Connect with us

Dunia

Demonstran Hong Kong Ucapkan Terima Kasih pada AS

Published

on

Demonstrasi di Hong Kong

Geosiar.com, Hong Kong – Para demonstran pro-demokrasi Hong Kong berterima kasih atas dukungan Amerika Serikat (AS) untuk gerakan mereka. Sikap tersebut ditunjukkan dalam salah satu dari tiga unjuk rasa anti-pemerintah yang berlangsung di tempat terpisah di Hong Kong, Minggu (1/12/2019).

Demonstran pro-demokrasi Hong Kong melakukan tekanan terhadap pemerintah dengan mengadakan tiga demonstrasi terpisah di seluruh kota. Di salah satu lokasi, ratusan orang, termasuk para manula membawa bendera AS, saat mereka berbaris ke konsulat Amerika Serikat untuk menyatakan terima kasih atas undang-undang yang bertujuan melindungi hak asasi manusia di Hong Kong yang ditandatangani Presiden AS Donald Trump.

Sejumlah demontran tampak mengenakan topi dan T-shirt bergambar logo Trump. Sejumlah pengunjuk rasa lainnya juga terlihat membentangkan spanduk yang menggambarkan presiden AS berdiri mengangkangi tank dengan bendera AS di belakangnya. Spanduk lain bertuliskan: “Presiden Trump, tolong bebaskan Hong Kong”.

“Terima kasih, Presiden Trump, untuk hadiah besar Anda ke Hong Kong dan Tuhan memberkati Amerika,” teriak pembicara yang memegang mikrofon saat ia berbicara kepada orang banyak di awal aksi demo.

Seperti dilansir Al Jazeera, aksi demonstrasi di Kowloon dimulai di terminal Star Ferry dan berakhir di dekat Universitas Politeknik. Sebelumnya di akhir pekan lalu, ratusan demonstran, termasuk sejumlah keluarga dengan anak-anak mereka, berbaris di jalan-jalan Hong Kong untuk memprotes penggunaan gas air mata oleh polisi.

Selain membawa balon kuning, para demonstran juga mengibarkan spanduk bertuliskan: “Tidak ada gas air mata, selamatkan anak-anak kita”. Para demonstran berjalan melalui distrik pusat bisnis kota menuju markas pemerintah di pulau utama Hong Kong.

Dunia

Vietnam Temukan Dua Orang Terinfeksi Virus Corona

Published

on

wabah virus corona di china (AFP)

Geosiar.com, Hanoi – Dua warga di Negara Cina yang tinggal di Vietnam dinyatakan positif terserang virus corona atau virus mirip SARS. Kini korban tengah dirawat di rumah sakit.

Lelaki Cina yang tinggal di ibu kota Ho Chi Minh terinfeksi virus Corona oleh ayahnya yang melakukan perjalanan dari kota Wuhan, Cina, yang menjadi pusat penyebaran penyakit ini, ke Vietnam pada 13 Januari 2020.

Sang ayah kemudian dirawat di rumah sakit pada 17 Januari usai mengalami demam tinggi selama beberapa hari sebelum putranya juga menunjukkan gejala yang sama menurut pejabat kesehatan.

Keduanya dinyatakan positif terjangkiy virus corona. Virus baru itu telah menewaskan 25 orang di China dan menginfeksi lebih dari 570 orang.

“Para pasien telah menunjukkan tanda-tanda pemulihan yang baik, demam mereka telah berkurang dan mereka dapat makan sekarang,” ujar Dokter Nguyen Ngoc Sang pada Kamis kemarin seperti dikutip Channel News Asia.

Wakil menteri kesehatan Vietnam mendesak semua tindakan pencegahan dilakukan untuk menghindari penyebaran lebih lanjut.

“Kami harus segera menguji setiap kasus yang dicurigai sehingga kami dapat mendeteksi penyakit ini lebih cepat. Kami tidak ingin itu menyebar ke publik,” ungkap Nguyen Truong Son pada pertemuan yang dihadiri oleh wartawan.

Diketahui, Vietnam berbagi perbatasan panjang yang rentan dengan Cina dan menyambut jutaan pengunjung setahun dari negara tetangga utara itu.

