Connect with us

Sumut

Rosan: Hanya ada satu KADIN, Teken MoU dengan DPD RI dan Menteri BUMN

Published

on

Medan, Geosiar.com – Rapat pimpinan nasional (Rapimnas) 2019 Kamar Dagang Industri (Kadin) Indonesia pada Jumat 29 November 2019, di The Westin Resort Nusa Dua, Bali dibuka oleh Wakil Presiden RI, Prof. DR. KH. Ma’ruf Amin berlangsung sukses.

Acara itu juga dihadiri Puan Maharani, Ketua DPRRI, La Nyalla M. Mattaliti, Ketua DPD RI, Airlangga Hartarto, Menko Ekonomi, Erick Thohir, Menteri BUMN dan sembilan gubernur serta beberapa Bupati/Wali Kota di Indonesia. Salah satu hasil Rapimnas yakni memastikan hanya ada satu KADIN yang diakui pemerintah yakni pimpinan Rosan P Roeslani.

“Organisasi Kamar Dagang Industri (KADIN) hanya ada satu yang diakui oleh Presiden RI dan jajaran pemerintahan pusat sampai daerah”, ujar Wakil Ketua Umum Bidang Logistik dan Supply Chain Kamar Dagang Industri (KADIN) Sumatera Utara Hendrik H Sitompul kepada wartawan di Bandara Kuala Namu Internasional (KNIA) Deli Serdang setiba dari Bali, Minggu (1/12/2019).

Disampaikan Hendrik, salah satu isu yang hangat dibahas peserta Rapimnas yakni eksistensi Kadin sebagai mitra sejajar pemerintah untuk semua tingkatan. “Baik Kadin pusat, Kadin tingkat provinsi maupun Kadin tingkat kabupaten/kota, yang beberapa waktu belakangan ini diganggu oleh munculnya pihak-pihak yang mengatasnamakan organisasi maupun simbol yang sama dengan Kadin,” ujar Hendrik.

Pada kesempatan itu tambah Hendrik, Ketua Umum Kadin Rosan P Roeslani didampingi Anindya N Bakrie selaku Waketum Kadin Indonesia Bidang OKK dan para Ketum Kadin Provinsi se Indonesia, Rosan menjelaskan hanya ada satu Kadin.

Lalu Rosan P Roeslani menjawab isu yang selama ini membingungkan sebagian kecil stakeholder. Wajah penuh senyum dengan gestur santai sembari menjabarkan dengan fakta-fakta yang real.

Ditambahkan Hendrik mengulangi pernyataan Rosan, mengingat Kadin yang dipimpinnya satu satunya organisasi resmi yang diakui pemerintah RI maka Kadin mengajak tingkat daerah agar tidak membuang waktu dan energi untuk meladeni manuver pihak lain yg mengaku sebagai “Kadin”. Disarankan agar pengurus memanfaatkan waktu dan energi positif untuk meningkatkan peran dan layanan organisasi kepada anggota.

Kadin saat ini terus membangun komunikasi dengan para stakeholder termasuk lembaga tinggi negara, kementerian, dan para gubernur guna meningkatkan eksistensi Kadin di daerah.

“Salah satu upaya tersebut adalah Kadin hari ini telah meneken MoU dengan DPD RI dan Menteri BUMN untuk meningkatkan ekonomi daerah dan mewajibkan perusahaan-perusahaan dibawah BUMN menjadi anggota Kadin,” kata dia.

Bukan itu saja kata Hendrik, upaya lain dalam membangun kemitraan Kadin dengan pemerintahan di daerah adalah melalui pemberian apresiasi kepada sembilan Gubernur dan beberapa Bupati dan Wali Kota yang telah berhasil memberikan layanan terbaik bagi iklim dunia usaha. Wujud apresiasi tersebut telah dilakukan pemberian Arwad oleh Kadin.

Ditambahkan, untuk mempercepat pembahasan omnibus law rancangan undang-undang (RUU) Cipta Lapangan Kerja, pemerintah menggandeng Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia. Dalam hal itu, Ketua Umum Kadin Rosan P. Roeslani akan melibatkan Kadin Daerah beserta Gubernur dan Bupati/Wali kota.

