Connect with us

Olahraga

Reaksi Indonesia dan Malaysia Soal Insiden Bendera di SEA Games

Published

on

Ilustrasi logo SEA Games 2019 Filipina.

Geosiar.com, Olahraga – Kabar buruk mengenai penyelenggaraan SEA Games 2019 Filipina masih terus terjadi. Ketidaksiapan Filipina sebagai tuan rumah terus dialami peserta, termasuk Indonesia sejak sepekan sebelumnya.

Setelah masalah akreditasi yang berantakan dan sistem akomodasi yang lambat, kali ini terjadi kesalahan teknis pada penggambaran bendera milik Indonesia dan Malaysia.

Menanggapi insiden ini, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) melalui Sesmenpora Gatot S Dewa Broto mengatakan bahwa Indonesia mencoba untuk memaklumi hal tersebut. Gatot mengatakan panitia penyelenggara sudah meminta maaf dan Indonesia memang tidak ingin memperbesar masalah yang terjadi.

“Kami sudah komunikasi dengan salah satu panitia di sana dan mereka minta maaf. Dengan suasana seperti itu [di SEA Games 2019 Filipina] kita harus banyak maklum karena ini bagian dari solidaritas ASEAN,” ujar Gatot dikutip dari CNNIndonesia.com, Kamis (28/11/2019).

Sementara itu, Menpora Malaysia Syed Saddiq, yang juga terkena insiden kesalahan bendera, justru sangat memprotes masalah ini. Melalui akun Twitter resminya, Syed meminta agar pelaku diselidiki dan ditindak lewat jalur hukum.

“Saya tidak terima alasan “kesalahan bendera”. Anak kecil berumur 5 tahun pun tahu seperti apa bendera Malaysia. Saya sudah arahkan pejabat PJS untuk melakukan penyelidikan dan segera mengambil tindakan. Kita marah jika orang asing meremehkan bendera Malaysia. Kita bagaimana?” tulis akun @SyedSaddiq.

Sebelumnya, terjadi kesalahan teknis yang dilakukan panitia penyelenggara pertandingan di cabang olahraga (cabor) floorball Filipina vs Indonesia pada Senin (25/11/2019). Panitia penyelenggara mengibarkan bendera Thailand yang notabenenya untuk kontigen Indonesia.

Sementara itu, Malaysia geram lantaran benderanya digambarkan dengan bulan sabit dan bintang. Padahal, seharusnya bulan sabit dan matahari. Namun, insiden ini bukan sepenuhnya kesalahan panitia penyelenggara, sebab panitia kejuaraan basket junior Malaysia sendiri yang salah menggambarkan bendera mereka.