Connect with us

Sumut

Oknum PNS Simalungun Divonis 2 Tahun Akibat Pemalsuan Akta Tanah

Published

on

Mariadi (56), divonis hukuman 2 tahun dan 3 bulan penjara akibat kasus pemalsuan akta tanah oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Tebing Tinggi, Senin (2/12/2019). [Foto: dok. Geosiar.com]

Geosiar.com, Tebing Tinggi – Oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kantor Camat Gunung Malela, Kabupaten Simalungun, Mariadi (56), divonis hukuman 2 tahun dan 3 bulan penjara  setelah dinyatakan bersalah karena melakukan pemalsuan surat tanah oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Tebing Tinggi, Senin (2/12/2019). Mariadi dituntut sebagaimana dalam pasal 263 KUHPidana.

Warga Huta III Bandar Siantar, Kecamatan Gunung Malela, Kabupaten Simalungun itu harus mempertanggungjawabkan perbuatannya karena terbukti melakukan pemalsuan surat tanah sehingga merugikan Koperasi Kredit (Kopdit) CU Hidup Baru Kota Tebing Tingg.

Ketua Kopdit CU Hidup Baru, Alex Harianja, mengapresiasi keputusan Hakim PN Tebing Tinggi yang memberikan putusan hukuman yang setimpal dengan perbuatan Mariadi yang menyebabkan kerugian pada CU Hidup Baru Rp15 juta. 

“Putusan itu tentu akan memberikan efek jera apalagi Mariadi adalah seorang PNS yang harusnya mempunyai akhlak terpuji namun sebaliknya melakukan kejahatan yang tidak hanya merugikan dan meresahkan masyarakat namun juga menciderai dan mempermalukan profesi jabatan PNS di Urusan Pemerintahan di Kantor Camat Gunung Malela, Kabupaten Simalungun,” ujar Alex Harianja saat ditemui usai persidangan, Senin (2/12/2019).

Ditambahkan Alex, Mariadi juga merupakan anggota Kopdit CU Hidup Baru yang meminjam uang dari koperasi itu senilai Rp 15 juta pada 2013 lalu. Sewaktu meminjam, Mariadi menitipkan surat tanah yang setelah diuji oleh Polda Sumut ternyata surat tanah tersebut palsu alias tanpa seizin Pemerintah Simalungun.

Merasa tertipu, Kopdit CU Hidup Baru secara resmi melaporkan Mariadi ke Polres Tebing Tinggi pada 2017 lalu. Sebelumnya, Jaksa Penuntut Hukum Kota Tebing Tinggi Sai Sintong Purba SH menuntut terdakwa dengan hukuman 4 tahun penjara. (ahs)