Connect with us

Nasional

Istana Sebut Staf Khusus Milenial bakal Digaji Rp 51 juta

Published

on

Tujuh staf khusus milenial Presiden Joko Widodo atau Jokowi

Geosiar.com, Jakarta – Tujuh staf khusus milenial Presiden Joko Widodo atau Jokowi dikabarkan bakal menerima hak keuangan seperti yang diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 144 Tahun 2015. Beleid ini mengatur hak keuangan staf khusus presiden, staf khusus wakil presiden, wakil sekretaris presiden, asisten serta pembantu asisten.

Hak keuangan adalah pendapatan keseluruhan yang diterima dan sudah termasuk di dalamnya gaji dasar, tunjangan kinerja, dan pajak penghasilan. Perpres Nomor 144 Tahun 2015 menyatakan gaji staf khusus presiden sebesar Rp 51 juta.

“Ya, kan mereka bekerja satu kali 24 jam. Jadi enggak main-main lho kerjaan stafsus itu,” ujar juru bicara Istana Kepresidenan, Fadjroel Rachman, di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (22/11/2019).

Fadroel menyebutkan, total staf khusus presiden saat ini sudah ada 14 atau hanya bertambah satu orang dibanding periode pemerintahan Jokowi kemarin.

Tujuh staf khusus milenial Jokowi itu yakni Putri Tanjung (CEO dan Founder Creativepreneur), Adamas Belva Syah Devara (pendiri RuangGuru), Ayu Kartika Dewi (perumus Gerakan SabangMerauke), Angkie Yudistia (pendiri Thisable Enterprise, difabel tuna rungu), Gracia Billy Mambrasar (pemuda asal Papua, penerima beasiswa Kuliah Oxford), Aminuddin Ma’aruf (mantan Ketua Pergerakkan Mahasiswa Indonesia), dan Andri Taufan Garuda (CEO Amartha).

Sementara staf khusus lainnya antara lain Fadjroel, akademisi Ari Dwipayana, intelektual Sukardi Rinakit, ekonomi Megawati Institute Arif Budimanta, Ketua Umum PKPI Diaz Hendropriyono, kader PSI Dini Shanti Purwono, dan asisten pribadi Anggit Nugroho.