Connect with us

Olahraga

Aksi ‘Ngambek’ Ronaldo yang Berbuntut Panjang

Published

on

Cristiano Ronaldo (kanan), digantikan oleh Paulo Dybala (kiri), pada laga kontra AC Milan di Allianz Stadium, Senin (11/11/2019). [Foto: AFP/Marco Bertorello]

Geosiar.com, Olahraga – Aksi ngambek Cristiano Ronaldo yang meninggalkan stadion usai ditarik keluar lapangan pada laga Juventus vs AC Milan, berbuntut panjang. Hal ini disebabkan penyerang Juventus itu belum juga meminta maaf atas perilakunya sebelum meninggalkan Turin untuk bergabung dengan skuat Timnas Portugal untuk menjalani dua pertandingan terakhir kualifikasi Piala Eropa 2020.

Dilansir dari Gazzetta dello Sport, Rabu (13/11/2019), Ronaldo akan disidang oleh Direktur olahraga Fabio Paratici dan Wakil Presiden Juventus Pavel Nedved. Keduanya disebut akan mempertanyakan mengenai sikap Ronaldo. Paratici juga meminta agen Cristiano Ronaldo, Jorge Mendes mendesak Ronaldo meminta maaf kepada para pemain Juventus sekembalinya dari jeda internasional.

Berbeda dengan Paratici dan Nedved, Maurizio Sarri selaku pelatih Juventus yang membuat CR7 kesal lantaran ditarik dari lapangan sewaktu bertanding, justru menanggapi biasa sikap Ronaldo itu. Sarri malah senang dengan sikap pemain 34 tahun itu.

“Seluruh pemain yang tengah mencoba menampilkan permainan terbaik punya hak untuk merasa kecewa selama lima menit ketika mereka diganti. Seorang pelatih justru akan lebih khawatir bila pemain tidak kecewa dengan pergantian tersebut,” ujar Sarri seperti dikutip Gazzetta dello Sport.

Seperti diketahui, kekesalan Ronaldo berawal ketika dirinya ditarik keluar kala Bianconeri melawan AC Milan pada laga lanjutan Serie A di Allianz-Stadium, Senin (11/11/2019) dini hari WIB

CR7 diganti Paulo Dybala pada menit ke-55. Dybala akhirnya menjadi pahlawan kemenangan lewat gol tunggalnya pada menit ke-77. Atas sikapnya itu, Cristiano Ronaldo bisa dihukum larangan bermain selama dua tahun.

Olahraga

Evan Dimas Cedera, Timnas Kesulitan

Published

on

Evan Dimas Cedera

Geosiar.com, Olahraga – Evan Dimas Darmono cedera ketika Timnas Indonesia melawan Vietnam di final SEA Games 2019 Filipina. Sejak peristiwa itu, Timnas sulit berkembang.

Dirinya mengalami cedera pada menit ke-20 setelah ditekel oleh Doan Van Hau di Rizal Memorial Stadium pada Selasa (10/12/2019).

Evan pun tak dapat melanjutkan permainan dan mesti digantikan oleh Syahrian Abimanyu. Tanla Evan di lini tengah membuat keseimbangan Indonesia menurun.

Pada prosesnya, Indonesia ditaklukan Vietnam 0-3 dengan dua gol yang diciptakan Van Hau. Sementara Evan harus menggunakan kursi roda saat pengalungan medali perak.

“Pergantian pemain yang bukan dikarenakan taktik itu masalah bagi tim. Jadi, saya pikir dengan cedera Evan, dengan waktu yang baru berjalan 23 menit tentu sangat berpengaruh terhadap progres tim di babak pertama tersebut,” ujar pelatih Indra Sjafri.

Van Hau sempat mendatangi Evan dan saling berpelukan disaat sesi penyerahan medali. Van Hau juga telah menyampaikan permintaan maafnya.

Continue Reading

Olahraga

Indonesia Vs Vietnam di Final SEA Games 2019 Malam Ini

Published

on

Para pemain Timnas U-22 Indonesia menyanyikan lagu kebangsaan jelang laga Grup B SEA Games 2019 kontra Brunei, Selasa (3/12/2019). [Foto: GARRY ANDREW LOTULUNG/KOMPAS.COM]

Geosiar.com, Olahraga – Cabang olahraga sepak bola putra SEA Games 2019 sudah memasuki babak final malam ini. Laga final nanti akan mempertemukan Timnas U-22 Indonesia dengan Vietnam langsung di Rizal Memorial Stadium, Selasa (10/12/2019) pukul 19.00 WIB.

Pertandingan nanti malam menjadi momentum berharga bagi Garuda Muda. Pasalnya, laga melawan Vietnam ini akan menjadi peluang untuk mengakhiri puasa gelar di SEA Games sejak 1993. Sementara itu, Vietnam juga akan mengejar emas pertama di SEA Games. Sebenarnya, mereka sudah lima kali melaju ke final tapi selalu gagal menang.

