Connect with us

Sumut

Anggota DPRD Medan David Sinaga Sahuti Keluhan Warga Medan Denai Soal Sengketa Tanah

Published

on

Medan, Panji Demokrasi
Masyarakat yang bermukim di Jalan Tuba IV Gang H Zubir Daulay/Gang Pena, Kel Tegal Sari Mandala III, Kecamatan Medan Denai minta Pemerintah Kota (Pemko) melalui pihak Kecamatan Medan Denai dapat menuntaskan persoalan sengketa tanah wakaf.

Hal itu disampaikan sejumlah warga saat mengadukan persoalan tanah tersebut kepada anggota Komisi IV DPRD Kota Medan David Roni G Sinaga, Jum’at ( 29/11/2019) di Jalan Tuba IV, Medan Denai.

Dihadapan, politisi PDI Perjuangan tersebut warga menyampaikan keberatan adanya rencana lokasi pemakaman di daerah tersebut .

“Kami sudah berpuluh-puluh tahun tinggal disini. Awalnya, tanah ini milik Bapak Zubir Daulay yang dijual secara kavlingan yang akhirnya berkembang menjadi pemukiman, tapi ditahun 2003 melalui Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) membuat rencana membangun area pemakaman. Jelas, hal ini kami tolak melalui Bapak David kiranya ini bisa dituntaskan,” keluh Asman Pasaribu salah satu warga.

Apa yang disampaikan tersebut dibenarkan oleh warga lainnya yang hadir. Bahkan, persoalan tersebut sudah dilaporkan kepada seluruh stakeholder termasuk pihak Poldasu.

Namun yang sangat disayangkan warga dikarenakan secara diam-diam lahan tersebut dijadikan area pemakaman. “Tanpa kami ketahui serta tidak mendapatkan persetujuan sudah ada satu pemakaman ditanah itu, sehingga hal tersebut menimbulkan bentrok antar warga yg sangat parah hingga nyaris bentrok.

“Jadi hampir 16 tahun kami menderita perihal masalah ini dan tidak pernah merasa tenang akibat kecolongan ditahun 2005 yang dikebumikan ditanah itu,” kata Berliana Lumbantoruan.

Umumnya warga merasa keberatan karena tanah tersebut berada diarea padat penduduk serta khawatir akan efek samping yang ditimbulkan.

” Disini semuanya pakai sumur bor kalau ada pemakaman maka kami bisa sakit karena air sumur kami tercemari ,” keluh Berliana kembali.

Kata, warga pihak Kelurahan Tegal Sari Mandala III sudah mengeluarkan surat kepada pihak LPM agar tidak lagi melakukan pemakaman.

Umumnya warga bersedia lokasi tanah tersebut dibangun tempat yang positif baik rumah ibadah dan fasilitas lainnya yang berdampak positif.” Kami tidak mau disini ada kuburan ,”tegas warga serentak.

Menyingkapi akan keluhan warga ini anggota DPRD Kota Medan, David Roni G Sinaga secara tegas mendukung sikap dari warga tersebut.

” Agar persoalan tidak semakin meluas, kita desak Pemko Medan melalui pihak Kecamatan Medan Denai menuntaskan persoalan ini. Kententraman masyarakat harus kita utamakan. Bagaimana pun kepentingan masyarakan yang hidup harus diutamakan , ” tegasnya.

David mengatakan keberatan yang disampaikan warga tersebut merupakan sebuah fakta yang tak bisa lagi dipungkiri. ” Bila tetap disini dipaksakan menjadi area pemakaman jelas akan menimbulkan efek samping terutama dari sisi lingkungan baik air yang tercemar dan persoalan lainnya. Jadi, sekali lagi kami minta hentikan segala aktivitas yang berhubungan dengan pemakaman di lahan tersebut.

Kata, David pihaknya siap mendampingi masyarakat agar mendapatkan keadilan. ” Tegas kita sampaikan kita minta Pemko Medan dalam hal ini Camat Medan Denai agar menyampaikan kepada Walikota Medan agar ini segera dituntaskan ,” tegasnya.

Camat Medan Denai, Ali Sipahutar yang hadir saat itu bersama Lurah Tegal Sari Mandala III, Zainal menyatakan akan segera menuntaskan persoalan tersebut. ” Kita akan secepatnya menuntaskan persoalan ini nanti akan kami undang warga kita akan duduk bersama agar ini selesai ,” katanya.

