Connect with us

Dunia

Demonstran Hong Kong Berterima Kasih ke Trump di Hari Thanksgiving

Published

on

Ribuan pengunjuk rasa berkumpul di Central pada Hari Thanksgiving untuk menyatakan rasa terima kasih kepada Amerika Serikat karena mengesahkan UU Hak Asasi Manusia dan Demokrasi Hong Kong.[Foto: K.Y. Cheng/South China Morning Post]

Geosiar.com, Hong Kong – Ribuan demonstran Hong Kong kembali turun ke jalan Central di Edinburgh Place pada perayaan hari Thanksgiving. Bukan bertindak anarkis, kali ini pendemo turun ke jalan untuk mengungkap rasa terima kasih kepada Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump karena sudah mengesahkan Undang-undang Demokrasi Hong Kong.

Dikutip dari South China Morning Post, Jumat (29/11/2019), aksi turun ke jalan ini dilakukan beberapa jam usai Trump menandatangani UU tersebut. Diperkirakan sekitar 100.000 orang menghadiri pawai pada Kamis (28/11/2019) malam itu.

UU Demokrasi itu diharapkan mampu memberi sanksi kepada orang-orang atas tindakan yang dianggap merongrong otonomi Hong Kong. Selain itu, UU Demokrasi juga dapat menjatuhkan sanksi kepada pejabat Hong Kong yang melanggar HAM.

“Bagian dari tindakan serta pemilihan dewan distrik bukanlah akhir permainan. Amerika, tolong terus berjuang bersama kami,” seru Seorang wakil penyelenggara bernama Kex Leung Yiu-ting.

Dalam aksinya, para demonstran terlihat melambai-lambaikan bendera dan potret Amerika dengan Trump dan anggota kongres AS yang mendukung undang-undang tersebut. Sementara itu, Beijing menggambarkan pengesahan UU Demokrasi Hong Kong tersebut sebagai campur tangan asing.

Sebelumnya, Donald Trump menandatangani draf legislasi yang disahkan Kongres untuk mendukung gerakan pro-Demokrasi di Hong Kong. Trump meneken draf itu meskipun ada potensi reaksi balik dari Beijing yang dapat menggagalkan pembicaraan perdagangan AS-Cina.

“Saya menandatangani dua legislasi ini dengan rasa hormat kepada Presiden Xi, Cina, dan rakyat Hong Kong. Legislasi ini disahkan dengan harapan para pemimpin dan anggota Dewan dari Cina dan Hong Kong mampu menyelesaikan perbedaan mereka secara baik, yang berujung pada perdamaian dan kesejahteraan jangka panjang untuk semua,” tutur Trump dalam pernyataan dilansir dari Channel News Asia, Kamis (28/11/2019).