Connect with us

Politik

Fraksi PDI P DPRD Medan Sambut Baik Instruski Soal Kurangi Sampah Plastik

Published

on

Medan, Geosiar.com – Bendahara Fraksi DPRD Medan menyambut baik surat DPP PDI Perjuangan terkait instruksi pengurangan penggunaan sampah plastik. Instruksi itu akan disosialisasikan kepada kader bahkan masyarakat.

“Himbauan itu sangat baik untuk menjaga kelestarian lingkungan. Itu akan kita sosialisasikan kapan dan dimana pun,” ujar bendahara Fraksi PDI P DPRD Medan Paul Mei Anton Simanjuntak SH (foto) kepada wartawan, Selasa (19/11/2019) menyikapi instruksi DPP PDI P, No 905/IN/DPP/XI/2019 terkait pengurangan penggunaan plastik.

Diakui Paul Simanjuntak yang duduk 2 periode anggota DPRD Medan itu, instruksi tersebut gayung bersambut dengan program yang diterapkan Plt Walikota Medan Ir Akhyar Nasution. Dimana Pemko Medan sudah membuat instruksi supaya ASN menjalankan agar meminimalisir penggunaan plastik sekali pakai. Terbukti, penggunaan plastik banyak mengotori parit dan sungai yang mengakibatkan banjir.

“Kita berharap seluruh warga Medan dapat memahami dan merealisasikan penggunaan plastik kegiatan sehari hari. Hal itu diyakini mengurangi sampah plastik domestik yang dapat mengganggu ekosistem lingkungan dan kesehatan tubuh. Tentu, akan kita berupaya memulai dari kader PDI P,” sebut Paul.

Sebagaimana diketahui, DPP PDI Perjuangan menerbitkan surat tertanggal 15 Nopember 2019, No 905/IN/DPP/XI/2019 yang di tanda tangani Ketua I Made Urip dan sekretaris Hasto Kristiyanto. Dalam surat itu menginstruksikan kepada DPD PDI P, DPC PDI P, anggota DPRD Propinsi/Kabupaten-Kota Fraksi PDI P dan Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah seluruh Indonesia agar mengurangi pemakaian plastik.

Disebutkan, sampah plastik menjadi salah satu penyebab terbesar kerusakan lingkungan dan Indonesia salah satu negara penyumbang ke dua terbesar di dunia. Terkait hal itu, PDI Perjuangan peduli terhadap kelestarian lingkungan maka menginstruksikan kepada kader mauoun anggota partai yang ada di struktur eksekutif dan legislatif agar lebih peduli dengan situasi lingkungan.

Untuk itu diminta supaya meminimalisir pemakaian plastik (botol plastik, kantong plastik, styrofoam dan sedotan) menggunakan hasil industri yang ramah lingkungan.

Selanjutnya mendorong pelestarian lingkungan dengan menanam dan merawat pohon di lingkungan, rehabilitasi lahan, membuat daerah resapan air, melakukan rotasi tanaman dan membuat taman kota yang dapat membersihkan udara yang mampu menciptakan suasana nyaman dan asri.

Ditegaskan, surat instruksi itu diperbuat untuk dilaksanakan dengan penuh tanggungjawab sebagai kader partai dan disosialisasikan dengan baik. (lamru)

Advertisement

Politik

Nama ini Disebut Berpeluang Jadi Ketua Umum PPP

Published

on

Pengurus DPP PPP menyampaikan hasil Mukernas dalam jumpa pers di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Minggu (15/12/2019)

Geosiar.com, Jakarta – Partai Persatuan Pembangunan (PPP) bakal mengadakan Muktamar IX pada tahun 2020 setelah pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). Mengenai hal itu, sejumlah nama bakal calon ketua umum (ketum) PPP beredar.

“Pak Suharso Monoarfa selaku Pelaksana Tugas ketua umum, Bapak Sekjen Bapak Arsul sani, Bapak Muqowam, Bapak Waketum dan ketua fraksi Pak Amir Uskara, anggota Wantimpres Pak Mardiono,” ungkap Wakil Sekretaris Jenderal PPP, Achmad Baidowi di Hotel Grand Sahid Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Minggu (15/12/2019).

