Connect with us

Nasional

Jalan Berbiaya Dana CSR Rp.5 Miliar Rusak Dalam Hitungan Bulan, Bupati Karo Diminta Kawal Perbaikan

Published

on

Salah satu titik kerusakan diruas jalan hotmix antara desa Ujungdeleng dengan Rihtengah disoal masyarakat

Karo – Geosiar – Masyarakat meminta Bupati Karo mengkawal dan menjelaskan berapa sebenarnya penghasilan ataupun keuntungan PT WEP disetiap tahunya, serta pemda karo harus berani mempublikasikan terkait jumlah besaran seluruh penyaluran bantuan dana Corporate Social Responsibility (CSR) PT Wampu Elektric Power (WEP) yang diberi kepada seluruh desa desa penyangga diseputaran berdirinya perusahan penghasil daya listrik tersebut.

Kami menduga jalan Hotmix yang baru dibangun dan alami kerusakan dengan tenggang waktu hitungan bulan ini diduga akibat adanya sarat penyimpangan, dan jalan milik kabupaten karo antara desa Ujungdeleng-desa Rihtengah, Kecamatan Kutabuluh ini juga sangat kami harapkan segera diperbaiki pihak terkait.

Jalan tersebut kembali rusak setelah beberapa bulan selesai dan diresmikan oleh Wakil Bupati Karo, Cory S Br Sebayang. Harapan masyarakat, kerusakan itu segera diperbaiki, ujar sejumlah masyarakat kedua desa tersebut disaksikan Kepala Desa Rihtengah, Sarianna Br Karo dan Kepala Desa Ujungdeleng, Bebas Karo-karo kepada tim media, Senin (25/11) di Ujungdeleng.

Permohonan peningkatan jalan kepada pihak PT WEP memang desakan masyarakat berdasarkan janji pihak PT Web awal memulai proyek kepada masyarakat. Namun kami heran, kenapa kepala desa lain yang diundang rapat di kantor bupati Karo prihal rencana perbaikan jalan melalui hotmix tersebut.

Seperti dalam rapat bersama pihak PT WEP dengan Pemkab Karo, Rabu 23 Januari 2019 di kantor Bapeda Karo tertuang kesepakatan tertulis antara pihak PT WEP dengan Pemkab Karo. Bahwa, PT WEP akan mengalokasikan CSR infrastruktur 2019 untuk peningkatan jalan jurusan desa Rihtengah-Ujungdeleng, Kecamatan Kutabuluh dengan pengerasan aspal dengan lebar 3 meter dengan panjang berkisar 6,5 km.

Kesepakatan tertulis ditandatangani GM PT WEP, Mok Evlsoo, Kadis PUPR Karo, Paten Purba, Kepala Bapeda Nasib Sianturi, Sekcam Kutabuluh, Robert W Ginting, mewakili Polsek Kutabuluh, T Pandia dan Kepala desa Amburidi, Sukendi Perangin-angin.

“Kami yang awalnya masyarakat desa Ujungdeleng dan Rihtengah memohon, kenapa kami tidak diundang dalam rapat koordinasi tersebut. Hal itu sudahlah yang penting bagi kami jalan itu rusak berat dan kami mohon segera diperbaiki dan kami tidak pernah tau berapa jumlah dana yang disalurkan untuk jalan itu, Bupati karo dan pemda tidak ada menjelaskan dan mensosialisasikan itu semua kepada kami masyarakat sekitar, ujar masyarakat berharap.

Kepala desa Ujungdeleng, Bebas Karo-karo dan Kepala desa Rihtengah, Sarianna Br Karo dikonfirmasi Analisa, Senin (25/11) membenarkan kerusakan jalan hotmix antara desa Ujungdeleng-Rihtengah beberapa bulan setelah diresmikan Wakil Bupati Karo, Cory S Br Sebayang berkisar bulan Juni 2019.

Pihak PT WEP, Asep yang dikonfirmasi wartawan, Senin (25/11) di kantornya, desa Rihtengah, membenarkan penghotmikan jalan tersebut dari dana CSR PT WEP tahun 2019. Karena keterbatasan dana dan kondisi jalan bahwa pelaksanaanya memang mengabaikan beberapa aspek.

Masalahnya, pihak Pemkab Karo yang berjanji membuat drainase sepanjang ruas jalan yang diperbaiki tidak dilakukan. Sampai saat ini drainase belum ada sehingga badan jalan rusak akibat badan jalan jadi saluran air saat hujan mengalir deras dari perbukitan saat hujan terjadi, jelas Asep.

Kalau memang karena keterbatasan dana, ada baiknya dikerjakan berdasarkan volume yang dapat dibiaya dana yang ada. atau cukup dibuat pengerasan atau lapen saja, tanya wartawan.

Tapi desakan masyarakat demikian dihotmix dari desa Rihtengah ke Ujungdeleng. Alokasi dana CSR tersebut bukan hanya untuk hotmix jalan, tapi juga penimbunan dan perbaikan jalan antara desa Limang sampai desa Negerijahe dan sampai Ujungdeleng, jawab Asep./edy surbakti

Advertisement