Connect with us

Sumut

Polisi Interogasi Asisten Hakim Jamaluddin

Published

on

Humas PN Medan Erintuah Damanik (kiri) di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Senin (2/12/2019). (Foto: ANTARA/Nur Aprilliana Br Sitorus)

Geosiar.com, Medan – Polisi masih terus melakukan penyelidikan atas kasus kematian Hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan, Jamaluddin, yang diduga menjadi korban pembunuhan. Salah satunya dengan melakukan pemeriksaan kepada sejumlah saksi.

Terbaru, polisi dikabarkan memeriksa salah satu asisten dari mendiang Jamaluddin. Hal itu disampaikan oleh Humas PN Medan Erintuah Damanik.

“Tadi malam salah satu asisten dari beliau (Jamaluddin) menghubungi saya untuk memberitahukan dia dipanggil polisi. Tadi pagi waktu bertemu katanya dia sudah dipanggil secara resmi oleh pihak kepolisian,” ujar Erintuah saat ditemui di PN Medan, Senin (2/12/2019) siang.

Namun, Erintuah enggan membagi informasi siapa nama asisten yang dipanggil oleh pihak kepolisian untuk dimintai keterangan tersebut.

“Katanya dia dipanggil oleh pihak kepolisian untuk diinterogasi seputar keseharian Jamaluddin semasa hidup,” jelasnya.

Secara kebetulan, Erintuah mengaku dirinya bertemu dengan Kasubdit Reskrim pagi tadi. Kasubdit membenarkan bahwa yang bersangkutan sudah dipanggil oleh pihak kepolisian.

“Secara informal kita tadi dibelakang ada bicara-bicara dengan Kasubdit untuk mendapatkan informasi, seputar kehidupan Jamaluddin di PN Medan,” tandasnya.

Seperti diketahui, Jamaluddin ditemukan tak bernyawa pada kursi belakang mobil mobil Toyota Land Cruiser Prado nomor polisi BK 77 HD warna hitam di sebuah jurang di Dusun II Namo Rindang, Desa Suka Dame, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang, Jumat siang.

Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto menduga kuat Hakim Pengadilan Negeri Medan Jamaluddin dibunuh oleh orang dekat. Hal itu dikuatkan dari hasil penyelidikan dan penyidikan dari tim gabungan Polda Sumatera Utara dan Polrestabes Medan, di mana barang-barang berharga korban tidak ada yang hilang mulai dari kalung, cincin, hingga jam masih menempel di badan korban.