Connect with us

Dunia

WOW! Bom H Korut 17 Kali Lebih Dahsyat dari Bom Hiroshima

Published

on

Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un memeriksa pemuatan bom hidrogen yang akan dimuat di rudal balistik antar benua (ICBM) baru, 3 September 2017. Korea Utara mengembangkan bom hidrogen atau bom H yang dapat dijadikan hulu ledak dalam rudal balistik antarbenua atau ICBM. [Foto: KCNA via AP]

Geosiar.com, New Delhi – Bom Hidrogen yang diuji coba Korea Utara (Korut) pada 3 September 2017 lalu disebut 17 kali lebih kuat dari bom nuklir Amerika Serikat (AS) yang dijatuhkan di Hiroshima pada 1945 silam.

Hal itu diungkap sekelompok ilmuwan yang dipimpin oleh Dr. K. M. Sreejith dari ISRO’s Space Applications Center. Mereka menerbitkan temuan itu pada bulan lalu di sebuah jurnal yang dikelola Royal Astronomical Society, Geophysical Journal International.

Dalam penelitiannya, kelompok ilmuwan menggunakan data dari Advanced Land Observing Satellite 2 (ALOS-2), satelit Jepang yang menggunakan radar aperture sintetis PALSAR-2 yang kuat. Radar ini digunakan untuk kartografi, guna mengukur pergeseran di permukaan Gunung Mantap, di mana uji bom Hirdogen terjadi.

“Radar berbasis satelit adalah alat yang sangat kuat untuk mengukur perubahan di permukaan Bumi, dan memungkinkan kami memperkirakan lokasi dan hasil uji coba nuklir bawah tanah,” ujar Sreejith dalam siaran pers Kamis, yang dilansir dari Sputniknews, Jumat (15/11/2019).

Dari studi ISRO itu diketahui bahwa kekuatan bom rezim Kim Jong-un itu sebesar 245 hingga 271 kiloton atau 17 kalinya bom “Little Boy”. Sebelumnya, diperkirakan daya ledak uji senjata termonuklir Republik Rakyat Demokratik Korea (DPRK) itu antara 50 dan 70 kiloton.

Dunia

Kepergok Selingkuh, Istri Tewas Ditembak Suami

Published

on

Osmara J. Martinez (19), korban tewas akibat ditembak suaminya, Alfonso E. R (26). [Foto: La Prensa/Victor Castillo]

Geosiar.com, Tehuantepec – Osmara J. Martinez (19) meninggal dunia akibat ditembak oleh suaminya sendiri karena kepergok tidur dengan pria lain. Korban ditembak di bagian kepala saat berupaya melarikan diri melewati sebuah gang di kota Tehuantepec, Meksiko selatan, bersama selingkuhannya.

Dikutip dari Sindonews, Sabtu (14/12/2019), surat kabar La Prensa melaporkan bahwa pelaku penembakan, Alfonso E. R (26), menemukan Osmara bersama pria lain di tempat tidur rumah mereka di lingkungan Lieza.

Ketahuan oleh sang suami, Osmara dan pria yang diduga sebagai selingkuhannya mencoba untuk kabur melalui jalan gang. Nahas, hanya pria tersebut yang berhasil melarikan diri, sedangkan Osmara ditembak.

Kerabat korban bergegas datang untuk menyelamatkannya setelah mendapat informasi itu. Namun, korban terlanjur meninggal di tempat kejadian sebelum sempat dibawa ke rumah sakit.

Pihak kepolisian yang menyelidiki kasus ini menemukan fakta bahwa tersangka dalam kondisi mabuk dengan tanda di lehernya yang seolah-olah dia mencoba menggantung diri. Tersangka akhirnya ditangkap polisi.

Kepada media lokal, keluarga korban menyatakan bahwa pernikahan Osmara dan Alfonso sebenarnya tidak direstui karena ia masih di bawah umur dan tujuh tahun lebih muda dari suaminya.

“Osmara bertemu suaminya pada usia 14 tahun dan tidak menyelesaikan sekolahnya. Kami tidak pernah setuju dengan dia menikahinya.” tutur keluarga korban kepada surat kabar lokal El Universal.

Keluarga sempat mencurigai keharmonisan rumah tangga korban lantaran sering melihat bekas lebam di wajah dan tubuhnya. Namun korban selalu mengelak dan berkata bahwa lebam itu akibat kelalaian dirinya sendiri.

“Dia datang ke sini untuk mengunjungi kami dengan bekas pukulan di wajah dan tubuhnya. Dia selalu mengatakan bahwa dia hanya tersandung.” tandas mereka.

