Connect with us

Nasional

Menag Diminta Percepat Pemilihan Dirjen Bimas Katolik

Published

on

Pastor Agustinus Heri Wibowo (kiri) tampak berbincang dengan Menteri Agama, Fachrul Razi di Kantor Kementerian Agama, Jakarta, Kamis, 28/11/2019. [NN/Dok.Pri]

Geosiar.com, Jakarta – Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi diminta untuk mempercepat pemilihan Direktur Jenderal (Dirjen) Bimbingan Masyarakat (Bimas) Katolik. Hal itu disampaikan oleh Sekertaris Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Konferensi Waligereja Indonesia (HAK KWI) Pastor Agustinus Heri Wibowo MSF.

“Mengimbau agar Menag segera melaksanakan pemilihan untuk jabatan Dirjen Bimas yang dilakukannya secara lelang terbuka,” kata Pastor Agustinus Heri Wibowo MSF saat menemui Fachrul Razi di kantor Kementerian Agama (Kemenag), Kamis (2/11/2019).

Menurutnya, pemilihan secara lelang terbuka dapat menjaring calon Dirjen Bimas sesuai dengan kebutuhan pemerintah dan umat Katolik.

“Kami harapkan pemerintah maupun umat Katolik dapat mendapatkan Dirjen Bimas Katolik yang terbaik dan sesuai dengan kebutuhan umat,” lanjut Pastor Agustinus.

Dalam kesempatan itu, Pastor Agustinus juga mengapresiasi komitmen Fachrul Razi yang mengatakan bahwa ia adalah menteri seluruh agama di Indonesia. Menurutnya, pernyataan itu sebagai harapan baru bagi moderasi beragama.

“Kami mengapresiasi beberapa statement Pak Menteri ataupun arah kerja Pak Menteri yang memberi harapan baru dan tentunya meneruskan moderasi beragama.  Kami merasa memiliki tanah air ini, bersama dengan saudara-saudara kami yang lain,” pungkasnya.

Di sis lain, Menag Fachrul Razi memastikan bahwa pemilihan Dirjen Bimas Katolik bakal dilaksanakan sesuai dengan prosedur yang berlaku. Dia pun berjanji akan mempercepat kegiatan itu.

“Kita akan lakukan secepatnya, dan sesuai dengan prosedur yang berlaku. Ini merupakan komitmen kita, karena saat ini memang ada beberapa jabatan eselon I maupun II yang masih kosong,” jelasnya.

Selain itu, dia juga berjanji akan melakukan pengisian jabatan tersebut dengan transparan. Untuk itu, ia menyarankan agar pihak KWI menentukan kriteria calon kandidat yang diperlukan untuk jabatan tersebut.

“Menurut saya yang paling utama adalah requirements untuk jabatan itu. Harus ditentukan, kriteria apa saja yang dibutuhkan untuk suatu jabatan,” pungkasnya.

Untuk diketahui, Bimas Katolik merupakan satu dari sebelas unit kerja yang berada dalam kepengurusan Kemenag. Unit ini bertugas untuk menghadirkan pemerintah di tengah umat Katolik, serta membimbing umat untuk mengembangkan wawasan kebangsaan dan nilai-nilai Pancasila.