Namun lanjutnya, Mardiono telah mengundurkan diri dari jabatan wakil ketum DPP PPP. Ada ketentuan Undang-undang yang melarang rangkap jabatan bagi dewan pertimbangan presiden (Wantimpres).

“Khusus Pak Mardiono ini karena ada ketentuan perundang undangan yang melarang rangkap jabatan bagi anggota Wantimpres, apakah beliau tetap di Wantimpres atau maju menjadi ketua umum, ya tergantung beliau,” ujarnya.

Dia menjelaskan, yang dapat menjadi calon ketum PPP menurut anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) adalah mereka yang pernah menjadi pengurus DPP selama satu periode. Tak hanya itu, pernah menjadi pengurus dewan pimpinan wilayah (DPW) selama satu periode.

Kini PPP dipimpin Plt Ketua Umum Suharso Monoarfa. Ketum PPP sebelumnya, M Romahurmuziy atau Rommy ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas kasus suap pengisian jabatan di Kementerian Agama.

Ketum PPP sebelum Rommy yakni Suryadharma Ali pun ditangkap KPK lantaran kasus korupsi penyelenggaraan Ibadah Haji tahun 2010-2013 dan korupsi dana operasional menteri (DOM).

Continue Reading

Politik

PAN Buka Penjaringan Balon Walikota Medan Periode 2020-2024

Published

on

Medan, Geosiar.com – DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Medan secara resmi membuka penjaringan bakal calon Walikota dan Wakil Walikota Medan untuk Pemilihan Walikota (Pilwalkot) Medan periode 2020-2024.

“Penjaringan dibuka secara resmi mulai, Senin (16/12/2019) hingga sepekan kedepan,” sebut Ketua DPD PAN Kota Medan, HT Bahrumsyah, SH MH, didampingi Sekretaris, Agam S Ginting, SE ketika menyerahkan Surat Keputusan (SK) Tim Penjaringan Balon Walikota dan Wakil Walikota di Rumah DPD PAN Kota Medan, Jalan Bilal Ujung No. 161 Medan, Jumat (13/12/2019).

Dalam proses penjaringan nantinya, sebut Bahrumsyah, tidak ada mahar politik bagi para kandidat yang ingin mendaftarkan diri ke PAN. “Silahkan mendaftar, PAN terbuka bagi siapa saja yang ingin maju dan bertarung dalam Pilkada Kota Medan,” katanya.

Bahrumsyah berharap, Tim Penjaringan dapat melaksanakan proses penjaringan berdasarkan peraturan organisasi.

Sementara Ketua Tim Penjaringan, Misnan Manurung, SH MH, didampingi Sekretaris Andriko Lubis, SE MSi mengatakan, selama sepekan pihaknya membuka seluas-luasnya bagi siapa saja yang memiliki kapabelitas dan kapasitas untuk menjadi orang nomor 1 di Kota Medan. “Baik kader maupun non kader terbuka untk mendaftarkan diri ke PAN. Yang jelas, yang mendaftar yang akan kita usung,” ujarnya.

Usai proses pendaftaran, sebut Misnan, selanjutnya pihaknya akan melakukan pemaparan visi dan misi para kandidat, untuk kemudian digodok hingga nantinya muncul kandidat yang ditetapkan dan diusung partai dalam Pilkada 2020.

Disisi lain, Bahrumsyah, menambahkan tidak tertutup kemungkinan PAN akan mengusung kader sendiri dalam Pilkada Medan 2020 mendatang. “Di kita, kader itu ada 3 bagian, yakni kader, anggota dan simpatisan,” katanya.

Disinggung kader sendiri yang berpotensi diusung, Bahrumsyah, menyebutkan kemungkinan ada 3 calon. “Saya (Bahrumsyah, red), itupun kalau direstui partai, kemudian M. Faisal dan Sari Sondah Batubara. M. Faisal itu kalangan milenial, sementara Sari Sondah Batubara merupakan Ketua Wanita Amanat Nasional,” paparnya.

