Connect with us

Dunia

Netanyahu Ancam Jihad Islam: Setop Serangan atau Hancur!

Published

on

Perdana Menteri (PM) Israel, Benjamin Netanyahu. [Foto: CNN]

Geosiar.com, Tel Aviv – Perdana Menteri (PM) Israel, Benjamin Netanyahu, meminta militan Jihad Islam di Gaza untuk segera menghentikan serangan roket ke wilayah Israel. Jika tidak, Netanyahu mengancam akan meningkatkan gempuran ke jalur Gaza.

Dilansir dari Al Arabiya, Kamis (14/11/2019), ancaman ini disampaikannya ditengah meningkatnya intensitas serangan balasan, sebagai dampak atas tewasnya kematian komandan lapangan Jihad Islam, Baha Abu Al-Atta dalam serangan terarah oleh pasukan Israel, Selasa (12/11) lalu.

“Mereka punya satu pilihan, untuk menghentikan serangan ini atau menghadapi lebih banyak dan lebih banyak serangan. Pilihan ada di tangan mereka,” ujar Netanyahu pada pertemuan kabinet khusus di Yerusalem pada Rabu (13/11) waktu setempat, seperti dikutip dari Al Arabiya.

Netanyahu meyakini militan Jihad Islam mulai mendapatkan pesan bahwa Israel akan mempertahankan diri ditengah serangan balik dari militan Palestina itu. Menurutnya, kelompok radikal itu keliru jika berharap bahwa serangan roket mereka dapat melemahkan tekad Israel.

“Mereka mengerti bahwa kami akan terus memukul mereka tanpa ampun dan kami bertekad untuk mempertahankan diri. Siapa pun yang berniat untuk menyakiti Israel tidak akan pernah aman,” pungkas Netanyahu.

Seperti diketahui, jalur Gaza kembali diserang oleh pasukan Israel yang menargetkan posisi-posisi militan Jihad Islam sejak Selasa (12/11) pagi waktu setempat. Akibatnya, 26 orang dikabarkan tewas termasuk komandan lapangan Jihad Islam, Baha Abu Al-Atta.

Gempuran itu lantas mendapatkan balasan dari militan Palestina yang mengarahkan serangan ke wilayah Israel bagian selatan. Militer Israel mengklaim sekitar 220 roket ditembakkan dari Gaza ke wilayahnya.

Dunia

Uni Eropa Diminta Segera Akui Palestina

Published

on

Ilustrasi konflik Israel-Palestina yang semakin keruh. (Foto: REUTERS/Mohamad)

Geosiar.com, Luksemburg – Uni Eropa diminta untuk mengakui Palestina sebagai negara. Permintaan itu disampaikan oleh Menteri Luar Negeri (Menlu) Luksemburg Jean Asselborn, yang juga mendorong penyelesaian konflik Israel-Palestina melalui solusi dua negara.

Jean Asselborn mengimbau agar Uni Eropa segera menggelar diskusi yang bisa mendukung upaya solusi dua negara dan membahas konflik di Timur Tengah secara mendalam pada Januari mendatang. Hal itu tertuang dalam sebuah nota diplomatik Menteri Luar Negeri Luksemburg. Nota itu ditujukan kepada Perwakilan Tinggi untuk Urusan Luar Negeri dan Keamanan Uni Eropa, Josep Borrell.

“Uni Eropa harus terus mempromosikan dan mendukung konsensus yang mendukung solusi dua negara. Salah satu cara membantu menyelamatkan solusi ini adalah dengan menciptakan situasi yang lebih adil bagi kedua belah pihak. Saya percaya bahwa ini lah saatnya memulai debat dalam Uni Eropa tentang peluang pengakuan Negara Palestina oleh semua anggotanya,” demikian pernyataan Asselborn dalam nota tersebut, dilansir dari CNN, Senin (9/12/2019).

Selain itu, Asselborn juga mendorong kepada masing-masing negara Uni Eropa untuk memutuskan membangun hubungan bilateral dengan negara baru secara mandiri. Dalam notanya, dia benar-benar menginginkan Uni Eropa mendiskusikan masalah pengakuan terhadap Palestina dalam sebuah rapat khusus.

“Pengakuan Palestina sebagai negara bukan merupakan bantuan, atau cek kosong. Tetapi, itu pengakuan sederhana terhadap hak masyarakat Palestina terhadap negaranya sendiri, bukan sebuah langkah melawan Israel,” timpal Perwakilan Tinggi untuk Urusan Luar Negeri dan Keamanan Uni Eropa, Josep Borrell, seperti dikutip AFP.