Seiring dengan pernyataan Rosan, kata Hendrik kepada para stakeholder/ pemangku kepentingan di Sumut agar obyektif dan segaris dengan kebijakan Presiden RI untuk mendukung eksistensi Kadin Indonesia yang dipimpin oleh Rosan P Roeslani

Rapimnas kadin 2019 juga dihadiri Ketua Umum KADIN Sumut Ivan Iskandar Batubara, Wakil Ketua Umum Santri Sinaga, Direktur Eksekutif Hendra Utama, Wakil Ketua Umum Hendra Arbie, Wakil Ketua Umum M Isa Indrawan Wakil Ketua Umum Isfan F. Fachruddin serta Wakil Ketua Umum Hendrik H Sitompul. (lamru)

Advertisement

Sumut

Babi Mati Kembali Mewabah di Tebing Tinggi, Masyarakat Minta DPRD Panggil Dinas Pertanian

Published

on

Babi Mati Kembali Mewabah di Tebing Tinggi

Geosiar.com, Tebing Tinggi –  Virus hog cholera atau kolera babi masih mewabah di Kota Tebing Tinggi hingga Selasa (10/12/2019). Bahkan, setiap saat selalu ada bangkai babi yang ditemukan mati, sehingga warga kalut bagaimana mencari lokasi penanaman bangkai babi tersebut.

Lando Rajagukguk, warga Jalan Purnawirawan Gang Musyawarah Kelurahan Damar Sari, Kecamatan Padang Hilir Kota Tebing Tinggi, didampingi sejumlah peternak diantaranya Candra Sipahutar, Donal Gultom, S Simalango, Sigiro, D Tanjung, Pinta br Sinaga dan Rina Br Sirait dan R Rajagukguk mengaku sangat heran atas kurang seriusnya Pemerintah Kota atas wabah ini.

Bahkan, mereka heran sejak datangnya tim dari Dinas Pertanian ternak babi milik mereka bertambah mati. Baik setelah di semprot dan diberi penyuntikan.

“Kami minta agar pihak DPRD Kota Tebing Tinggi memanggil Dinas Pertanian untuk dimintai tanggung jawab. Sebab, meski ternak mereka sehat juga tidak pernah dikunjungi pihak Dinas Pertanian, apalagi sedang adanya wabah penyakit ini,” katanya.

Menurut Candra dan Br Sinaga ternak babi mereka puluhan mati pada hari ini, dan warga kewalahan untuk melakukan lokasi penanaman bangkai akibat ketiadaan lahan. “Jangan ada perbedaan dikota ini kepada peternak dan janji manis,” ucapnya.

“Kami hanya berharap ada usaha pemerintah secepatnya untuk memberikan solusi, agar ternak warga tidak mati berkelanjutan. Baik melalui obat dan biaya pengganti sebab ini adalah hal sebuah bencana,” kata Lando, diamini beberapa orang tetangganya yang juga memiliki ternak babi.

Dalam catatan, kemarin pihak Dinas Pertanian Kota Tebing Tinggi melalui Kabid Ida  mengaku vaksin belum sampai di kota tersebut dari pihak Provinsi Sumut. Diharapkan juga warga jangan membuang bangkai babi sembarangan karena ada pidananya.

Continue Reading

Sumut

Korwil PMPHI Sumut Ingatkan Politisi Jangan Buat Gaduh

Published

on

Korwil PMPHI Sumut Drs Gandi Parapat

Geosiar.com, Medan – Korwil PMPHI Sumut Drs Gandi Parapat menegaskan kepada para Politisi, tokoh daerah dan nasional agar tidak membuat gaduh atau contoh buruk dengan rakyat. Hal tersebut terkait diadukannya Roky Gerung ke Bareskrim.

“Hentikan angkat telor. Saya himbau kepada seluruh tokoh atau politisi daerah maupun nasional, jangan buat gaduh atau contoh buruk kepada segenap rakyat. Ingat Presiden Jokowi itu seluruh rakyat Indonesia bukan hanya milik satu Partai. Kalau mau cari perhatian Jokowi biar dipuji dan dikasih jabatan menteri/wakil, komisaris BUMN. Lebih bagus dukung Anak, Menantu menjadi Walikota Medan dan Solo dari pada mengadukan Rokky Gerung orang pintar itu ke Bareskrim yg akhirnya ditolak,” tegas Gandi kepada Geosiar.com di Medan, Selasa (10/12/2019).

