Connect with us

Sumut

Polisi Tangkap Abang Beradik Residivis Narkoba di Karo

Published

on

Kedua tersangka penyalahgunaan narkoba di Satresnarkoba Polres Tanah Karo, Sabtu (16/11/2019) dinihari. [Foto: art/Geosiar.com]

Geosiar.com, Tiga Panah – Kasat Narkoba AKP Ras Maju Tarigan, SH bersama personel Satresnarkoba Polres Tanah Karo telah melakukan penangkapan terhadap pelaku penyalahgunaan narkotika jenis sabu pada Sabtu (16/11/2019) dinihari. Kedua pelaku adalah Usaha Sitepu (42) warga Desa Suka Pengulun, Kecamatan Tiga Panah, Kabupaten Karo dan Rudi Sitepu (35) warga Desa Suka Pilihen, Kecamatan Tiga Panah, Kabupaten Karo.

Penangkapan berawal pada Jumat (15/11/2019) sekira pukul 00.00 WIB, Kasat Narkoba AKP Ras Maju Tarigan, SH bersama personel Satresnarkoba Polres Tanah Karo mendapat informasi dari masyarakat terpercaya bahwa ada dua orang laki-laki abang beradik bernama Usaha Sitepu dan Rudi Sitepu diduga memiliki narkotika jenis sabu dan ganja. Keduanya diketahui berada di sebuah warung kopi di Desa Suka Mbayak Kecamatan Tiga Panah, Karo.

 Setibanya di lokasi 30 menit kemudian, pelapor melihat dua orang laki laki mirip dengan  ciri-ciri yang dimaksudkan. Petugas pun mendekati kedua orang itu dan langsung melakukan penangkapan serta penggeledahan.

“Ditemukan barang bukti 5 paket plastik klip bening berisi narkotika Golongan I jenis sabu dengan berat brutto 7,5 gram, satu unit Handphone Nokia warna hitam milik Rudi Sitepu, satu unit Handphone Nokia warna biru laut milik Usaha Sitepu, satu unit Handphone Android warna hitam milik Usaha Sitepu, satu unit timbangan elektrik merk Aplle, sebuah gunting, 2 buah mancis,  sebungkus rokok Sampoerna berisi kaca pirex, uang tunai sebesar Rp.375.000,- diduga hasil penjualan sabu,” Kasatres Narkoba, AKP Ras Maju Tarigan kepada wartawan Geosiar.com, Selasa (19/11/2019).

Selanjutnya, petugas melakukan pengembangan kasus dengan menggeledah rumah pelaku di Desa Suka Kecamatan Tiga Panah, Kabupaten Karo. Dari penggeledahan tersebut ditemukan barang bukti berupa 7 (tujuh) paket narkotika jenis ganja meliputi akar, ranting, daun, dan biji dengan berat brutto 150 gram,1 (satu) paket  plastik klip berisi narkotika jenis sabu dengan berat brutto 1,11 gram, 1 (satu) bungkus plastik klip kosong, slip bukti transfer Bank BRI, kotak timbangan elektrik, 1 (satu) buah kaleng Unibis, 1 (satu) buah helm merk Variant.

Saat dilakukan penangkapan, kedua tersangka yang merupakan residivis kasus narkoba berusaha untuk melarikan diri dan melawan petugas sehingga diberikan tembakan peringatan. Namun, tembakan itu tidak diindahkan sehingga dilakukan tembakan terukur ke bagian kaki kanan dan kaki kiri tersangka. Selanjutnya, dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan pengobatan, lalu dibawa ke kantor Satresnarkoba Polres Tanah  Karo untuk proses penyidikan selanjutnya.

Sumut

Soal Pencalonan Walikota, Gandi Akui Jokowi Ingin Memajukan Keluarga

Published

on

Korwil PMPHI Sumatera Utara (Sumut) Drs. Gandi Parapat.

Geosiar.com, Medan – Korwil PMPHI Sumatera Utara (Sumut) Drs. Gandi Parapat mengatakan, keterbukaan Jokowi dalam memberikan dukungan kepada anak dan menantunya menjadi bakal calon Wali Kota Solo dan Medan, menunjukkan kesempurnaan untuk memajukan keluarga.

“Sempurnalah tanggung jawab keluarga itu, ya memang harus memajukan keluarga. Andaikan cucu sudah umur dewasa tidak salah menjadi Gubernur karena tidak ada Undang-undang yang dilanggar. Kalau ada yang menyalahkan hal itu biarkan saja, dari Presiden terdahulu hanya Jokowi lah yang lebih hebat berpikir untuk masa depan anak, menantu, cucu. Mungkin Soekarno, Soeharto, BJ Habibi, Gus Dur, Megawati, dan SBY punya anak dan menantu, tapi tidak punya kemampuan atau tidak berpikir melanjutkan cita-cita bapaknya atau ibunya,” kata Gandi menjawab pertanyaan wartawan Geosiar.com, di Medan, Senin (16/12/2019).