Continue Reading

Dunia

Amerika Serikat: Kami Bersaing dengan China, Bukan Konflik

Published

on

Komandan Armada Pasifik Amerika Serikat Laksamana John Aquilino dalam konferensi pers di Bangkok, Jumat (13/12/2019). [Foto: REUTERS/Panu Wongcha-um]

Geosiar.com, Bangkok – Amerika Serikat (AS) membantah tudingan yang menyatakan bahwa mereka tengah berkonflik dengan China, meskipun mengakui adanya persaingan. Bantahan itu disampaikan oleh Komandan Armada Pasifik Amerika Serikat (AS), John Aquilino. Ia mengegaskan bahwa persaingan itu tidak bisa diartikan sebagai konflik militer.

“Kami bersaing dengan Republik Rakyat China dan memiliki perselisihan yang melekat antara ideologi. Ketika AS berbicara tentang nilai-nilai, itu adalah nilai-nilai yang dimiliki oleh negara-negara yang berpikiran sama…Dan saya percaya bahwa kekuatan kemitraan dengan nilai-nilai dalam menjaga negara-negara di kawasan ini tetap aman.” kata Aquilino kepada wartawan di Bangkok, seperti dikutip Reuters, Sabtu (14/12/2019).

Aquilino beranggapan bahwa Washington dan negara-negara Asia berpikiran sama untuk menjaga keamanan kawasan Laut China Selatan dalam menghadapi persaingan dari China yang sedang bangkit.

Seperti diketahui, ketegangan antara China dan AS meningkat di perairan Asia, di mana Washington mengatakan akan mempertahankan kebebasan navigasi sesuai dengan hukum internasional namun Beijing menuduh AS berusaha memperuncing masalah. Akan tetapi, persoalan ini bukanlah merupakan bentuk konflik militer, melainkan sebatas perselisihan dalam cara pandang.

“Saya katakan kami bersaing dengan China tetapi itu tidak berarti konflik. Kami akan bekerja sama di mana kami bisa dan kami akan bersaing di mana kami harus,” pungkasnya.

Seperti diketahui, sejumlah negara Asia Tenggara khawatir akan kemungkinan mundurnya Amerika Serikat ketika dominasi China kembali meningkat. Hal ini dikarenakan China sudah melanggar hukum internasional dengan membangun fitur di Laut China Selatan yang disebut mempunyai tujuan militer yang membuat khawatir negara-negara di sekitarnya.

Namun, Laksamana John Aquilino memastikan bahwa Amerika Serikat akan tetap berada di kawasan tersebut untuk tahun-tahun mendatang.

Continue Reading

Dunia

Erdogan Sebut Risma Perempuan Inspiratif

Published

on

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini berjabat tangan dengan Presiden Turki Recep Tayyep Erdogan. [Foto/Dok.KBRI Turki]

Geosiar.com, Ankara – Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, menjadi tamu kehormatan sekaligus narasumber dalam Forum Internasiona Perempuan di Pemerintah Lokal di Ankara, Turki, pada 11-12 Desember 2019.

Penyelenggaraan kegiatan ini dilakukan oleh Sayap Perempuan Partai Pembangunan dan Keadilan (AKP), yaitu partai politik yang didirikan dan dipimpin oleh Presiden Turki, Recep Tayyib Erdogan. Tujuannya untuk memaksimalkan peran perempuan di berbagai sektor, termasuk dalam politik.

Menurut Erdogan, Risma merupakan sosok perempuan yang berhasil dalam menjalankan tugasnya sebagai Wali Kota dan juga berhasil menjadi inspirasi bagi banyak perempuan, termasuk di Turki.

“Perempuan-perempuan inspiratif seperti Risma dari Surabaya, Indonesia, menambah keyakinan kita bahwa perempuan harus dilibatkan dan diajak bicara dalam proses pembangunan,” tutur Erdogan dalam pidato sambutannya.

Duta Besar RI di Ankara, Lalu Muhamad Iqbal menjelaskan kehadiran Risma di Turki karena diminta langsung oleh para pemimpin politik di Turki. Baginya, permintaan itu menjadi kebanggaan tersendiri untuk Indonesia karena kaum perempuannya bisa menjadi inspirasi dan model bagi kaum perempuan di negara lain.

“Para pemimpin politik di Turki meminta bantuan saya menghadirkan Bu Risma. Sebuah kebanggaan jika perempuan Indonesia bisa menjadi inspirasi dan model bagi kaum perempuan di negara lain,” jelas Lalu Muhamad Iqbal, dikutip dari Sindonews, Jumat (13/12/2019).

Dalam kesempatan itu, Risma juga menandatangani Kerja Sama ‘Sister City’ antara Kota Surabaya dengan Kota Gaziantep yang merupakan salah satu kota industri utama di Turki. Kota ini juga dipimpin oleh seorang Wali Kota perempuan.

Continue Reading
Advertisement

BERITA NASIONAL

Advertisement

Trending

Alamat Redaksi : Jl. Mataram No. 21 Gedung Catolic Center Lt 2 Medan – Sumatera Utara, Telp. +626180514970 Email : geosiar.com@gmail.com Copyright © 2017-2018 Geosiar.Com