Connect with us

Dunia

Indonesia Tegaskan Tolak Permukiman Israel di Palestina

Published

on

Menlu Retno Marsudi

Geosiar.com, Jakarta – Pemerintah Indonesia menolak pernyataan Amerika Serikat (AS) yang mendukung Israel untuk membangun permukiman Yahudi di Tepian Barat, Palestina.

Menlu Retno Marsudi menyatakan, rencana pembangunan permukiman Yahudi di wilayah Palestina bertentangan dengan hukum Internasional dan resolusi Dewan Keamanan PBB.

“Bahwa Indonesia menolak secara tegas pernyataan yang mengatakan pembangunan permukiman ilegal Israel di tepi barat tidak bertentangan dengan hukum Internasional. Pernyataan ini secara jelas bertentangan dengan hukum Internasional dan berbagai resolusi DK PBB yang terkait,” ujar Retno di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (20/11/2019).

Ia mengatakan, Indonesia secara tegas menentang tindakan Israel membangun permukiman ilegal di wilayah Palestina. Pembangunan permukiman ilegal itu yakni de facto aneksasi dan menjadi penghalang upaya perdamaian antara Israel dan Palestina.

“Berdasarkan resolusi dua negara dan yang terakhir Indonesia mengatakan kita mendesak masyarakat Internasional untuk bersatu, untuk memberikan dukungan bagi rakyat Palestina,” ungkapnya.

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo sebelumnya mengklaim wilayah permukiman warga Israel di wilayah Palestina yang diduduki tidak lagi dianggap tidak sah.

“Setelah mempelajari seluruh perdebatan dengan seksama, AS menyimpulkan keberadaan pemukiman warga Israel di Tepi Barat sesuai dengan hukum internasional,” kata Pompeo kepada awak media di Washington, dikutip dari AFP.

Pernyataan Pompeo itu membuat posisi AS dan sejumlah negara anggota DK PBB menjadi bertentangan. Akan tetapi Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu malah memuji langkah AS itu.