Kemungkinan, kata Gandi, keluarga Presiden yang lain berpikir kalau pemerintah ini seperti kepanitiaan. “Barangkali mereka berpikir dalam kepanitiaan kalau ‘dia’ sudah ketua panitia tidak mau lagi istrinya menjadi bendahara dan anaknya menjadi seksi konsumsi. Biarlah dari anggota keluarga yang lain, karena kebersamaan. Dalam hal keinginan Presiden Jokowi, kami yakini semua partai yang ada dalam kabinet atau pembantu presiden harus mendukung anak dan menantunya karena mereka takut dipecat atau takut dibilang tidak loyal,” lanjutnya.

Untuk itu, Gandi mengingatkan agar masyarakat dan tokoh masyarakat jeli melihat dan mencermati itu jangan sampai mempermalukan keluarga besar Jokowi sebagai Presiden Republik Indonesia. “Jadi, semua harus memilih itu dan niat para tokoh masyarakat untuk menjadi Wali Kota agar membatalkan karena sia-sia,” tambah Gandi.

Menurut Gandi, Jokowi tinggal memantau saja siapa yang loyal atau partai mana yang tidak mendukung. “Kami melihat pasti semua partai berlomba mendukung dan ini kesempatan baik bagi politisi ataupun tokoh masyarakat untuk berpenampilan mendukung dan pasti akan mendapat jatah, seperti dalam pilpres yang lalu, semua partai pasti punya ilmu untuk mendukungnya,” imbuhnya.

Lebih jauh, Gandi mengilustrasikan dalam bentuk perumpamaan “Jangan Sampai Habis Arang, Besi Tidak Jadi”. Untuk itu, harapnya, para pimpinan partai harus lebih pintar-pintar dalam membaca situasi. “Mereka tidak akan mau lepas dari kekuasaan apalagi dengan kemampuan Jokowi sekarang yang mendunia. Kalaupun ada keinginan Ahyar (Plt Walkot Medan) lebih bagus pilih daerah lain asal jangan bersentuhan dengan menantu Jokowi. Kalau berkeras melawan arus maka akan lambai seperti lagu,” tambahnya.

Di Medan, lanjutnya, memang banyak tokoh masyarakat dan tokoh pendidikan yang diinginkan masyarakat seperti Ahyar, Tifatul Sembiring, Dahnil Simanjuntak, Dr Sahyan Asmara, tapi karena presiden mendukung menantunya, lambat laun sudah banyak yang mundur teratur karena begitu hormat dan takutnya kepada presiden.

“Jadi kami memprediksi anak dan menantu presiden tinggal menunggu pelantikan. Semua sudah mendukung itu, hanya alam yang belum bisa kami prediksi apakah mendukung niatan mereka,” pungkasnya. (X1)

Continue Reading

Sumut

Kapolres Hadiri Razia Lapas Kelas II B Tebing Tinggi

Published

on

Barang bukti yang ditemukan saat kegiatan penggeledahan Lapas Kelas II B Tebing Tinggi, Minggu (15/12/2019). [Foto: WH/Geosiar.com]

Geosiar.com, Tebing Tinggi – Kabag Ops Polres Tebing Tinggi Kompol Ainus memimpin apel pelaksanaan tugas kegiatan razia/penggeledahan/pemeriksaan di Lapas Kelas II B Kota Tebing Tinggi, Minggu (15/12/2019). Kegiatan itu dipantau langsung oleh Kapolres Tebing Tinggi AKBP Sunadi, SIK.

Turut dihadiri Kasat Intelkam Polres Tebing Tinggi AKP Syarifuddin, Kasubbag Bin Ops Polres Tebing Tinggi AKP Antoni Tampubolon, Kasat Narkoba Polres Tebing Tinggi AKP Cahyandi, Kasat Sabhara Polres Tebing Tinggi AKP Surbakti, Kasat Lantas Polres Tebing Tinggi AKP S. Siagian, Kapolsek Padang Hilir H. Marpaung, Para Kanit Polres dan Polsek, Personel Polres dan Polsek yang namanya ter-sprin.

Kabag Ops Polres Tebing Tinggi Kompol Ainus, dalam arahannya mengatakan razia atau pemeriksaan lapas merupakan kegiatan rutin dan berkesinambungan. Dia mengimbau agar pegawai lapas melaksanakan pemeriksaan tersebut sesuai prosedur yang berlaku dan jangan bersikap arogan ataupun mengintimidasi para tahanan.

“Kita akan melaksanakan razia di Lapas Kelas II B Tebing Tinggi bersama dengan pewagai lapas. Bahwa ruangan yang harus diperiksa dimungkinkan ada 100 orang lebih dalam ruangan dan jangan ada menimbulkan masalah di sana dalam pemeriksaan serta jangan banyak bicara yang tidak perlu.  Mari kita laksanakan tugas sesuai dengan SOP dan jangan arogan dan underestimate,” tegas Ainus.

Sementara itu, Kalapa Theo menjelaskan prosedur pemeriksaan atau penggeledahan kamar tahanan dilakukan dengan cara mengeluarkan para tahanan kemudian dilaksanakan pemeriksaan ruangan satu per satu.

