Connect with us

Nasional

Kapolda Jabar Sebut Bakal Tangkap Jaringan Teroris JAD

Published

on

Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat Inspektur Jenderal Rudy Sufahriadi

Geosiar.com, Jakarta – Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat Inspektur Jenderal Rudy Sufahriadi menjelaskan, penelusuran dan penangkapan terduga teroris jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) bakal terus dilakukan.

“Jumlahnya cukup banyak, nanti saya rilis,” tutur Rudy.

Rudy juga membenarkan bahwa hari ini sudah dilakukan penangkapan di sejumlah titik, bahkan tidak hanya di Cirebon namun juga di berbagai tempat.

Rudy juga menyatakan, hari ini, esok, hingga lusa masih akan terus ada penangkapan sejumlah terduga teroris.

“Di Cirebon banyak yang ditangkap dan banyak juga yang disita. Nanti jumlahnya saya sampaikan semua,” ungkap Rudy.

Sementara Kapolres Cirebon Ajun Komisaris Besar Roland Ronaldy, membenarkan adanya penggeledahan yang dilakukan di sejumlah rumah di wilayah Cirebon Kota.

“Tapi kami hanya back up. Karena yang melakukan penggeledahan Densus 88,” kata Roland.

Diberitakan sebelumnya, penggeledahan sudah dilakukan sedikitnya di dua titik di Kota Cirebon. Masing-masing di rumah milik Tanto, di Taman Kalijaga Permai RT 09 RW 13 Kecamatan Harjamukti Kota Cirebon. Penggeledahan juga dilakukan di rumah kontrakan milik Kustomo di RT 01 RW 04 Kelurahan/Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon.

Ekonomi

Garuda Ketok Palu Dirut dan Komisaris Baru

Published

on

Ilustrasi Gedung PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk.

Geosiar.com, Tanggerang – PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk secara resmi mengangkat Irfan Setiaputra sebagai Direktur Utama untuk menggantikan Ari Askhara yang dipecat karena skandal penyelundupan Harley Davidson dan sepeda Brompton. Keputusan itu diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, Rabu (22/1/2020).

Garuda juga memutuskan untuk mengangkat lima komisaris baru, yakni Triawan Munaf sebagai Komisaris Utama, Chairal Tanjung sebagai Wakil Komisaris Utama, Elisa Lumbantoruan dan Yenny Wahid sebagai Komisaris Independen, dan Peter F Gontha sebagai Komisaris.

Selain itu, Garuda juga mengumumkan daftar direksi baru yang dibawahi oleh Irfan Setiaputra, yaitu Dony Oskaria sebagai Wakil Direktur Utama, Fuad Rizal sebagai Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko, Tumpal Manumpak Hutapea sebagai Direktur Operasi.

Kemudian, Aryaperwira Adileksana sebagai Direktur Human Capital, Rahmat Hanafi sebagai Direktur Teknik, Ade R. Susardi sebagai Direktur Layanan, Pengembangan Usaha, dan IT, dan M. Rizal Pahlevi sebagai Direktur Niaga dan Kargo.

Seperti diketahui, bongkar pasang petinggi Garuda digelar lantaran kasus yang menjerat mantan Dirut Garuda Ari Askhara pada awal Desember 2019 yang berdampak pada pemecatannya oleh Menteri BUMN Erick Thohir. Selain Ari, empat direksi Garuda lainnya juga diberhentikan terkait kasus yang sama.

Continue Reading

Nasional

Kapolda Metro Didesak Usut Dugaan Penyetruman Lutfi

Published

on

Lutfi Alfiandi alias Dede, demonstran pelajar 'pembawa bendera' Merah-Putih saat demo pada 30 September 2019. [Foto: dok/ist]

Geosiar.com, Jakarta – Lutfi Alfiandi alias Dede yang merupakan demonstran pelajar ‘pembawa bendera’ Merah-Putih saat demo pada 30 September 2019 bersaksi telah disetrum agar mengakui bahwa dirinya lah yang melempar batu ke aparat Kepolisian. Hal itu disampaikannya di depan majelis hakim dalam persidangan dengan agenda pemeriksaan terdakwa pada Senin (20/1) kemarin.

“Iya dipukul dan disetrum dan itu sama dengan tahanan lain,” ujar pengacara Lutfi, Sutra Dewi, kepada wartawan, Selasa (21/1/2020).

Menanggapi pengakuan itu, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mengimbau agar Kapolda Metro Jaya segera mendalami kesaksian itu. Sebab, apabila pengakuan itu diabaikan maka kepercayaan publik terhadap polisi akan menurun.

“Langkah terbaik, ya Kapolda harus mengusut itu secara transparan. Karena hal itu disampaikan di hadapan hakim. Jika tidak diusut maka akan bisa menurunkan kepercayaan publik pada kerja-kerja kepolisian,” tutur Komisioner Komnas HAM, Amiruddin, dikutip dari detikcom, Selasa (22/1/2020).

