Connect with us

Politik

Nama Rusdi Sinuraya Mencuat Pilwalkot Medan, Dekat dengan “Parrenggerengge”. Ini Konsepnya Membangun Medan

Published

on

Medan, Geosiar.com – Menjelang pemilihan walikota (Pilwalkot) Medan Tahun 2020 nanti, banyak bakal calon (balon) yang muncul menyatakan diri siap bertarung. Tidak kecuali dengan sosok Direktur Umum PD Pasar Medan Rusdi Sinuraya yang mengambil posisi jabatan Wakil Walikota Medan dan saat ini ramai diperbincangkan dan patut dipertimbangkan.

Nama Rusdi Sinuraya (foto) belakangan mencuat dan ramai diperbincangkan tentu punya dasar. Setelah mendaftar ke beberapa partai politik menyatakan keseriusan untuk ikut kontestasi Pilwalkot Medan memiliki komunitas yang Wah….

Memang jika ditelusuri, sosok Rusdi Sinuraya akan menjadi kuda hitam dan patut dilirik Partai maupun calon Walikota untuk berpasangan. Rusdi Sinuraya sangat dikenal pedagang dari seluruh organinasi pedagang di 53 pasar di kota Medan dengan kinerja tangguh dan terbukti selalu memperhatikan nasib pedagang.

Kepemimpinan mengelola pasar selama 3 tahun terakhir ini diakui para pedagang, Rusdi terus menata pasar demi kelangsungan kesejahteraan pedagang. Kedekatan Rusdi Sinuraya dengan pedagang dan selalu berbuat bagaimana yang terbaik untuk pedagang membuat Rusdi dekat dengan “parrenggerengge” (pedagang tradisional).

Tdak berlebihan sekitar 15 ribu pedagang siap mendukung Rusdi Sinuraya menuju Medan dua. Rusdi Sinuraya patut dipertimbangkan karena memiliki komunitas yang jelas yakni seluruh warga yang bergelut di 53 pasar di kota Medan.

Saat diskusi ringan dengan wartawan Geosiar.com usai mendaftar ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Jumat (15/11/2019). Rusdi Sinuraya memiliki konsep yang cemerlang membangun kota Medan.

Disampaikan Rusdi Sinuraya, Ianya memberanikan maju ikut kontestasi Pilwalkot karena merasa terpanggil dan atas dorongan para pedagang menata pasar lebih baik.

Rusdi mengaku, untuk membangun kota Medan harus diawali dari penataan pasar. “Ngurus Medan ini harus memulai dari pasar yakni para pedagang untuk menggerakkan ekonomi kerakyatan,” sebutnya seraya menjelaskan berbagai pengalaman di Dirut PD Pasar.

Rusdi mengaku, untuk saat ini banyak tugas dan program kerja yang akan dilanjutkan mengelola pasar. “Untuk meneruskan tugas itu tidak cukup hanya sebagai Dirut namun perlu kebijakan yang wewenangnya ada pada Walikota dan Wakil Walikota,” paparnya.

Disampaikan Rusdi lagi, adapun beberapa konsepnya membangun Medan diantaranya menata dan menjadikan pasar rumah pedagang. Bahkan Rusdi akan menjadikan sebuah pasar menjadi pasar wisata.

“Menjadikan pasar rumah pedagang, bukan pasar milik pejabat. Menjadikan pasar wisata bukan pasar yang kumuh,” cetusnya.

Diperjelas, saat ini sekitar 20 persen kios di pasar kosong. Sebab, sewa kiosnya sangat mahal yang ditetapkan pemilik hak sewa kios. Dimana, pemilik nya banyak pedagang berdasi hanya mengambil keuntungan sewa.

“Sementara pedagang benaran terbebani sewa kios yang tinggi, sehingga kerap terlilit hutang. Ini perlu dibenahi dan harus dikembalikan ke pedagang sesungguhnya,” terang Rusdi. (lamru)

Advertisement