“Kita akan mengeluarkan tahanan dan kita akan lakukan periksa ruangan satu demi satu. Kita akan melakukan penggeledahan sesuai dengan prosedur,” kata Theo menimpali arahan Kompol Ainus.

Pemeriksaan ruangan digelar sekitar pukul 09.15 WIB, mulai dari memeriksa Blok 34 Mapenaling Alpha, yang berisi sebanyak 102 orang. Lalu, dengan melakukan razia Blok 35 Bravo  yang berisi sebanyak 102 orang. Dilanjutkan dengan memeriksa Blok 92 Admisi Orientasi (AO) Charlie yang berisi 93 orang.

Dalam pelaksanaan razia, ditemukan barang bukti yakni handphone sebanyak 14  unit, baterai Hp sebanyak 5 unit, headset sebanyak 2 unit, senjata tajam sebanyak 17 buah, vape sebanyak 1 unit, mancis sebanyak 20 buah, dan kabel sebanyak 2 buah. Seluruh barang yang ditemukan kemudian dimusnakan.

Usai pelaksanaan razia, Kapolres Tebing Tinggi AKBP Sunadi, SIK, mengucapkan terima kasih kepada Kalapas beserta pegawai yang ikut mengambil bagian dalam kegiatan tersebut. Lebih jauh, ia menyampaikan harapan untuk Lapas Kelas II B Tebing Tinggi dan menyatakan dukungan penuh atas program-program yang dibuat khususnya dalam memberantas masalah narkoba.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Kalapas atas pelaksanaan razia di Lapas Kelas II B Tebing Tinggi yang berjalan dengan aman dan baik. Kami juga akan mendukung program- program lapas, khususnya dalam memberantas narkoba. Mari kita selalu bekerjasama dalam pelaksanaan tugas.” pungkas Sunadi. (WH)

Continue Reading

Sumut

Wabup Sergai Tekankan Penanaman Ideologi Pancasila Sejak Dini

Published

on

Seminar Nasional Kita Pancasila di objek wisata Pantai Woong Rame, Kecamatan Pantai Cermin, Sabtu (14/12/2019). [Foto: art/geosiar.com]

Geosiar.con, Sergai – Seiring dengan lajunya modernisasi dan perkembangan teknologi informasi yang semakin kompleks dan memberikan kemudahan bagi kehidupan manusia, berbagai pengaruh negatif juga terdapat di dalamnya. Misalnya, semakin maraknya penyalahgunaan dan peredaran narkoba, perkelahian antarpelajar dan berbagai kasus lainnya.

“Maka, kita perlu untuk menangkal terjadinya degradasi moral anak bangsa ini, diperlukan adanya penanaman ideologi Pancasila sejak dini dalam mencegah paham radikalisme dan intoleransi,” demikian disampaikan Wakil Bupati Serdang Bedagai, H. Darma Wijaya, saat menghadiri Seminar Nasional Kita Pancasila di objek wisata Pantai Woong Rame, Kecamatan Pantai Cermin, Sabtu (14/12/2019).

Menurut Darma, setiap generasi merupakan masyarakat baru yang harus memperoleh pengetahuan, mempelajari keahlian dan mengembangkan karakter atau watak publik maupun pribadi yang sejalan dengan demokrasi.

“Sikap mental ini harus dipelihara dan dipupuk melalui perkataan dan pengajaran serta kekuatan keteladanan”, lanjutnya.

Oleh karena itu, dia menegaskan agar dilakukannya pembinaan terhadap generasi muda untuk menjadi warga negara yang baik. Sebab, merupakan tugas yang sangat penting dari pengembangan warga negara yang bertanggung jawab, efektif dan terdidik. 

“Untuk kita ketahui bersama, bahwa penanaman ideologi Pancasila sejak dini dalam mencegah paham radikalisme dan intoleransi perlu dilaksanakan sejak dini kepada para generasi muda penerus bangsa,” tambahnya.

Semakin kuat dan kokohnya pemahaman tentang penanaman ideologi Pancasila sejak dini dalam mencegah paham radikalisme dan intoleransi, tegasnya, akan menjadi benteng kokoh dari pengaruh pengarusutamaan negatif yang ditimbulkan dari perkembangan teknologi dan informasi tersebut.

Sebagai informasi, kegiatan ini juga dihadiri Kapolda Sumatera Utara yang diwakili Kasubdit IV Dit Intelkam Polda Sumut AKBP Ahyan, Anggota Dewan Pengarah Pangan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Republik Indonesia Romo Beni, Founder Rumah Aspirasi Milenial (RAM) Elvi Yuliana Napitupulu, Tuan Guru Batak Dr. H. Ahmad Sabbang El Rahmany Rajagukguk, MA.

Kemudian, anggota DPRD Sergai, Pimpinan OPD Sergai, serta ribuan peserta yang merupakan pelajar dari berbagai SMA se-Sergai.(art)

Continue Reading
Advertisement

BERITA NASIONAL

Advertisement

Trending

Alamat Redaksi : Jl. Mataram No. 21 Gedung Catolic Center Lt 2 Medan – Sumatera Utara, Telp. +626180514970 Email : geosiar.com@gmail.com Copyright © 2017-2018 Geosiar.Com