Amran dari pihak Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Medan Denai yang hadir saat itu menyatakan pihaknya akan menaati keputusan yang ada saat ini.” Kami atas nama LPM akan menjalankan apa yang diputuskan kami tidak akan lagi melakukab kegiatan pemakaman sampai masalah ini selesai. Jadi, kami stanvaskan,” katanya (rel/lamru)

Advertisement

Sumut

Wabup Sergai Tekankan Penanaman Ideologi Pancasila Sejak Dini

Published

on

Seminar Nasional Kita Pancasila di objek wisata Pantai Woong Rame, Kecamatan Pantai Cermin, Sabtu (14/12/2019). [Foto: art/geosiar.com]

Geosiar.con, Sergai – Seiring dengan lajunya modernisasi dan perkembangan teknologi informasi yang semakin kompleks dan memberikan kemudahan bagi kehidupan manusia, berbagai pengaruh negatif juga terdapat di dalamnya. Misalnya, semakin maraknya penyalahgunaan dan peredaran narkoba, perkelahian antarpelajar dan berbagai kasus lainnya.

“Maka, kita perlu untuk menangkal terjadinya degradasi moral anak bangsa ini, diperlukan adanya penanaman ideologi Pancasila sejak dini dalam mencegah paham radikalisme dan intoleransi,” demikian disampaikan Wakil Bupati Serdang Bedagai, H. Darma Wijaya, saat menghadiri Seminar Nasional Kita Pancasila di objek wisata Pantai Woong Rame, Kecamatan Pantai Cermin, Sabtu (14/12/2019).

Menurut Darma, setiap generasi merupakan masyarakat baru yang harus memperoleh pengetahuan, mempelajari keahlian dan mengembangkan karakter atau watak publik maupun pribadi yang sejalan dengan demokrasi.

“Sikap mental ini harus dipelihara dan dipupuk melalui perkataan dan pengajaran serta kekuatan keteladanan”, lanjutnya.

Oleh karena itu, dia menegaskan agar dilakukannya pembinaan terhadap generasi muda untuk menjadi warga negara yang baik. Sebab, merupakan tugas yang sangat penting dari pengembangan warga negara yang bertanggung jawab, efektif dan terdidik. 

“Untuk kita ketahui bersama, bahwa penanaman ideologi Pancasila sejak dini dalam mencegah paham radikalisme dan intoleransi perlu dilaksanakan sejak dini kepada para generasi muda penerus bangsa,” tambahnya.

Semakin kuat dan kokohnya pemahaman tentang penanaman ideologi Pancasila sejak dini dalam mencegah paham radikalisme dan intoleransi, tegasnya, akan menjadi benteng kokoh dari pengaruh pengarusutamaan negatif yang ditimbulkan dari perkembangan teknologi dan informasi tersebut.

Sebagai informasi, kegiatan ini juga dihadiri Kapolda Sumatera Utara yang diwakili Kasubdit IV Dit Intelkam Polda Sumut AKBP Ahyan, Anggota Dewan Pengarah Pangan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Republik Indonesia Romo Beni, Founder Rumah Aspirasi Milenial (RAM) Elvi Yuliana Napitupulu, Tuan Guru Batak Dr. H. Ahmad Sabbang El Rahmany Rajagukguk, MA.

Kemudian, anggota DPRD Sergai, Pimpinan OPD Sergai, serta ribuan peserta yang merupakan pelajar dari berbagai SMA se-Sergai.(art)

Continue Reading

Sumut

Hj Fitriani Manurung Hadiri Natal Generasi Muda Patambor Medan, Sampaikan Harapannya

Published

on

Medan, Geosiar.com – Tokoh akademisi Hj Ftriani Manurung S.Pd, M.Pd mengaku sangat bahagia dan terharu bisa bertemu dengan orang tua dan saudara saudaranya yang bergabung di kumpulan Pomparan Raja Toga Manurung Dohot Boruna (Patambor) Cabang Kota Medan. Tanpa membedakan keyakinan, keturunan Raja Toga Manurung terbukti dapat bersatu menjungjung tinggi budaya dan adat Batak.

“Saya senang bisa kumpul dengan keluarga di Patambor sebagai wadah pemersatu keturunan Raja Toga Manurung. Sehingga, kaum mileniel yang tidak paham tarombo (silsilah tutur turunan) bisa gabung di kumpulan Patambor ini,” aku Fitriani Manurung saat menghadiri perayaan natal Generasi Muda Patambor Indonesia, di Wisma permata Griya Jl Pelajar Medan, Minggu (15/12/2019).

Disampaikan Fitriani Manurung, sangat merasa bersyukur dapat berjumpa dengan keluarga besar Manurung di Patambor. “Di usia kecil, saya sudah ditinggal ayah tencinta dan saya belum sempat belajar Tarombo. Selama ini saya terus mencari siapa yang bisa menjadi orang tua saya yang bisa mengajarkan ku Tarombo dan budaya. Tapi saat ini saya mendapat kesempatan, saya sangat senang bisa ketemu dengan orang tua dan saudara saudara saya,” ujar Firiani Manurung.

