Connect with us

Politik

Pekan Depan Tatib DPRD Medan Disahkan, Bahrumsyah: Raker Dulu Baru AKD Kerja Efektif

Published

on

Medan, Geosiar.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Medan memperkirakan pengesahan Tata Tertib (Tatib) DPRD periode 2019-2024 pekan depan. Draf Tatib saat ini sudah diajukan ke Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) untuk dieksaminasi.

“Kita menunggu hasil eksaminasi dari Gubernur 2-3 hari ini. Begitu turun, langsung kita jadwalkan paripurna.,” ujar Ketua Pokja yang juga Wakil Ketua DPRD Medan HT Bahrumsyah (foto) kepada wartawan di ruang kerjanya, Senin (18/11/2019).

Pengajuan untuk eksaminasi ke Gubernur sebut Bahrumsyah, berdasarkan Pasal 128 PP No. 12 tahun 2018, dimana disebutkan Tatib yang sudah selesai dibahas di tingkat internal DPRD, dikonsultasikan ke Pemerintah Provinsi sebelum disahkan.

Bahkan, kata Bahrumsyah, pihaknya juga sudah mengkonsultasikan hasil pembahasan Tatib tersebut ke Kemendagri. “Hasil dari Kemendagri tidak ada masalah. Artinya, tidak ada perlu diperbaiki yang signifikan,” katanya.

Ditambahkan Bahrumsyah, begitu tatib turun langsung kita jadwalkan penetapan lewat paripurna. “Hari itu juga, siangnya dilanjutkan paripurna penetapan Alat Kelengkapan Dewan (AKD) dan diteruskan pemilihan/penetapan komposisi pimpinan di AKD,” terang Bahrumsyah asal politisi PAN.

Masih lanjut Bahrumsyah, setelah penetapan komposisi AKD maka DPRD Medan akan melakukan Rapat Kerja (raker). “Setelah itu barulah anggota dewan melakukan kerja yang maksimal,” terang Bahrumsyah.

Disinggung tentang penetapan AKD, Bahrumsyah mengatakan sudah selesai. “Hasil rapat pimpinan bersama pimpinan fraksi, disepakati penempatan AKD sifatnya proporsional,” katanya.

Proporsional disini, sebut Bahrumsyah, adalah dengan jumlah yang disepakati. “Kalau itu dihitung secara adil,” katanya.

Proprosional yang disepakati selama 5 tahun (periode 2019 – 2024) alokasi ketua komisi untuk 2 tahun 6 bulan. Artinya, dalam setahun paling cepat dilakukan pergantian oleh partai bersangkutan.

“Boleh diroling jatah ketua komisi minimal satu tahun tapi dari fraksi itu juga, bukan roling dengan fraksi lain seperti selama ini,” terangnya. (lamru)

Advertisement

Politik

Nama ini Disebut Berpeluang Jadi Ketua Umum PPP

Published

on

Pengurus DPP PPP menyampaikan hasil Mukernas dalam jumpa pers di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Minggu (15/12/2019)

Geosiar.com, Jakarta – Partai Persatuan Pembangunan (PPP) bakal mengadakan Muktamar IX pada tahun 2020 setelah pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). Mengenai hal itu, sejumlah nama bakal calon ketua umum (ketum) PPP beredar.

“Pak Suharso Monoarfa selaku Pelaksana Tugas ketua umum, Bapak Sekjen Bapak Arsul sani, Bapak Muqowam, Bapak Waketum dan ketua fraksi Pak Amir Uskara, anggota Wantimpres Pak Mardiono,” ungkap Wakil Sekretaris Jenderal PPP, Achmad Baidowi di Hotel Grand Sahid Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Minggu (15/12/2019).

Namun lanjutnya, Mardiono telah mengundurkan diri dari jabatan wakil ketum DPP PPP. Ada ketentuan Undang-undang yang melarang rangkap jabatan bagi dewan pertimbangan presiden (Wantimpres).

