Connect with us

Dunia

Kritik Pemerintah Iran, Pria Ini Tewas Ditembak

Published

on

Petugas Kepolisian Turki menggelar olah TKP di lokasi penembakan Massoud Molavi di distrik Sisli, Istanbul, Turki. (Foto: Tangkap layar video YouTube Iran International)

Geosiar.com, Istanbul – Masoud Molavi, jurnalis pengkritik pemerintah Iran dilaporkan tewas ditembak pria tak dikenal ketika sedang berjalan di distrik Sisli, Istanbul, Turki pada 14 November lalu. Namun, kabar kematian Molavi baru terungkap belakangan ini.

Dikutip dari AFP, Rabu (27/11/2019), Molavi sangat vokal dalam membongkar dugaan korupsi di Iran melalui media sosialnya. Korban merupakan admin channel Telegram bernama Black Box diketahui sering mempublikasi berbagai tuduhan korupsi pejabat pemerintah, pengadilan, hingga intelijen Iran. Oleh karena itu, kematian Molavi diduga berkaitan dengan dampak dari pekerjaannya.

“Selongsong peluru ditemukan di lokasi kejadian. Penembakan Molavi terekam kamera CCTV,” demikian pernyataan kantor berita Turki, DHA, dikutip dari AFP, Rabu (27/11/2019).

Dugaan ini diperkuat karena Intel Iran dikabarkan banyak beroperasi di Istanbul yang dikenal sebagai kota tempat warga Iran berlibur atau mengasingkan diri lantaran kasus politik. Oleh karena itu, Intel Iran tidak segan-segan melancarkan pembunuhan di kota tersebut.

Seperti kasus pada April 2017, di mana pemilik channel satelit berbahasa Persia GEM TV bernama Said Karimian juga tewas ditembak di Istanbul. Ia dibunuh di dalam mobilnya karena menawarkan siaran televisi Barat kepada penonton Iran.

Untuk kasus Molavi, Pihak berwajib mengatakan bahwa proses penyelidikan masih berlangsung guna mencari tahu pelaku dan motif pembunuhan.