Connect with us

Sumut

Pupuk Subsidi Langka, Ketua DPRD Sergai Panggil Kadis Pertanian

Published

on

Audiensi Kepala Dinas Pertanian Sergai ke kantor Ketua DPRD Sergai, Senin (25/11/2019).

Geosiar.com, Sergai – Pupuk subsidi langka di Serdang Bedagai (Sergai) dan banyak para petani telah mengeluh akan permasalahan tersebut. Padahal, Dinas Pertanian Sergai melalui para penyuluh lapangan pertanian (PPL) telah menganjurkan pola tanam, saat petani ingin menggunakan pupuk untuk tanamannya, pupuk subsidi tidak cukup dipergunakan alias langka.

Menanggapi kelangkaan pupuk subsidi ini,  Ketua sementara DPRD Kabupaten Sergai, dr. M. Riski Ramadhan Hasibuan, SH, SE memanggil Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sergai, Radianto, SP, Senin (25/11/2019) siang.

Dalam penjelasannya, Radianto mengatakan bahwa data pupuk bersubsidi di Kabupaten Sergai tahun 2019, di antaranya Urea sebanyak 7.820 ton, SP-36 5.142 ton, ZA 5.454, NPK 8.563 ton dan organik 1.140 ton.

Sementara kebutuhan pupuk yang dibutuhkan  petani, jenis pupuk Urea 17.418 ton, SP-36 11.612 ton, ZA 7.742 ton, NPK 11.612 ton dan Organik 3.871 ton. Berdasarkan data ini diketahui bahwa pupuk subsidi yang disediakan pemerintah tidak mencukupi kebutuhan petani.

“Oleh karena itu, Dinas Pertanian Sergai telah mengajukan permintaan tambahan alokasi pupuk bersubsidi untuk TA 2019 sesuai tanggal surat 14 Oktober 2019 kepada Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian Cq Direktur Pupuk dan Pestisida,” jelas Radianto, Senin (25/11/2019).

Berdasarkan kebutuhan luas lahan Pertanian di Kabupaten Sergai, lanjut Radianto, untuk persawahan seluas 35.059 Hektar, untuk lahan pertanian jagung seluas 1.646 Hektar, dan lahan pertanian ubi seluas 4.898 Hektar.

“Direncanakan jumlah penambahan alokasi pupuk bersubsidi di antaranya jenis pupuk Urea sebanyak 10.646 ton, SP-36 6.236, ZA 3.597, NPK 6.203, dan organik 20.634 ton,” ujarnya mengakhiri.

Sementara itu, Ketua sementara DPRD Sergai, dr. Riski Ramadhan Hasibuan didampingi Sekretaris DPRD H Suprin kepada wartawan mengatakan sesuai paparan kadis pertanian diketahui bahwa adanya ketimpangan antara pasokan pupuk subsidi yang dialokasikan untuk Pemkab Sergai dengan total kebutuhan petani.

“Jumlah data pupuk yang diterima Kabupaten Sergai ternyata tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat, untuk itu Dinas Pertanian juga telah mengusulkan penambahan alokasi pupuk bersubsidi ke pemerintah pusat,” jelasnya.

Ke depannya, Riski Ramadhan memastikan pihaknya juga akan memanggil 12 distributor pupuk di Sergai. Dia juga menegaskan agar tidak ada oknum yang bermain dengan pupuk subsidi untuk kepentingan yang dapat menyulitkan masyarakat Sergai.

“Selain itu, pada 25 Desember 2019 mendatang pihak Dinas Pertanian Sergai bersama Badan Pertanahan Nasional (BPN) akan memenuhi undangan Kementerian Pertanin-RI guna membahas menyatukan persepsi luas area pertanian,” lanjutnya.

Terkait persoalan ini, Riski pun berjanji akan terus melakukan follow-up dan senantiasa berkoordinasi dengan Bupati terkhusus juga melalui Dinas Pertanian Sergai agar para petani tidak lagi kekurangan pupuk, sehingga pertanian di Sergai semakin membaik dan meningkat.

“Saya berharap agar kita bersama-sama menunggu hasil diskusi Menteri Pertanian (Mentan) RI pada 25 Desember 2019 mendatang dalam rangka pembahasan menyatukan persepsi luas area serta penambahan alokasi pupuk bersubsidi untuk Sergai,” tandasnya. (art)