Connect with us

Dunia

Indonesia dan Malaysia Teken MoU Tentang Demarkasi dan Survei Batas Internasional

Published

on

Indonesia dan Malaysia Teken MoU Tentang Demarkasi dan Survei Batas Internasional

Geosiar.com, Kuala Lumpur –  Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Malaysia menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) tentang Demarkasi dan Survei Batas Internasional antara Malaysia (Sabah dan Serawak) dan Indonesia (Kalimantan Utara dan Kalimantan Barat).

Kegiatan penandatanganan ini dilaksanakan di Kuala Lumpur, Malaysia pada Kamis (21/11/2019), bertepatan dengan Joint Malaysia-Indonesia Boundary between Malaysia (Sabah & Serawak) and Indonesia (Kalimantan Utara & Kalimantan Barat)(JMI-43).

MoU ditandatangani oleh Ketua Setia Usaha Kementerian Air, Tanah, dan Sumber Asli Malaysia Datuk Zurinah Pawanteh dan Sekjen Kemendagri Hadi Prabowo. Selain MoU, peta hasil survey demarkasi yang merupakan lampiran dari MoU juga sudah  ditandatangani oleh Direktur Jenderal Departemen Survey and Mapping Malaysia Dato’ Sr Dr. Azhari bin Mohamed dan Direktur Wilayah Pertahanan Kementerian Pertahanan RI  Laksamana Pertama Bambang Supriadi, masing-masing selalu Ketua Tim Teknis Penegasan batas kedua negara.

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dalam sambutannya mengatakan, perjanjian itu bakal berdampak positif pada kedua negara terutama dalam hal kesejahteraan masyarakat.

“Acara ini sangat penting, walaupun hanya sebentar tapi berdampak 100 sampai 200 tahun kedepan, dengan adanya perjanjian tersebut berdampak bagi wilayah perbatasan antara Indonesia dan Malaysia dalam bentuk pembangunan wilayah, kesejahteraan masyarakat di wilayah perbatasan,” ujar Mendagri.

“MoU tersebut juga memastikan adanya kepastian hukum bagi masyarakat di kedua belah negara,” tambah Mendagri.

MoU dipandang sebagai tonggak sejarah yang istimewa dalam hubungan bilateral kedua negara karena mengakhiri perbedaan pendapat dalam penegasan batas darat atau yang lazim dikenal dengan Outstanding Boundary Problems (OBP) di dua segmen yaitu segmen fi sekitar Sungai Simantipal dan segmen C500-C600 yang keduanya terletak di perbatasan antara Kalimantan Utara dan Kalimantan Barat. Kedua segemen itu sudah menjadi OBP masing-masing sejak tahun 1978-1989.

Penandatanganan MoU tersebut juga sudah  membuka jalan bagi kedua negara untuk mempercepat penyelesaian OBP di tiga segmen lain yaitu Segmen Pulau Sebatik, Sungai Sinapad-Sesai, dan B- 2700-3100 yang disepakati akan diselesaikan pada tahun 2020 mendatang.

Penekenan MoU itu diharapkan dapat memberikan kepastian hukum bagi Pemerintah Indonesia untuk membangun Pos Lintas Batas Negara (PLBN) di Lambang, yang letaknya tidak jauh dari Kawasan Sungai Simantipal yang baru disepakati.

Dunia

Baku Tembak di NYC, 6 Orang Tewas Termasuk Polisi

Published

on

Ilustrasi pihak kepolisian New York.

Geosiar.com, New York – Penembakan brutal kembali terjadi di pinggiran New York City, Amerika Serikat pada Selasa (10/12/2019) siang waktu setempat. Akibatnya, enam orang dilaporkan meninggal dunia termasuk seorang polisi dan dua tersangka.

“Para petugas kami ditembaki selama berjam-jam,” ujar Kepala Kepolisian Jersey City, Michael Kelly, seperti dilansir dari AFP, Rabu (11/12/2019).

Selain polisi dan tersangka, tiga warga sipil juga tewas dalam insiden penembakan yang dimulai di sebuah pemakaman dan berakhir di sebuah toko itu. Namun, Kelly mengatakan pihaknya masih belum mengetahui motif dari penembakan. Lima dari enam orang yang tewas, ditemukan dalam sebuah toko.

“Kami yakin bahwa dua orang di antara mereka adalah penjahat sedangkan tiga orang lainnya adalah warga sipil,” lanjutnya.

Lebih jauh, Kelly menceritakan kronologi penembakan. Ia menyebut gerakan kedua tersangka sangat cepat dan terus-menerus selama empat jam. Ratusan polisi dari New Jersey dan New York, termasuk para polisi taktis bersenjatakan senapan serbu, diturunkan untuk meredam para pelaku.

Media setempat menjelaskan insiden penembakan bermula saat seorang polisi yang menyelidiki kasus pembunuhan, mendekati para tersangka di pemakaman. Polisi bernama Joseph Seals menjadi korban tewas pertama dalam insiden tersebut.

