Connect with us

Nasional

Usul Masa Jabatan Presiden Tiga Periode, Ini Kata Nasdem

Published

on

Presiden Joko Widodo

Geosiar.com, Jakarta – Partai NasDem menolak usul terkait perubahan masa jabatan presiden yang saat ini maksimal dua periode menjadi tiga periode. Usulan tersebut masuk dalam pembahasan amandemen UUD 1945.

“Cukup dua periode dengan lima tahun per periode. Gak perlu diotak-atik lagi,” kata Ketua DPP NasDem, Achmad Effendy Choirie, pada Kamis (21/11/2019).

Menurutnya, periode lima tahun itu juga telah melalui berbagai pertimbangan dan komparasi dari berbagai negara di dunia yang menganut sistem demokrasi. “Pilihan ini jalan tengah. Sekali lagi, tidak perlu diotak-atik lagi.”

Sementara Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Arsul Sani menyatakan, ada usul perubahan masa jabatan presiden yang saat ini maksimal 2 periode menjadi 3 periode, dalam pembahasan amandemen UUD 1945.

“Itu kan baru sebuah wacana ya. Ada juga wacana yang lain,” ujar Arsul di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (21/11/2019).

Arsul mengungkapkan, ada juga usulan masa jabatan presiden diubah menjadi 1×8 tahun. Alasannya, masa jabatan yang lebih lama itu akan membuat presiden-wakil presiden mampu mengeksekusi programnya dengan lebih baik.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) PPP itu mengungkapkan bahwa MPR masih menghimpun pelbagai masukan mengenai masa jabatan presiden ini. Maka segala usulan tidak usah disikapi berlebihan.