Connect with us

Nasional

Rapimnas KADIN 2019 Dihadiri Ribuan Peserta, Rosan: KADIN Hanya Ada Satu

Published

on

Ketum Kadin Indonesia Rosan P. Roeslani bersama jajaran Kadin Sumut

Geosiar.com, Bali – Kamar Dagang Industri (KADIN) Indonesia gelar Rapimnas pada Jumat (29/11/2019), di The Westin Resort Nusa Dua, Bali. Kegiatan ini dibuka langsung oleh Wakil Presiden RI, Prof. DR. KH. Ma’ruf Amin.

Turut hadir pada acara tersebut Puan Maharani, Ketua DPRRI, La Nyalla M. Mattaliti, Ketua DPD RI, Airlangga Hartarto, Menko Ekonomi, Erick Thohir, Menteri BUMN dan sembilan gubernur dan beberapa bupati/wali kota di Indonesia.

Turut hadir juga dari KADIN Sumut, yakni Ketua Umum Ivan Iskandar Batubara, Wakil Ketua Santri Sinaga, Direktur Eksekutif Hendra Utama, Wakil Ketua Hendra Arbie, Wakil Ketua M Isa Indrawan, Wakil Ketua Isfan F. Fachruddin, Wakil Ketua Hendrik H Sitompul

Rapimnas KADIN ini dihadiri lebih dari 1.000 peserta dan peninjau. Setelah resmi dibuka, acara dilanjutkan dengan pelaksanaan Sidang Sidang Pleno dan Sidang Sidang Komisi.

Salah satu pembahasan yang kini tengah hangat dibincangkan peserta Rapimnas yakni soal eksistensi KADIN sebagai mitra sejajar pemerintah untuk semua tingkatan, baik KaDIn Pusat, KADIN tungkat provinsi maupun KaDIn tingkat kabupaten/kota, yang beberapa waktu belakangan ini diganggu oleh munculnya pihak-pihak yang mengatasnamakan organisasi maupun simbol yang sama dengan KADIN.

Merespon isu yang membingungkan, sebagian kecil stakeholder tersebut yakni Ketum KaDIn, Rosan P. Roeslani mengembangkan senyumnya dengan gestur santai. Di dampingi oleh Waketum Kadin Indonesia Se Indonesia Bidang OKK Anindya N. Bakrie dan para Ketum Kadin Provinsi Se Indonesia, Rosan menjabarkan jawabannya dengan fakta-fakta yang nyata, berikut:

  1. Organisasi KADIN hanya ada satu yg diakui oleh Presiden RI dan jajaran pemerintahan Pusat sampai Daerah, yakni Kadin Indonesia yg dipimpin Ketum Rosan P. Roeslani (yang terpilih dalam Munas Kadin Indonesia, 2015 di Bandung)
  2. KADIN Indonesia mengajak Kadin Daerah agar tidak membuang waktu dan energi untuk meladeni manuver pihak lain yg mengaku sebagai “Kadin”, namun memanfaatkan waktu dan energi positif untuk meningkatkan peran dan layanan organisasi kepada anggota.
  3. KADIN Indonesia telah dan terus membangun komunikasi dengan para stakeholder termasuk Lembaga Tinggi Negara, Kementerian, dan para Gubernur guna meningkatkan eksistensi Kadin di daerah. Salah satu upaya tersebut adalah Kadin Indonesia, hari ini telah meneken MoU dengan DPD RI dan Menteri BUMN untuk meningkatkan ekonomi daerah dan mewajibkan perusahaan2 dibawah BUMN menjadi anggota Kadin.
  4. Upaya lain dalam membangun kemitraan KADIN dengan pemerintahan di daerah adalah melalui pemberian apresiasi kepada sembilan Gubernur dan beberapa Bupati Walikota yg telah berhasil memberikan layanan terbaik bagi iklim dunia usaha. Wujud apresiasi tersebut diwujudkan dalam KADIN Award (yg diserahkan siang hari ini).
  5. Guna mempercepat pembahasan omnibus law rancangan undang-undang (RUU) Cipta Lapangan Kerja, Pemerintah menggandeng Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia.

Sebagai Ketua Satuan Tugas (satgas) Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja tersebut, Ketua Umum Kadin Rosan P. Roeslani akan melibatkan Kadin Daerah beserta Gubernur/ Bupati Walikota.

Sebagai Ketua Satuan Tugas (satgas) Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja tersebut, Ketua Umum Kadin Rosan P. Roeslani akan melibatkan KaDIn Daerah beserta gubernur dan bupati/wali kota.

Sejalan dengan pernyataan Rosan, Ketum KaDIn tingkat provinsi yang diwakili Iva Desman, SE, MBA selaku Wakil Ketua Umum Bidang Perdagangan dan Logistik, mengingatkan para stakeholder/pemangku kepentingan di Riau supaya obyektif dengan kebijakan Presiden RI guna mendukung eksistensi Kadin Indonesia yang dipimpin oleh Rosan P. Roeslani dan Kadin Provinsi Riau yang dipimpin Juni Ardianto Rachman.