Connect with us

Politik

Demokrat Pertahankan Masa Jabatan Presiden Dua Kali Sesuai UU

Published

on

Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Demokrat Didi Irawadi

Geosiar.com, Jakarta – Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Demokrat Didi Irawadi menyebut partainya bakal mempertahankan dua kali masa jabatan presiden 2×5 tahun, sebagaimana diatur dalam undang-undang.

“Pokoknya bagi Demokrat, kekuasaan presiden dua kali masa jabatan, 2×5 tahun sebagaimana amanah Undang-Undang dan itu akan kami jaga dan pertahankan,” ungkap Didi di Kompleks DPR RI, Jakarta, Selasa (3/12/2019).

Menurut Didi, jika amendemen UUD 1945 mengubah masa jabatan presiden menjadi tiga periode, berarti bertentangan dan mengkhianati semangat dan cita-cita reformasi yang dibangun dengan susah payah sejak 1998.

“Demokrat menentang ini dan menolak wacana penambahan masa jabatan presiden,” tegasnya.

Ia yakin dalam demokrasi yang baik masa kekuasaan presiden perlu dibatasi. Tak boleh seorang presiden berkuasa terlalu lama. ”

Menurut Didi, wacana amendemen UUD 1945 tidak benar jika mengarah pada pemilihan presiden dikembalikan kepada Majelis Permusyawaratan Rakyat. Ia mengatakan mengembalikannya kepada pemilihan presiden kepada MPR berarti mengambil hak rakyat yang memilih langsung sejak Pemilu 2004.

“Kalau kembali dipilih MPR, sangat mungkin ada agenda terselubung di balik ini.”

Didi menjelaskan, siapa pun dia, tujuan menambah masa jabatan presiden adalah untuk melanggengkan kekuasaan.

“Jangan pernah hal-hal yang sudah maju di dalam berdemokrasi dibikin mundur,” kata Didi.