Pada kesempatan itu Fitriani Manurung berharap agar orang tua dan saudaranya dapat mengajarkan tarombo dan budaya batak. “Saya berharap orang tua saya di Patambor ini dapat mengajari dan membimbing saya,” pinta Fitriani.

Disampaikan Fitriani Manurung yang juga menjabat Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Medan itu, perayaan Natal Gnerasi Muda Patombar Indonesia Cabang Kota Medan harus mampu menjadi wadah edukasi bagi warga gereja dan sekitar. “Membina kerukunan dalam keberagaman adalah menjadi dasar dan yang utama di negara kesatuan Republik Indonesia,” sebutnya.

Ditambahkan, para kaum milenial diharapkan mampu memberikan pemahaman akan pentingnya membina kebersamaan dalam keberagaman. “Bangsa kita bangkit dari latarbelakang keberagaman, ada suku yang berbeda, agama yang berbeda, ras dan bahasa dan budaya masing-masing daerah yang berbeda, tetapi itu akan menjadi pemersatu kitan” ujarnya.

Masih dalam sambutannya, hikmah perayaan Natal Generasi Muda Patombar Indonesia harus disyukuri dengan membawa semangat damai Natal dengan membangun kebersamaan dan toleransi antar sesama, baik di lingkungan jemaat termasuk di lingkungan masyarakat pada umumnya.

“Sudah saatnya pemuda-pemudi mengimplentasikan semangat kasih Natal dalam tema yang “Naposo Nagabe Sitiruon” ini. Sungguh makna ini sangat mendalam, khususnya mendukung tumbuh kembang iman, utamanya para kaum muda. Pemberdayaan peran, pemuda pemudi sebagai basis pembangunan masyarakat,” ucapnya.

Pada perayaan Natal Generasi Muda Patambor Indonesia tersebut dihadiri Ketua DP Patambor Cabang Medan Jannes Manurung dan beberapa pengurus. Juga dihadiri ratusan generasi muda. (lamru)

Continue Reading

Sumut

Natal Keluarga Besar Lapas Tebing Tinggi Meriah

Published

on

Perayaan Natal Keluarga Besar Lembaga Pemasyarakatan Tebing Tinggi di Jalan Pusara Pejuang, Kelurahan Rambung, Sabtu (14/12). (Foto: ahs/geosiar.com)

Geosiar.com, Tebing Tinggi – Perayaan Natal Keluarga Besar Lembaga Pemasyarakatan Tebing Tinggi di Jalan Pusara Pejuang, Kelurahan Rambung, berlangsung sangat meriah dengan dihadiri ratusan undangan dan warga binaan, Sabtu (14/12/2019).

Dalam kotbahnya, Ev Medi Sabar Ziliwu, mengatakan berdasarkan Yohannes 15 : 14-15 ‘Tidak ada kasih yang lebih besar daripada kasih seseorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya merupakan hal yang dinantikan setiap umat’.

Lebih jauh, pengkotbah dari Yayasan Pekabaran Injil ini mengatakan bahwa mereka hadir juga dipelayanan setiap hari senin di Lapas sehingga sangat dekat dengan warga binaan.

Sementara itu, Kepala Lembaga Permasyarakatan (Kalapas) Tebing Tinggi, Theo Adrianus Purba Amd IP SH MH  didampingi Kepala Pengamanan Lembaga Permasyarakatan (KPLP), Krisman Ziliwu SH  mengapresiasi kinerja panitia natal yang dipimpin oleh Ziko Lukita Manalu SH selaku ketua dan Eduard N Bangun selaku sektetaris, serta Rudi Purba SH selaku bendahara.

“Panitia Natal tahun ini dan sudah saya ikuti untuk kedua kalinya sejak bertugas di Tebing Tinggi sangat luar biasa suksesnya,” puji Kalapas.

Tampak hadir dalam undangan itu di antaranya Edwin Tobing mewakili Kejaksaan, Suster Beti, Wardi dari Budha Suci, dari Polres  Tebing Tinggi AKP P Manurung, Kapten Budiono mewakili Dandim 0204.

Natal ini juga dimeriahkan dengan penampilan Trio Purba dengan membawakan lagu Monang Do Au, Koor Pegawai dan Warga Binaan, serta liturgi baik dari anak pegawai dan seluruh keluarga yang menambah semarak natal.

Continue Reading
Advertisement

BERITA NASIONAL

Advertisement

Trending

Alamat Redaksi : Jl. Mataram No. 21 Gedung Catolic Center Lt 2 Medan – Sumatera Utara, Telp. +626180514970 Email : geosiar.com@gmail.com Copyright © 2017-2018 Geosiar.Com