Sebagai informasi, Israel dan Amerika Serikat menentang keras pengakuan Palestina sebagai negara. Bahkan, AS belakangan ini terus menerapkan langkah kontroversial seperti mengakui secara sepihak bahwa Yerusalem merupakan Ibu Kota Israel, sebuah langkah yang dinilai merusak proses damai. Uni Eropa dan sebagian anggotanya menentang keras langkah AS tersebut.

Continue Reading

Dunia

11 Orang Hilang Pasca Letusan Gunung Selandia Baru

Published

on

Penampakan letusan gunung berapi di Selandia Baru. [Foto: MICHAEL SCHADE]

Geosiar.com, Selandia Baru – Total sebelas orang masih belum ditemukan pasca letusan gunung api di White Island (Whakaari dalam bahasa Maori), Selandia Baru. Adapun kesebelas orang yang dinyatakan hilang itu merupakan warga negara Australia.

Dilansir Associated Press, Selasa (10/12/2019), Perdana Menteri (PM) Australia, Scott Morrison mengatakan ada kemungkinan tiga warga Australia ada di antara para korban tewas. Sejauh ini, bencana itu dilaporkan telah menewaskan 13 orang.

“Saya takut ada kabar buruk yang datang dalam beberapa hari mendatang. Ini adalah tragedi, yakni ketika erupsi terjadi saat mereka sedang bersenang-senang,” ujar Morrison, seperti dilansir Associated Press, Selasa (10/12/2019).

Sebelumnya, Wakil Komisaris Polisi John Tims menginformasikan ada sekitar 50 orang yang berada di pulau itu saat erupsi terjadi. Pihaknya berhasil mengevakuasi 23 orang, termasuk 5 korban tewas. 18 orang yang selamat mengalami luka dan luka bakar.

Seperti diketahui, gunung api yang ada di sebuah pulau kecil bernama White Island ini mengalami erupsi pada Senin (9/12) sore waktu setempat. Gunung api ini terpantau memuntahkan sejumlah besar abu dan kepulan uap panas setinggi 3.658 meter ke udara.

Continue Reading

Dunia

Satu Orang Tewas Akibat Letusan Gunung Api di Selandia Baru

Published

on

Gunung api di White Island Selandia Baru meletus pada Senin (9/12/2019). (Foto: AFP)

Geosiar.com, Wellington – Gunung berapi di salah satu objek wisata di Selandia baru, White Island, mengalami erupsi, Senin (9/12/2019) sekitar pukul 14.30 waktu setempat. Akibatnya, satu orang dilaporkan meninggal dunia dan belasan orang lainnya mengalami luka-luka.

Dilansir dari AFP, gunung api yang berada 50 kilometer atau 30 mil dari lepas pantai timur North Island itu terpantau memuntahkan sejumlah besar abu dan kepulan uap panas ke udara hingga ketinggian 3.600 meter. Gunung ini merupakan salah satu gunung berapi paling aktif di Selandia Baru.

Kepolisian Selandia Baru mengatakan bahwa erupsi gunung api ini memakan korban jiwa. Kemudian, sejumlah orang dipastikan masih terjebak di pulau itu yang saat ini jumlahnya belum diketahui secara pasti.

“Saya bisa mengonfirmasi bahwa ada satu korban tewas. Ada sejumlah orang yang masih terjebak di pulau itu yang saat ini jumlahnya tidak diketahui,” kata Deputi Komisioner Kepolisian Selandia Baru, John Tims.

Dia mengaku, tim penyelamat masih belum bisa pergi ke pulau tersebut guna mengevakuasi orang yang terjebak di sana. “Pada saat ini, terlalu berbahaya bagi polisi dan petugas penyelamat untuk pergi ke pulau tersebut,” pungkasnya.

Selain korban tewas, petugas cepat tanggap pada layanan ambulans setempat, St John, menyebut ada sekitar 20 orang di White Island yang mengalami luka-luka dan perlu mendapatkan perawatan medis.

Continue Reading
Advertisement

BERITA NASIONAL

Advertisement

Trending

Alamat Redaksi : Jl. Mataram No. 21 Gedung Catolic Center Lt 2 Medan – Sumatera Utara, Telp. +626180514970 Email : geosiar.com@gmail.com Copyright © 2017-2018 Geosiar.Com