Lebih lanjut kata Gandi, “Jangan libatkan masyarakat luas untuk memusuhi orang pintar Rokky Gerung dan jangan pengaruhi aparat, peliharalah budaya malu. Kenapa politisi yang duduk di DPR tidak berpikir untuk kepentingan masyarakat luas yang menghadapi kenaikan BPJS, Listrik dan kesulitan kehidupan lainnya.”

Menurutnya, saat ini memang banyak yang cari perhatian ke Jokowi seperti menginginkan jabatan Presiden 3 periode, membuat UU yang diprotes masyarakat luas yang menjadi korban mahasiswa.

“Kami menilai pendapat seseorang dalam debat atau dialog kalau ada seseorang yang tersinggung atau merasa dipojokkan, itu masalah biasa bagi orang pintar dan bukan harus diselesaikan masyarakat suatu daerah atau hukum negara. Aparat tidak bodoh. Lebih bagus para politisi mencari perhatian Jokowi memenangkan Anak dan Menantunnya menjadi Walikota Medan dan Solo dan mengajak para petugas untuk memenangkannya dari pada bernafsu memenjarakan orang,” tegas Gandi lagi

Dijelaskan, aparat akan bertindak sesuai dengan hukum jika ada warga yang melanggar undang undang.

“Kami yakini, aparat pasti bertindak apabila ada yang melanggar Undang Undang, makanya tak perlu repot repot cari perhatian apalagi melibatkan masyarakat luas untuk memusuhi seseorang yang menyampaikan pendapatnya didalam diskusi atau debat,” tutup Gandi. (X1)

Continue Reading

Sumut

Penyakit Ayan Kambuh, Sunaryo Tewas dengan Posisi Telungkup dalam Parit

Published

on

Jenazah Sunaryo langsung dibawa ke rumah duka, Senin (9/12/2019). (Foto: WH/Geosiar.com)

Geosiar.com, Tebing Tinggi – Warga digegerkan dengan penemuan sesosok mayat pria dengan posisi telungkup di dalam parit Afd I Baru, Desa Penonggol, Tebing Tinggi, Senin (9/12/2019). Pria itu diketahui bernama Sunaryo (53), warga Jalan Intan Lk. I Kelurahan Pabatu, Kecamatan Padang Hulu, Kota Tebing Tinggi.

Kapolsek Tebing Tinggi AKP Sopian melalui Kasubbag Humas Polres Tebing Tinggi Iptu J. Nainggolan membenarkan adanya penemuan mayat pria atas nama Sunaryo (53). Korban diduga meninggal akibat penyakit ayan yang dideritanya kambuh.

Menurut keterangan saksi, Risky (21) yang juga anak kandung korban bersama temanya Adi (44), kejadian itu baru diketahui sekitar pukul 09.00 WIB. Awalnya, korban pamitan untuk pergi mengecek Taud (Pancing) yang sudah ia dipasang/diletakkan sekitar pukul 06.00 WIB.

Namun, korban tidak pulang setelah berapa lama. Karena khawatir, anak korban, Risky memanggil temannya, Adi untuk menemani dirinya menjemput sang ayah. Sayangnya, setiba di TKP pukul 09.00 WIB, mereka menemukan korban sudah tak bernyawa dengan posisi telungkup di dalam parit. 

“Dari hasil pengecekan fisik luar tidak di temukan tanda-tanda kekerasan. Ahli waris daripada korban sependapat bahwa kematian korban dikarenakan penyakit yang diderita sudah menahun dan menyatakan tidak menaruh curiga atas kematian korban yang dilakukan oleh pihak lain,” ujar Sopian.

Continue Reading
Advertisement

BERITA NASIONAL

Advertisement

Trending

Alamat Redaksi : Jl. Mataram No. 21 Gedung Catolic Center Lt 2 Medan – Sumatera Utara, Telp. +626180514970 Email : geosiar.com@gmail.com Copyright © 2017-2018 Geosiar.Com