“Khusus Pak Mardiono ini karena ada ketentuan perundang undangan yang melarang rangkap jabatan bagi anggota Wantimpres, apakah beliau tetap di Wantimpres atau maju menjadi ketua umum, ya tergantung beliau,” ujarnya.

Dia menjelaskan, yang dapat menjadi calon ketum PPP menurut anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) adalah mereka yang pernah menjadi pengurus DPP selama satu periode. Tak hanya itu, pernah menjadi pengurus dewan pimpinan wilayah (DPW) selama satu periode.

Kini PPP dipimpin Plt Ketua Umum Suharso Monoarfa. Ketum PPP sebelumnya, M Romahurmuziy atau Rommy ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas kasus suap pengisian jabatan di Kementerian Agama.

Ketum PPP sebelum Rommy yakni Suryadharma Ali pun ditangkap KPK lantaran kasus korupsi penyelenggaraan Ibadah Haji tahun 2010-2013 dan korupsi dana operasional menteri (DOM).

Continue Reading

Politik

PAN Buka Penjaringan Balon Walikota Medan Periode 2020-2024

Published

on

Medan, Geosiar.com – DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Medan secara resmi membuka penjaringan bakal calon Walikota dan Wakil Walikota Medan untuk Pemilihan Walikota (Pilwalkot) Medan periode 2020-2024.

“Penjaringan dibuka secara resmi mulai, Senin (16/12/2019) hingga sepekan kedepan,” sebut Ketua DPD PAN Kota Medan, HT Bahrumsyah, SH MH, didampingi Sekretaris, Agam S Ginting, SE ketika menyerahkan Surat Keputusan (SK) Tim Penjaringan Balon Walikota dan Wakil Walikota di Rumah DPD PAN Kota Medan, Jalan Bilal Ujung No. 161 Medan, Jumat (13/12/2019).

Dalam proses penjaringan nantinya, sebut Bahrumsyah, tidak ada mahar politik bagi para kandidat yang ingin mendaftarkan diri ke PAN. “Silahkan mendaftar, PAN terbuka bagi siapa saja yang ingin maju dan bertarung dalam Pilkada Kota Medan,” katanya.

Bahrumsyah berharap, Tim Penjaringan dapat melaksanakan proses penjaringan berdasarkan peraturan organisasi.

Sementara Ketua Tim Penjaringan, Misnan Manurung, SH MH, didampingi Sekretaris Andriko Lubis, SE MSi mengatakan, selama sepekan pihaknya membuka seluas-luasnya bagi siapa saja yang memiliki kapabelitas dan kapasitas untuk menjadi orang nomor 1 di Kota Medan. “Baik kader maupun non kader terbuka untk mendaftarkan diri ke PAN. Yang jelas, yang mendaftar yang akan kita usung,” ujarnya.

Usai proses pendaftaran, sebut Misnan, selanjutnya pihaknya akan melakukan pemaparan visi dan misi para kandidat, untuk kemudian digodok hingga nantinya muncul kandidat yang ditetapkan dan diusung partai dalam Pilkada 2020.

Disisi lain, Bahrumsyah, menambahkan tidak tertutup kemungkinan PAN akan mengusung kader sendiri dalam Pilkada Medan 2020 mendatang. “Di kita, kader itu ada 3 bagian, yakni kader, anggota dan simpatisan,” katanya.

Disinggung kader sendiri yang berpotensi diusung, Bahrumsyah, menyebutkan kemungkinan ada 3 calon. “Saya (Bahrumsyah, red), itupun kalau direstui partai, kemudian M. Faisal dan Sari Sondah Batubara. M. Faisal itu kalangan milenial, sementara Sari Sondah Batubara merupakan Ketua Wanita Amanat Nasional,” paparnya.

Bahrumsyah tidak menampik pihaknya berkomitmen ingin mengusung kader sendiri dalam Pilkada Medan 2020.