Bahrumsyah tidak menampik pihaknya berkomitmen ingin mengusung kader sendiri dalam Pilkada Medan 2020.

“Kita harus menggandeng partai lain agar bisa mengusung. Kita punya 6 kursi di DPRD dan tinggal mencari 4 lagi agar bisa mengusung sendiri,” ujarnya.

Melihat situasi saat ini, tambah Bahrumsyah, memungkinkan munculnya calon alternatif untuk diusung dalam Pilkada Medan 2020 mendatang.

“Kita sudah diskusi dengan PKS. Kita juga nanti akan diskusi dengan Golkar, NasDem dan Demokrat. Yang jelas, kita tetap membangun komunikasi dengan partai lain untuk memunculkan calon. Jika banyak calon, tentunya akan banyak pilihan dalam Pilkada nantinya dari berbagai latar belakang. Pastinya, PAN akan memberikan kejutan dalam Pilkada kali ini,” ungkapnya. (lamru)

Continue Reading

Politik

SBY Restui Soekarwo Jadi Wantimpres

Published

on

Ketua DPD Partai Demokrat Soekarwo dan Ketua Umum Susilo Bambang Yudhoyono dalam pembukaan Rakerda DPD Jatim di Tulungagung, 25 Februari 2018. (Foto: Antara)

Geosiar.com, Jakarta – Ketua Umum Parta Demokrat disebut merestui Soekarwo (Pakde Karwo) untuk melepas jabatan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Jawa Timur dengan melanjutkan karir sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) periode 2019-2024.

“Pakde Karwo kader utama Partai Demokrat. Mendapat tugas panggilan oleh negara. Karena aturan tidak boleh merangkap antara partai dan wantimpres, maka ketum memperbolehkan kader terbaik itu melepas posisi sebagai salah satu pimpinan demokrat di daerah,” tutur Wakil Sekjen Partai Demokrat Andi Arief kepada wartawan, Sabtu (14/12/2019).

Andi mengaku bahwa Soekarwo sudah menyampaikan surat pengunduran dirinya dari jabatan Ketua DPD Demokrat Jawa Timur. Namun, ia enggan menjawab apakah Soekarwo masih berstatus sebagai kader Demokrat.

“(Pakde Karwo) mengundurkan diri dari Ketua DPD (PD) Jatim. Status kader itu tergantung keinginan pribadi, melekat tapi juga nggak bisa dipaksakan. Yang jelas Pakde bukan lagi Ketua DPD Jatim dan bukan Majelis Tinggi Partai,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Andi mengucapkan selamat kepada Soekarwo atas terpilihnya menjadi Wantimpres dan berharap bisa menjalankan tugas dengan baik dalam memberi pertimbangan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Kami berharap Pak De Karwo bisa berkerja dengan baik dalam memberi pertimbangan pada Pak Jokowi (Joko Widodo).” pungkasnya.

Seperti diketahui, Presiden Jokowi resmi melantik sembilan anggota Wantimpres periode 2019-2024. Kesembilan orang itu adalah Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto, Politikus senior Partai Golkar Agung Laksono, Mantan Gubernur Jawa Timur sekaligus mantan Ketua DPD Demokrat Jawa Timur Soekarwo.

Kemudian, Politikus senior PDIP Sidarto Danusubroto, Pemilik Grup Mayapada Dato Sri Tahir, Komisaris Utama PT Mustika Ratu Tbk, Putri Kus Wisnu Wardani, Tokoh Nahdlatul Ulama (NU) Maulana Al-Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya alias Habib Luthfi, Poltikus senior PPP Mardiono, dan pendiri Medco Group Arifin Panigoro.

Continue Reading
Advertisement

BERITA NASIONAL

Advertisement

Trending

Alamat Redaksi : Jl. Mataram No. 21 Gedung Catolic Center Lt 2 Medan – Sumatera Utara, Telp. +626180514970 Email : geosiar.com@gmail.com Copyright © 2017-2018 Geosiar.Com