Menjelang laga nanti, pelatih Timnas U-22 Indonesia, Indra Sjafri, memastikan seluruh pemainnya dalam keadaan siap tempur. Indonesia kemungkinan tidak akan melakukan banyak rotasi pemain kali ini. Indra Sjafri diprediksi akan kembali menggunakan formasi 4-3-3 setelah pada semifinal melawan Myanmar mencoba 4-2-3-1.

Berikut prediksi susunan pemain timnas U23 Indonesia vs Vietnam:

Indonesia: 12-Nadeo Arga Winata; 14-Asnawi Mangkualam Bahar, 2-Andy Setyo Nugroho, 5-Bagas Adi Nugroho, 11-Firza Andhika; 7-Zulfiandi, 6-Evan Dimas Darmono, 17-Syahrian Abimanyu, 15- Saddil Ramdani, 10-Egy Maulana Vikri, 20-Osvaldo Haay

Pelatih: Indra Sjafri

Vietnam: 1-Bui Tien Dung; 2-Do Thanh Thinh, 4-Ho Tan Tai, 5-Doan Van Hau, 3-Huynh Tan Sinh; 8-Nguyen Trong Hoang, 16-Do Hung Dung, 19-Nguyen Quang Hai; 14-Nguyen Hoang Duc, 9-Ha Duc Chinh, 22-Nguyen Tien Linh

Pelatih: Park Hong-seo

Duel malam nanti diprediksi bakal berjalan seru. Sebab, Indonesia dan Vietnam memiliki kekuatan yang sama dalam rekor gol dan kebobolan dengan catatan 21 kali menjebol gawang lawan dan 4 kali kebobolan. Pertandingan akan disiarkan langsung di stasiun TV RCTI.

Continue Reading

Olahraga

Nazar Indra Sjafri Bila Garuda Muda Raih Emas SEA Games

Published

on

Pelatih Timnas U-22 Indonesia, Indra Sjafri dalam konferensi pers jelang final sepak bola putra SEA Games 2019 di Stadion Rizal Memorial, Senin (9/12/2019). [Foto: ANTARA]

Geosiar.com, Olahraga – Timnas U-22 Indonesia akan melakoni laga final SEA Games 2019 melawan Vietnam di Stadion Rizal Memorial, Manila, Filipina, Selasa (10/12/2019) pukul 20.00 waktu setempat atau 19.00 WIB.

Laga tersebut menjadi ajang penuntas paceklik emas sepak bola putra SEA Games bagi Indonesia sebab terakhir kali merebut emas pada SEA Games 1991, begitu juga dengan Vietnam yang jauh lebih lama yakni pada tahun 1959.

Atas kesempatan ini, pelatih Timnas U-22 Indonesia, Indra Sjafri pun menyampaikan nazarnya apabila Garuda Muda berhasil meraih medali emas SEA Games 2019.

“Yang pertama kali saya lakukan ketika saya mendapatkan medali emas adalah mengantarkannya ke makam orang tua saya,”tutur Indra dengan mata berkaca-kaca pada konferensi pers jelang final sepak bola putra SEA Games 2019 di Stadion Rizal Memorial, Senin (9/12/2019).

Keharuan itu membuat kalimat yang diucapkan Indra terdengar terbata-bata. Pelatih asal Sumatera Barat itu mengaku dirinya belum sempat mengunjungi makam kedua orang tuanya karena terkendala waktu.

“Kemarin saya tidak sempat pamit ke makam orang tua saya. Seharusnya saya ke sana sebelum berangkat ke SEA Games 2019,” lanjut Indra.

Nazar itupun diakuinya sebagi salah satu motivasi untuk membawa medali emas sepak bola putra SEA Games 2019 pulang ke Indonesia, untuk pertama kalinya sejak tahun 1991. Dia paham bukan hanya dirinya yang menginginkan medali emas tersebut, melainkan seluruh penduduk Indonesia.

“Pertandingan itu ditunggu oleh masyarakat Indonesia,” pungkas pelatih yang membawa Indonesia juara Piala AFF U-19 2013 dan Piala AFF U-22 2019 tersebut.

Untuk diketahui, ini merupakan pertemuan pertama bagi Indonesia dan Vietnam pada ajang sepak bola putra SEA Games. Garuda Muda melaju ke final SEA Games 2019 setelah mengandaskan perlawanan Myanmar dengan skor 4-2 di semifinal. Sementara Vietnam berhasil mendapatkan tiket ke final setelah menaklukkan Kamboja dengan skor telak 4-0.

Continue Reading
Advertisement

BERITA NASIONAL

Advertisement

Trending

Alamat Redaksi : Jl. Mataram No. 21 Gedung Catolic Center Lt 2 Medan – Sumatera Utara, Telp. +626180514970 Email : geosiar.com@gmail.com Copyright © 2017-2018 Geosiar.Com