Selama ini, kata Amiruddin, Komnas HAM belum pernah menemukan kasus serupa pada terdakwa demonstran lain. Amiruddin berpendapat bahwa pengakuan itu bisa menjadi gerbang guna mengungkap kasus yang tak kunjung tuntas itu.

“Sewaktu dulu kami investigasi hal-hal begitu belum terungkap secara jelas. Kesaksian Lutfi ini bisa jadi pintu masuk untuk mengungkap,” jelasnya.

Hal senada juga disampaikan Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Gerindra Habiburokhman. Ia juga meminta agar kesaksian Lutfi tersebut segera didalami pihak penyidik.

“Makanya harus didalami yang seperti itu agar praktik-praktik penegakan hukum kita ke depan bersih dari pelanggaran HAM,” kata Habiburokhman di kompleks MPR/DPR, kemarin.

Namun, ia menyadari bahwa pengakuan Lutfi tersebut sulit untuk dibuktikan. Apalagi selama pemeriksaan Lutfi tidak didampingi kuasa hukum.

“Ya, susah, susah. Yang begituan itu kan susah dibuktikan satu sama lain karena nggak ada pengacara di situ. Itu kenapa wajib didampingi pengacara. Tapi ya sudahlah, itu bisa saling membantah,” lanjutnya.

Sebagai orang yang menjamin penangguhan penahanan Lutfi, Habiburokhman pun berharap Lutfi bisa mendapatkan kepastian hukum sesuai dengan apa yang diperbuatnya.

“Tapi faktanya orang ini (Lutfi) nggak layak ditahan. Dan kita berharap dihukum ringan. Besok dihukum sesuai dengan apa yang dijalani dan bebas, bisa kembali dengan keluarga, itu yang paling penting,” pungkas Habiburokhman sambil berharap.

Continue Reading

Nasional

Istana Buka Suara Soal Karamnya Kapal Wartawan

Published

on

Kejadian tenggelamnya kapal yang ditumpangi wartawan di Labuan Bajo. [Foto: dok/ist]

Geosiar.com, Jakarta – Musibah karamnya Kapal Plataran Phinisi Bali yang mengangkut wartawan Istana Kepresidenan di Labuan Bajo masih menjadi topik hangat yang dibicarakan publik. Insiden yang terjadi pada Selasa (21/1/2020) siang ini juga membuat pihak Istana angkat suara.

Bey Machmudin selaku Deputi Protokol, Pers dan Media Sekretariat Presiden mengatakan, peristiwa tersebut terjadi di luar agenda kepresidenan.

“Peristiwa tersebut terjadi di luar agenda kepresidenan, karena setelah acara terakhir di Labuan Bajo, yaitu penyerahan sertifikat hak atas tanah untuk rakyat pada Selasa pagi, 21 Januari 2020, Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo langsung ke Bandara Komodo untuk kembali ke Jakarta,” ujar Bey dikutip dari Kompas, Selasa (21/1/2020).

Namun, lanjut Bey, para wartawan melanjutkan perjalanan untuk bersenang-senang usai pekerjaan meliput kegiatan presiden berakhir. Perjalanan tersebut awalnya berjalan baik hingga saat perjalanan pulang musibah itu pun terjadi.

“Sementara para wartawan tersebut memilih untuk ke dermaga untuk menaiki kapal menuju Pulau Bidadari. Dalam perjalanan kembali dari Pulau Bidadari, saat berada di tengah laut, Desca salah satu wartawan yang ikut, menyampaikan terjadi perubahan cuaca mendadak yaitu ombak tinggi dan angin kencang sehingga kapal terbalik,” jelasnya.

Beruntungnya, petugas pantai di Hotel Plataran melihat peristiwa terbaliknya kapal itu dan langsung bergegas menuju lokasi dengan speedboat untuk dievakuasi ke Hotel Plataran.

“Setibanya di hotel, para wartawan langsung diperiksa oleh tim dokter dari RS Siloam Labuan Bajo. Seluruh penumpang kapal termasuk ABK selamat,” lanjutnya.

Lebih jauh, Bey mengungkapkan bahwa kapal tersebut bukanlah yang digunakan oleh Presiden selama berada di Labuan Bajo. Tapi, kapal itu sempat digunakan oleh menteri yang ikut dalam kunjungan kerja presiden.

“Namun kapal tersebut digunakan oleh Menteri BUMN Erick Thohir dan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya kemarin (Senin, 20/1) di Labuan Bajo,” ungkap Bey.

Hingga berita ini diturunkan, para wartawan Istana mungkin sudah dalam pesawat perjalanan pulang dari Bandara Komodo, Labuan Bajo untuk kembali ke Jakarta. Pesawat dijadwalkan berangkat pukul 15.40 WITA.

Continue Reading
Advertisement

BERITA NASIONAL

Advertisement

Trending

Alamat Redaksi : Jl. Mataram No. 21 Gedung Catolic Center Lt 2 Medan – Sumatera Utara, Telp. +626180514970 Email : geosiar.com@gmail.com Copyright © 2017-2018 Geosiar.Com