Sejumlah negara seperti Jepang, Hong Kong, Makau, Korea Selatan, Taiwan, Thailand, Singapura, dan Amerika Serikat juga sudah melaporkan kasus-kasus virus Corona, yang terkonfirmasi pertama kali muncul di Wuhan, Cina, pada 31 Desember lalu.

Continue Reading

Dunia

Amerika Serikat Larang Masuk Warga Iran dengan Visa Dagang dan Investasi

Published

on

Amerika Serikat mulai Kamis, 23 Januari 2020 memberlakukan larangan masuk warga Iran pemegang visa perdagangan maupun investasi (today.line.me)

Geosiar.com, Internasional – Amerika Serikat (AS) memberlakukan larangan masuk warga Iran pemegang visa perdagangan maupun investasi. Larangan tersebut berlaku mulai Kamis (23/1/2020).

Dikutip dari reuters, visa E-1 dan E-2 memperbolehkan warga dari negara-negara lain untuk masuk AS demi melakukan perdagangan internasional atau investasi dalam jumlah besar.

Akibat sanksi terbaru AS ini, Iran dilarang memiliki visa E-1 dan E-2 untuk masuk AS. Belum diketahui pasti berapa banyak warga Iran yang terkena dampak dari sanksi itu.

Sanksi ini adalah rangkaian dari keluarnya AS dari perjanjian nuklir dengan Iran yang ditandatangani pada tahun 2015. Presiden Donald Trump keluar dari perjanjian itu pada Mei 2018.

Permusuhan AS dan Iran memuncak usai pasukan AS membunuh Komandan pasukan Garda Revolusi, Jenderal Qassem Soleimani pada 3 Januari 2020.

Iran membalas pembunuhan orang nomor dua paling berkuasa di negara itu dengan menembaki puluhan rudal ke dua pangkalan militer AS di Irak.

Continue Reading

Dunia

Virus Corona Mewabah di China, Korban Tewas Sudah 17 Orang

Published

on

Geosiar.com, China – Virus baru mirip flu bernama Corona kini tengah mewabah di China. Kini korban tewas akibat virus ini sudah mencapai 17 orang pada Rabu (22/1/2020) waktu setempat. Perkembangan ini meningkatkan kekhawatiran global terhadap infeksi yang diduga dari binatang tersebut.

Virus corona muncul dari puat kota Wuhan dengan berbagai kasus yang terdeteksi hingga Amerika Serikat (AS). Para pejabat yakin, virus itu berasal dari pasar tempat binatang liar diperdagangkan secara ilegal.

“Korban tewas terbaru di provinsi Hubei telah meningkat menjadi 17 orang pada Rabu (22/1),” ujar pernyataan pemerintah provinsi Hubei di televisi nasional (Hubei memiliki ibu kota provinsi Wuhan).

Beberapa jam sebelumnya, pejabat menyatakan jumlah korban tewas ada sembilan orang yang semuanya di Wuhan serta lebih dari 470 kasus di China.

Berbeda dengan kerahasiaan selama wabah Sindrom Pernapasan Akut Parah (SARS) pada 2002-2003 yang menewaskan hampir 800 orang, kali ini China memberikan informasi terbaru secara rutin untuk meredam kepanikan saat jutaan orang di dalam dan luar negeri melakukan mudik liburan Tahun Baru Imlek.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memulai rapat darurat untuk menetapkan apakah wabah itu sebagai darurat kesehatan global.

Setelah para pejabat meminta publik tetap tenang, banyak warga China yang membatalkan perjalanan mudik, membeli masker wajah, menghindari tempat publik seperti bioskop dan pusat perbelanjaan, dan memainkan game simulasi wabah online atau menonton film bencana “The Flu”.

“Cara terbaik mengalahkan ketakutan adalah menghadapi ketakutan,” ujar seorang pengguna Weibo, aplikasi mirip Twitter di China.

Wabah itu kini sudah menyebar hingga ke Thailand, AS, Taiwan, Korea Selatan serta Jepang.

Continue Reading
Advertisement

BERITA NASIONAL

Advertisement

Trending

Alamat Redaksi : Jl. Mataram No. 21 Gedung Catolic Center Lt 2 Medan – Sumatera Utara, Telp. +626180514970 Email : geosiar.com@gmail.com Copyright © 2017-2018 Geosiar.Com