“Kita harus menggandeng partai lain agar bisa mengusung. Kita punya 6 kursi di DPRD dan tinggal mencari 4 lagi agar bisa mengusung sendiri,” ujarnya.

Melihat situasi saat ini, tambah Bahrumsyah, memungkinkan munculnya calon alternatif untuk diusung dalam Pilkada Medan 2020 mendatang.

“Kita sudah diskusi dengan PKS. Kita juga nanti akan diskusi dengan Golkar, NasDem dan Demokrat. Yang jelas, kita tetap membangun komunikasi dengan partai lain untuk memunculkan calon. Jika banyak calon, tentunya akan banyak pilihan dalam Pilkada nantinya dari berbagai latar belakang. Pastinya, PAN akan memberikan kejutan dalam Pilkada kali ini,” ungkapnya. (lamru)

Continue Reading

Politik

SBY Restui Soekarwo Jadi Wantimpres

Published

on

Ketua DPD Partai Demokrat Soekarwo dan Ketua Umum Susilo Bambang Yudhoyono dalam pembukaan Rakerda DPD Jatim di Tulungagung, 25 Februari 2018. (Foto: Antara)

Geosiar.com, Jakarta – Ketua Umum Parta Demokrat disebut merestui Soekarwo (Pakde Karwo) untuk melepas jabatan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Jawa Timur dengan melanjutkan karir sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) periode 2019-2024.

“Pakde Karwo kader utama Partai Demokrat. Mendapat tugas panggilan oleh negara. Karena aturan tidak boleh merangkap antara partai dan wantimpres, maka ketum memperbolehkan kader terbaik itu melepas posisi sebagai salah satu pimpinan demokrat di daerah,” tutur Wakil Sekjen Partai Demokrat Andi Arief kepada wartawan, Sabtu (14/12/2019).

Andi mengaku bahwa Soekarwo sudah menyampaikan surat pengunduran dirinya dari jabatan Ketua DPD Demokrat Jawa Timur. Namun, ia enggan menjawab apakah Soekarwo masih berstatus sebagai kader Demokrat.

“(Pakde Karwo) mengundurkan diri dari Ketua DPD (PD) Jatim. Status kader itu tergantung keinginan pribadi, melekat tapi juga nggak bisa dipaksakan. Yang jelas Pakde bukan lagi Ketua DPD Jatim dan bukan Majelis Tinggi Partai,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Andi mengucapkan selamat kepada Soekarwo atas terpilihnya menjadi Wantimpres dan berharap bisa menjalankan tugas dengan baik dalam memberi pertimbangan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Kami berharap Pak De Karwo bisa berkerja dengan baik dalam memberi pertimbangan pada Pak Jokowi (Joko Widodo).” pungkasnya.

Seperti diketahui, Presiden Jokowi resmi melantik sembilan anggota Wantimpres periode 2019-2024. Kesembilan orang itu adalah Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto, Politikus senior Partai Golkar Agung Laksono, Mantan Gubernur Jawa Timur sekaligus mantan Ketua DPD Demokrat Jawa Timur Soekarwo.

Kemudian, Politikus senior PDIP Sidarto Danusubroto, Pemilik Grup Mayapada Dato Sri Tahir, Komisaris Utama PT Mustika Ratu Tbk, Putri Kus Wisnu Wardani, Tokoh Nahdlatul Ulama (NU) Maulana Al-Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya alias Habib Luthfi, Poltikus senior PPP Mardiono, dan pendiri Medco Group Arifin Panigoro.

Continue Reading
Advertisement

BERITA NASIONAL

Advertisement

Trending

Alamat Redaksi : Jl. Mataram No. 21 Gedung Catolic Center Lt 2 Medan – Sumatera Utara, Telp. +626180514970 Email : geosiar.com@gmail.com Copyright © 2017-2018 Geosiar.Com