Connect with us

Nasional

Pemerintah Diminta Tidak Bantu Kepulangan Habib Rizieq Shihab

Published

on

Habib Rizieq menunjukkan bukti surat pencekalan dirinya karena alasan keamanan (Foto: Screenshot Youtube FRONT TV)

Geosiar.com, Jakarta – Pemerintah diminta untuk tidak mengulurkan bantuan kepada Habib Rizieq Shihab pulang ke Indonesia. Hal itu disampaikan politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Mohamad Guntur Romli. Menurut Romli, pencekalan pentolan Front Pembela Islam (FPI) itu malah menjadi bahan propaganda bagi Rizieq sendiri dan pendukungnya.

“Narasi yang dibuat Rizieq, justru memunculkan hoaks kalau pihak yang mencekal dia untuk pulang adalah pemerintah Indonesia. Padahal, pihak dia dicekal dari Kerajaan Arab Saudi,” tutur Romli dikutip dari Suara.com, Jumat (15/11/2019).

Pasalnya, selama ini Rizieq masih kekeuh kalau pemerintah Indonesia sebagai dalang yang menyebabkannya sulit masuk ke tanah air.

“Sikap Rizieq Shihab hingga detik ini terhadap pemerintahan Jokowi tidak berubah tetap menuduh Jokowi sebagai presiden ilegal,” lanjut dia.

Romli mengatakan hal itu dapat dibuktikan dari rekaman video pidato Rizieq yang diputar ketika Milad ke-21 FPI di Stadion Rawabadak, Jakarta Utara, Agustus lalu. Dalam pidatonya, Rizieq menuding pemerintah Indonesia mencekal dirinya sehingga tidak bisa keluar dari Arab Saudi.

Melihat sikap Rizieq ini, Romli pun memberi masukan agar pemerintah Indonesia tidak perlu membantu kepulangan Rizieq. Dia pun menyatakan setuju dengan sikap Menko Polhukam Mahfud Md yang meminta Rizieq menyelesaikan urusannya sendiri dengan pemerintah setempat.

“Sebaiknya Pemerintah RI tidak perlu membantu pengurusan kepulangan Rizieq. Saya setuju dengan sikap Menko Polhukam Prof Dr Moh Mahfud Md yang meminta Rizieq menyelesaikan urusannya sendiri dengan Kerajaan Arab Saudi yang sampai sekarang masih menjatuhkan status cekal kepadanya,” pungkas dia.

Sebelumnya, Rizieq Shihab yang berada di Saudi mengungkapkan alasannya belum pulang ke Indonesia. Hal itu disampaikan dalam channel Youtube Front TV, yang diunggah pada Minggu (10/11/2019). Dalam video itu, dia memperlihatkan lembaran kertas yang diklaim sebagai surat pencekalan untuknya, atas permintaan Indonesia kepada pemerintah Arab Saudi.