Connect with us

Sumut

Terdakwa Narkoba Eka Divonis 1 Tahun 10 Bulan Penjara

Published

on

Terdakwa Narkoba Eka Divonis 1 Tahun 10 Bulan Penjara

Geosiar.com, Tebing Tinggi – Persidangan Pengadilan Negeri Tebing Tinggi yang dipimpin majelis hakim Albon Damanik SH MH dkk memvonis 1 tahun 10 bulan terdakwa Eka Susilawati alias Eka perkara narkoba,  pada Kamis (27/11/2019). Sebelumnya, pada pekan lalu, jaksa penuntut umum Okta SH menuntut terdakwa Eka selama 2 tahun 6 bulan.

Dikatakan pada hari Jumat  (05/7/2019) lalu, sekira pukul 00.30 WIB dalam bulan Juli tahun 2019 bertempat di Jalan Tengku Hasyim Gg. T Ilham Lk. II Kel. Bandar Sono Kec. Padang Hili Kota Tebing Tinggi terdakwa ditangkap petugas.

Bermula saat Sat Res Narkoba Polres Tebing Tinggi mendapat informasi dari masyarakat bahwa terdakwa Eka  sedang memiliki/menguasai Narkotika jenis sabu di Jalan Tengku Hasyim Gang T Ilham Lingkungan II Kelurahan Bandar Sono Kecamatan Padang Hili Kota Tebing Tinggi tepatnya di dalam sebuah rumah.

Selanjutnya, saksi  R. Siagian dan saksi Toni W  (masing-masing merupakan anggota Sat Resnarkoba Polres Tebing Tinggi/saksi-saksi penangkap) langsung melakukan penyelidikan dengan langsung mendatangi alamat yang di informasikan tersebut. Sesampainya di rumah tersebut, saksi-saksi penangkap memanggil kepala lingkungan setempat yang bernama Edi Irawan  untuk menyaksikan penggerebekan.

Saat  penggeledahan di dalam kamar milik terdakwa dengan di saksikan oleh kepala lingkungan tersebut, saksi penangkap menemukan barang bukti berupa 1 buah dompet biru berukuran  kecil  yang berisi 1 bungkus serbuk kristal diduga Narkotika jenis sabu di bawah kasur tempat tidur.

Selanjutnya saksi-saksi penangkap menanyakan tentang kepemilikan barang bukti. Terdakwa mengakui bahwa barang bukti itu merupakan miliknya yang diperolehnya dengan cara membeli narkotika jenis sabu tersebut dari  Dedi(DPO/ belum tertangkap) seharga Rp.350.000.

Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 127 Undang-undang Republik Indonesia Nomor. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Terdakwa didampingi kuasa hukum Herman Napitupulu SH.