Continue Reading

Dunia

PM Malaysia Bakal Mundur Usai KTT APEC

Published

on

Anwar Ibrahim dan PM Malaysia Mahathir Mohamad. [Foto: AFP via Straitstimes.com]

Geosiar.com, Kuala Lumpur – Perdana Menteri (PM) Malaysia, Mahathir Mohamad, mengatakan bakal menyerahkan kekuasaan kepada penggantinya, Anwar Ibrahim, selepas konferensi tingkat tinggi (KTT) Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) pada November mendatang.

“Saya berjanji akan mengundurkan diri dan menyerahkan kekuasaan kepada dia (red: Anwar). Saya pikir kesempatan secepatnya sebelum KTT APEC justru akan mengganggu,” tutur Mahathir kepada Reuters, seperti dilansir pada Rabu (11/12/2019).

Adapun alasan perdana menteri tertua di dunia itu mengundurkan diri usai KTT dikarenakan konferensi tersebut merupakan momen bersejarah baginya sebab akan menjadi pemimpin yang pertama kali di dunia menggelar KTT APEC sebanyak dua kali.

“Sejauh yang saya ketahui, saya mundur dan saya menyerahkan tongkat kepemimpinan kepadanya. Jika rakyat tidak menginginkannya, itu persoalan mereka, tetapi saya akan melakukan apa yang telah saya janjikan… terlepas dari tuduhan apapun yang muncul. Saya telah berjanji, saya akan menepatinya.” lanjutnya.

Sebelumnya, konflik antara Anwar dan Mahathir memang menjadi perhatian publik. Keduanya pernah menjadi kolega, yang kemudian menjadi rival pada pemilu lalu. Mahathir tak diperkirakan sebelumnya terpilih sebagai pemimpin pemerintahan koalisi Partai Keadilan Rakyat yang dipimpin Anwar, 72.

Oleh sebab itu, janji Mahathir untuk menyerahkan kekuasaan kepada Anwar semakin diragukan setelah politikus senior itu mengatakan, dia membutuhkan waktu yang panjang untuk mengendalikan utang negara.

Continue Reading

Dunia

Uni Eropa Diminta Segera Akui Palestina

Published

on

Ilustrasi konflik Israel-Palestina yang semakin keruh. (Foto: REUTERS/Mohamad)

Geosiar.com, Luksemburg – Uni Eropa diminta untuk mengakui Palestina sebagai negara. Permintaan itu disampaikan oleh Menteri Luar Negeri (Menlu) Luksemburg Jean Asselborn, yang juga mendorong penyelesaian konflik Israel-Palestina melalui solusi dua negara.

Jean Asselborn mengimbau agar Uni Eropa segera menggelar diskusi yang bisa mendukung upaya solusi dua negara dan membahas konflik di Timur Tengah secara mendalam pada Januari mendatang. Hal itu tertuang dalam sebuah nota diplomatik Menteri Luar Negeri Luksemburg. Nota itu ditujukan kepada Perwakilan Tinggi untuk Urusan Luar Negeri dan Keamanan Uni Eropa, Josep Borrell.

“Uni Eropa harus terus mempromosikan dan mendukung konsensus yang mendukung solusi dua negara. Salah satu cara membantu menyelamatkan solusi ini adalah dengan menciptakan situasi yang lebih adil bagi kedua belah pihak. Saya percaya bahwa ini lah saatnya memulai debat dalam Uni Eropa tentang peluang pengakuan Negara Palestina oleh semua anggotanya,” demikian pernyataan Asselborn dalam nota tersebut, dilansir dari CNN, Senin (9/12/2019).

Selain itu, Asselborn juga mendorong kepada masing-masing negara Uni Eropa untuk memutuskan membangun hubungan bilateral dengan negara baru secara mandiri. Dalam notanya, dia benar-benar menginginkan Uni Eropa mendiskusikan masalah pengakuan terhadap Palestina dalam sebuah rapat khusus.

“Pengakuan Palestina sebagai negara bukan merupakan bantuan, atau cek kosong. Tetapi, itu pengakuan sederhana terhadap hak masyarakat Palestina terhadap negaranya sendiri, bukan sebuah langkah melawan Israel,” timpal Perwakilan Tinggi untuk Urusan Luar Negeri dan Keamanan Uni Eropa, Josep Borrell, seperti dikutip AFP.

Sebagai informasi, Israel dan Amerika Serikat menentang keras pengakuan Palestina sebagai negara. Bahkan, AS belakangan ini terus menerapkan langkah kontroversial seperti mengakui secara sepihak bahwa Yerusalem merupakan Ibu Kota Israel, sebuah langkah yang dinilai merusak proses damai. Uni Eropa dan sebagian anggotanya menentang keras langkah AS tersebut.

Continue Reading
Advertisement

BERITA NASIONAL

Advertisement

Trending

Alamat Redaksi : Jl. Mataram No. 21 Gedung Catolic Center Lt 2 Medan – Sumatera Utara, Telp. +626180514970 Email : geosiar.com@gmail.com Copyright © 2017-2018 Geosiar.Com