mencapai Rp 24.000 s/d Rp 26.000/ Kg. Selain itu, untuk Kebutuhan Daging Sapi tersedia 478,00 ton, untuk Kebutuhan sebesar 290,08 ton. Untuk pasokan Daging Sapi tergantung dari luar kota, dengan harga mencapai Rp 110.000 s/d Rp 115.000/ Kg.

Sekaitan dengan hal tersebut, Kasat Intel selaku Ketua satgas pangan Masana Sembiring juga menyampaikan ketersediaan bahan sembako yang tergolong cukup tadi harus tetap mendapat pantauan dari satgas pangan yang akan turun ke lapangan beberapa waktu mendatang.

“Ketersediaan bahan pangan yang ada di distributor saja tidak cukup jika masih ada penumpukan pada distributor dan beberapa pengecer dipasar. Untuk mencegah hal tersebut Satgas Pangan akan terus melakukan pemantauan dalam waktu dekat ini,” ungkap Sembiring. (lamru)

Advertisement

Sumut

Wabup Sergai Tekankan Penanaman Ideologi Pancasila Sejak Dini

Published

on

Seminar Nasional Kita Pancasila di objek wisata Pantai Woong Rame, Kecamatan Pantai Cermin, Sabtu (14/12/2019). [Foto: art/geosiar.com]

Geosiar.con, Sergai – Seiring dengan lajunya modernisasi dan perkembangan teknologi informasi yang semakin kompleks dan memberikan kemudahan bagi kehidupan manusia, berbagai pengaruh negatif juga terdapat di dalamnya. Misalnya, semakin maraknya penyalahgunaan dan peredaran narkoba, perkelahian antarpelajar dan berbagai kasus lainnya.

“Maka, kita perlu untuk menangkal terjadinya degradasi moral anak bangsa ini, diperlukan adanya penanaman ideologi Pancasila sejak dini dalam mencegah paham radikalisme dan intoleransi,” demikian disampaikan Wakil Bupati Serdang Bedagai, H. Darma Wijaya, saat menghadiri Seminar Nasional Kita Pancasila di objek wisata Pantai Woong Rame, Kecamatan Pantai Cermin, Sabtu (14/12/2019).

Menurut Darma, setiap generasi merupakan masyarakat baru yang harus memperoleh pengetahuan, mempelajari keahlian dan mengembangkan karakter atau watak publik maupun pribadi yang sejalan dengan demokrasi.

“Sikap mental ini harus dipelihara dan dipupuk melalui perkataan dan pengajaran serta kekuatan keteladanan”, lanjutnya.

Oleh karena itu, dia menegaskan agar dilakukannya pembinaan terhadap generasi muda untuk menjadi warga negara yang baik. Sebab, merupakan tugas yang sangat penting dari pengembangan warga negara yang bertanggung jawab, efektif dan terdidik. 

“Untuk kita ketahui bersama, bahwa penanaman ideologi Pancasila sejak dini dalam mencegah paham radikalisme dan intoleransi perlu dilaksanakan sejak dini kepada para generasi muda penerus bangsa,” tambahnya.

Semakin kuat dan kokohnya pemahaman tentang penanaman ideologi Pancasila sejak dini dalam mencegah paham radikalisme dan intoleransi, tegasnya, akan menjadi benteng kokoh dari pengaruh pengarusutamaan negatif yang ditimbulkan dari perkembangan teknologi dan informasi tersebut.

Sebagai informasi, kegiatan ini juga dihadiri Kapolda Sumatera Utara yang diwakili Kasubdit IV Dit Intelkam Polda Sumut AKBP Ahyan, Anggota Dewan Pengarah Pangan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Republik Indonesia Romo Beni, Founder Rumah Aspirasi Milenial (RAM) Elvi Yuliana Napitupulu, Tuan Guru Batak Dr. H. Ahmad Sabbang El Rahmany Rajagukguk, MA.

Kemudian, anggota DPRD Sergai, Pimpinan OPD Sergai, serta ribuan peserta yang merupakan pelajar dari berbagai SMA se-Sergai.(art)

Continue Reading

Sumut

Hj Fitriani Manurung Hadiri Natal Generasi Muda Patambor Medan, Sampaikan Harapannya

Published

on

Medan, Geosiar.com – Tokoh akademisi Hj Ftriani Manurung S.Pd, M.Pd mengaku sangat bahagia dan terharu bisa bertemu dengan orang tua dan saudara saudaranya yang bergabung di kumpulan Pomparan Raja Toga Manurung Dohot Boruna (Patambor) Cabang Kota Medan. Tanpa membedakan keyakinan, keturunan Raja Toga Manurung terbukti dapat bersatu menjungjung tinggi budaya dan adat Batak.

“Saya senang bisa kumpul dengan keluarga di Patambor sebagai wadah pemersatu keturunan Raja Toga Manurung. Sehingga, kaum mileniel yang tidak paham tarombo (silsilah tutur turunan) bisa gabung di kumpulan Patambor ini,” aku Fitriani Manurung saat menghadiri perayaan natal Generasi Muda Patambor Indonesia, di Wisma permata Griya Jl Pelajar Medan, Minggu (15/12/2019).

