Connect with us

Nasional

KPK Kaget Jokowi Beri Grasi ke Koruptor Annas Maamun

Published

on

Mantan Gubernur Riau Annas Maamun

Geosiar.com, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengaku kaget dengan grasi yang diberikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) kepada mantan Gubernur Riau Annas Maamun. Menurut KPK, kasus korupsi yang menjerat Annas kompleks butuh waktu lama untuk mengusutnya.

“Kami kaget ketika mendengar informasi pemberian grasi terhadap Annas,” ungkap juru bicara KPK, Febri Diansyah, di kantornya, Jakarta, Selasa (26/11/2019).

Febri menyebut, proses hukum Annas berlangsung selama hampir dua tahun. KPK menangkap politikus Partai Golkar itu pada 25 September 2014 llau, hingga putusan pengadilan berkekuatan tetap pada 4 Februari 2019.

Febri menyinggung kasus korupsi yang dilakukan pria 78 tahun itu juga berdampak luas terhadap lingkungan. Annas dihukum 7 tahun penjara lantaran terbukti menerima suap soal alih fungsi lahan hutan menjadi kelapa sawit. KPK menyebut kasus korupsi di sektor kehutanan memiliki akibat buruk terhadap lingkungan dan kepentingan publik.

Jokowi sebelumnya mengeluarkan Keputusan Presiden terkait grasi kepada Annas pada 25 Oktober 2019. Hukuman Annas dipangkas dari 7 tahun menjadi 6 tahun. Annas mengajukan grasi dengan alasan usia dan faktor kesehatan.

Indonesia Corruption Watch pun mengaku kecewa kepada Jokowi. Menurutnya, kasus korupsi tergolong kejahatan luar biasa, sehingga pemangkasan masa hukuman tak bisa dibenarkan untuk alasan apapun.

“Langkah presiden mencoreng rasa keadilan masyarakat,” ujar peneliti ICW Kurnia Ramadhana.