Connect with us

Ekonomi

20 Ribu Ton Beras Terancam Dibuang, Bulog Tuntut Menkeu

Published

on

Ilustrasi

Geosiar.com, Jakarta – Perum Bulog melaporkan terdapat 20 ribu ton beras cadangan yang terancam dibuang. Itu merupakan beras yang sudah disimpan lebih dari empat bulan atau berpotensi bakal mengalami penurunan mutu.

“Kami punya disposal 20 ribu ton sudah disetujui oleh rakortas untuk di-disposal,” ujar Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Perum Bulog Tri Wahyudi pada Jumat (29/11/2019).

Tri Wahyudi mengatakan bahwa, berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 38 Tahun 2018 tentang Pengelolaan Cadangan Beras Pemerintah (CBP), dikatakan bahwa CBP mesti di-disposal atau dibuang jika sudah melampaui hingga melewati batas waktu simpan, paling sedikit empat bulan atau berpotensi dan atau mengalami penurunan mutu.

Akan tetapi pihaknya mengeluh lantaran aturan itt tidak didukung Kementerian Keuangan yang dipimpin oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani. Hingga saat ini kajian terkait anggaran ganti rugi atas beras turun mutu tidak kunjung selesai.

“Karena ini uang negara, harus diganti oleh Kementerian Keuangan. Alhamdulillah Permentan-nya ada tapi di Peraturan Menteri Keuangan (PMK) nggak ada. Jadi di PMK-nya nggak ada. Jadi nggak bisa diselesaikan,” tuturnya.

Pihaknya berharap agar ada sinkronisasi kebijakan antara Kementan dengan Kemenkeu. Pasalnya masalah yang dihadapi Bulog dapat menjadi temuan BPK.

“Permentan-nya ada, PMK-nya nggak ada. Jadi kami bingung. Itu cukup besar nilainya. Kalau ini disposal tidak ada yang bayar ya pasti jadi potensi temuan BPK. Ini saya kira sinkronisasi kebijakan mesti disegerakan,” tandasnya.