Disampaikan Fitriani Manurung, sangat merasa bersyukur dapat berjumpa dengan keluarga besar Manurung di Patambor. “Di usia kecil, saya sudah ditinggal ayah tencinta dan saya belum sempat belajar Tarombo. Selama ini saya terus mencari siapa yang bisa menjadi orang tua saya yang bisa mengajarkan ku Tarombo dan budaya. Tapi saat ini saya mendapat kesempatan, saya sangat senang bisa ketemu dengan orang tua dan saudara saudara saya,” ujar Firiani Manurung.

Pada kesempatan itu Fitriani Manurung berharap agar orang tua dan saudaranya dapat mengajarkan tarombo dan budaya batak. “Saya berharap orang tua saya di Patambor ini dapat mengajari dan membimbing saya,” pinta Fitriani.

Disampaikan Fitriani Manurung yang juga menjabat Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Medan itu, perayaan Natal Gnerasi Muda Patombar Indonesia Cabang Kota Medan harus mampu menjadi wadah edukasi bagi warga gereja dan sekitar. “Membina kerukunan dalam keberagaman adalah menjadi dasar dan yang utama di negara kesatuan Republik Indonesia,” sebutnya.

Ditambahkan, para kaum milenial diharapkan mampu memberikan pemahaman akan pentingnya membina kebersamaan dalam keberagaman. “Bangsa kita bangkit dari latarbelakang keberagaman, ada suku yang berbeda, agama yang berbeda, ras dan bahasa dan budaya masing-masing daerah yang berbeda, tetapi itu akan menjadi pemersatu kitan” ujarnya.

Masih dalam sambutannya, hikmah perayaan Natal Generasi Muda Patombar Indonesia harus disyukuri dengan membawa semangat damai Natal dengan membangun kebersamaan dan toleransi antar sesama, baik di lingkungan jemaat termasuk di lingkungan masyarakat pada umumnya.

“Sudah saatnya pemuda-pemudi mengimplentasikan semangat kasih Natal dalam tema yang “Naposo Nagabe Sitiruon” ini. Sungguh makna ini sangat mendalam, khususnya mendukung tumbuh kembang iman, utamanya para kaum muda. Pemberdayaan peran, pemuda pemudi sebagai basis pembangunan masyarakat,” ucapnya.

Pada perayaan Natal Generasi Muda Patambor Indonesia tersebut dihadiri Ketua DP Patambor Cabang Medan Jannes Manurung dan beberapa pengurus. Juga dihadiri ratusan generasi muda. (lamru)

Continue Reading

Sumut

Natal Keluarga Besar Lapas Tebing Tinggi Meriah

Published

on

Perayaan Natal Keluarga Besar Lembaga Pemasyarakatan Tebing Tinggi di Jalan Pusara Pejuang, Kelurahan Rambung, Sabtu (14/12). (Foto: ahs/geosiar.com)

Geosiar.com, Tebing Tinggi – Perayaan Natal Keluarga Besar Lembaga Pemasyarakatan Tebing Tinggi di Jalan Pusara Pejuang, Kelurahan Rambung, berlangsung sangat meriah dengan dihadiri ratusan undangan dan warga binaan, Sabtu (14/12/2019).

Dalam kotbahnya, Ev Medi Sabar Ziliwu, mengatakan berdasarkan Yohannes 15 : 14-15 ‘Tidak ada kasih yang lebih besar daripada kasih seseorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya merupakan hal yang dinantikan setiap umat’.

Lebih jauh, pengkotbah dari Yayasan Pekabaran Injil ini mengatakan bahwa mereka hadir juga dipelayanan setiap hari senin di Lapas sehingga sangat dekat dengan warga binaan.

Sementara itu, Kepala Lembaga Permasyarakatan (Kalapas) Tebing Tinggi, Theo Adrianus Purba Amd IP SH MH  didampingi Kepala Pengamanan Lembaga Permasyarakatan (KPLP), Krisman Ziliwu SH  mengapresiasi kinerja panitia natal yang dipimpin oleh Ziko Lukita Manalu SH selaku ketua dan Eduard N Bangun selaku sektetaris, serta Rudi Purba SH selaku bendahara.

“Panitia Natal tahun ini dan sudah saya ikuti untuk kedua kalinya sejak bertugas di Tebing Tinggi sangat luar biasa suksesnya,” puji Kalapas.

Tampak hadir dalam undangan itu di antaranya Edwin Tobing mewakili Kejaksaan, Suster Beti, Wardi dari Budha Suci, dari Polres  Tebing Tinggi AKP P Manurung, Kapten Budiono mewakili Dandim 0204.

Natal ini juga dimeriahkan dengan penampilan Trio Purba dengan membawakan lagu Monang Do Au, Koor Pegawai dan Warga Binaan, serta liturgi baik dari anak pegawai dan seluruh keluarga yang menambah semarak natal.

Continue Reading
Advertisement

BERITA NASIONAL

Advertisement

Trending

Alamat Redaksi : Jl. Mataram No. 21 Gedung Catolic Center Lt 2 Medan – Sumatera Utara, Telp. +626180514970 Email : geosiar.com@gmail.com Copyright © 2017-2018 Geosiar.Com