Connect with us

Dunia

Atasi Demonstran, Polisi Hong Kong Kemungkinan Bakal Gunakan Peluru Tajam

Published

on

Polisi Hong Kong juga menembak seorang pemrotes berusia 18 tahun dan 14 tahun. (Reuters)

Geosiar.com, Hong Kong – Kepolisian Hong Kong mengeluarkan peringatan terkait penggunaan amunisi hidup atau peluru tajam untuk mengatasi aksi demonstrasi yang telah berlangsung berbulan-bulan di wilayah itu. Peringatan tersebut dilayangkan pada Senin (18/11/2019) usai demonstran pro demokrasi Hong Kong menembakkan panah dan melemparkan bom bensin ke aparat.

“Saya dengan ini memperingatkan para perusuh untuk tidak menggunakan bom bensin, panah, mobil, atau senjata mematikan apa pun untuk menyerang petugas polisi,” tutur juru bicara Kepolisian Hong Kong, Louis Lau.

“Jika mereka melanjutkan tindakan berbahaya seperti itu, kita tidak akan punya pilihan selain menggunakan kekuatan minimum yang diperlukan, termasuk amunisi hidup untuk membalas,” tambah Lau, dilansir dari Channel News Asia.

Polisi mengatakan, pada Minggu malam mereka menembaki sebuah mobil. Mobil itu melaju ke arah barisan petugas di dekat kampus, tetapi kemudian kendaraan itu berbalik arah dan melarikan diri.

Pada akhir pekan, para aktivis menangkis upaya polisi untuk menerobos masuk ke dalam kampus PolyU.