Connect with us

Sumut

Pemko Medan akan Terapkan Transportasi Massal Skema BTS dan Revitalisasi Terminal, Ini Pesan Akyar Nasution…

Published

on

Medan, Geosiar.com – Plt Walikota Medan Ir H Akhyar Nasution paparkan program pembangunan yang akan dilakukan Pemko Medan untuk mengantisipasi kemacetan lalulintas ‘gridlock’ di kota Medan. Begitu juga untuk peningkatkan pelayanan transportasi di kota Medan menuju Medan Smart City, Januari 2020 akan dilakukan pembangunan revitalisasi terminal Amplas dan Pinang Baris.

Dihadapan ratusan para supir, pengusaha angkutan, pengurus Organda, Rabu (27/11/2019) di terminal Amplas Medan. Akhyar Nasution didampingi Kepala Dinas Perhubungan Kota Medan Iswar Lubis, menyampaikan dan berharap semua pihak terutama supir dan pengusaha angkutan agar mendukung program tetsebut.

Disampaikan Akhyar Nasution, seluruh elemen masyarakat agar sama sama merubah citra pengangkutan di Medan lebih tertib dan disiplin. “Revitalisasi Terminal Amplas dan Pinang Baris bulan Desember tahun ini proses tender berlangsung dan Januari tahun depan mulai pengerjaan. Anggarannya semua dari pemerintah pusat Kementerian Perhungan RI, ” terang Akhyar.

Bukan itu saja tambah Akhyar, Tahun 2020 akan ada pengembangan transportasi massal berbasis jalan dengan skema pembelian layanan ‘Buy The Service’ (BTS). “Pada triwulan pertama tahun depan transportasi massal itu akan beroperasi melayani 5 titik koridor di Medan. Program ini juga bekerjasama dan anggarannya dari Kementerian Peruhungan RI melalui Dirjen Perhuhungan Darat, ” sebut Akhyar didampingi Iswar Lubis.

Kepada supir dan pengusaha tidak per kuatir dengan angkutan massal tersebut karena kerjasama tetap dilakukan. “Jangan kuatir, rezeki itu Tuhan yang mengatur. Yakinlah, kalau Tuhan merestui, rezeki itu akan dapat. Jangan mendahului kuasa Tuhan. Nanti soal teknis kerjasamanya akan diatur, ” ujar Akhyar.

Sebagaimana diketahui, melalui Dishub Kota Medan saat ini sudah mempersiapkan sarana pendukung untuk program itu. Apalagi, Dirjen Perhubungan sudah menyerahkan sepenuhnya terkait penyediaan fasilitas naik turun penumpang, penataan trayek feeder dan sosialisasi.

Dimana sistem angkutan massal berbasis skema pembelian layanan (Buy The Service/BTS) yakni perusahaan angkutan disubsidi oleh Dirjen Perhubungan ke beberapa operator konsorsium. Nantinya, seluruh pengusaha angkutan di kota Medan akan dilibatkan yang dikordinir pihak Organisasi Angkutan Darat (Organda).

Ditambahkan Ahkyar, rencana pengembangan koridor angkutan perkotaan sistem BTS di kota Medan direncanakan 8 titik. Namun hanya 5 titik koridor yang akan terealisasi tahap pertama. Adapun ke 8 koridor yang sirencanakan sebelumnya yakni koridor Terminal Pinang Baris – Lapangan Merdeka, Terminal Amplas – Lapangan Merdeka, Belawan – Lapangan Merdeka, Terminal Pinang Baris – Terminal Amplas, Terminal Pinang Baris – Sp Aksara/Jl Letda Sujono, Medan Tuntungan – Lapangan Merdeka, Tembung -Lapangan Merdeka dan koridor Deli Tua – Lapangan Merdeka.

Diharapkan, dengan terlaksananya angkutan massal dengan sitem BTS tersebut sehingga kemacetan lalu lintas si kota Medan dapat diminimalisir. Dimana kemacetan jalan lalulintas di Medan saat ini sudah sangat kritis dan nyaris stagnan. (lamru)

Advertisement