Connect with us

Sumut

Peternak Babi di Tebing Tinggi Gulung Tikar

Published

on

Peternak Babi di Tebing Tinggi

Geosiar.com, Tebing Tinggi – Virus hog cholera atau kolera babi masih menjangkit di Kabupaten Kota di Provinsi Sumatera Utara dan mematikan ribuan ekor babi hingga hari ini, Rabu (27/11/2019).

Hari ini, setiap waktu  selalu ada bangkai ditemukan bangkai babi. Warga semakin kalut bagaimana kedepannya untuk mencari lokasi penanaman bangkai babi.

Penuturan Lando Rajagukguk warga jalan Purnawirawan gang Musyawarah Kelurahan Damar Sari, Kecamatan Padang Hilir Kota Tebing Tinggi mengaku, sudah ada 11 ekor ternaknya yang mati dan sudah ditanam.

Lanjutnya, hari ini pun dilokasi ternaknya, tepatnya dibelakang rumah mengaku sedih mengingat  ekonominya. Lantaran peternakannya (babi) merupakan lading usahanya  untuk membantu biaya sekolah anak-anaknya. “Hal ini juga dialami para peternak tetangga kami,” ungkapnya.

“Untuk itu, kami hanya berharap ada usaha Pemerintah secepatnya untuk memberikan solusi agar ternak warga tidak mati berkelanjutan. Baik melalui obat dan biaya pengganti sebab ini adalah hal sebuah bencana,” ungkapnya.

Ditempat terpisah, Pdt M Sianturi selaku tokoh masyarakat berharap agar Pemko Tebing Tinggi dan Propsu bisa cepat memberikan bantuan kepada peternak. Baik berupa obat-obatan dan materi pengganti.

“Ini sebuah bencana, bukan kelalaian yang disengaja warga,” ucap Sianturi yang juga Ketua Badan Musyawarah Antar  Gereja Nasional  (Bamagnas) Kota Tebing Tinggi dikediamannya di Jalan  Prof M Yamin.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumatera Utara Azhar Harahap mengatakan, virus hog cholera menyebar dengan cepat pada babi ternak.

Virus hog cholera pada ternak babi belum dapat diobati dan pemberian vaksin hanya sebagai upaya pencegahan. Begitu juga dengan pemberian desinfektan dan vitamin.