Connect with us

Politik

Nyatakan Maju Pilwalkot Medan, Hj Fitriani Manurung Tidak Harus Mendaftar Parpol Lain

Published

on

Medan, Geosiar.com – Kendati nama Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Hj Fitriani Manurung tiba tiba melejit menjadi pertimbangan dalam kontestasi pemilihan Walikota (Pilwalkot) Medan Tahun 2020. Namun, Hj Fitriani yang dikenal tokoh pendidikan itu mengaku tidak asal daftar ke Partai politik lain yang melakukan penjaringan. Fitriani tetap percaya kepada PDI Perjuangan yang dinilai mampu mengusung sendiri dan merekomendasikan kadernya sendiri.

“Saya memang ada niat ikut berkompetisi Pilwalkot Medan. Tapi saya tidak ada niat mendaftar ke Partai Politik lain dan tetap mempercayakan PDI Perjuangan sebagai bentuk loyal selaku kader terhadap partainya,” sebut Hj Fitriani Manurung S.Pd, M.Pd (foto) kepada wartawan, Senin (11/11/2019) menyikapi beberapa Parpol yang melakukan penjaringan pendaftaran bagi balon Pilwalkot.

Diakuinya, secara hitung-hitungan politik, PDI Perjuangan Kota Medan memang menjadi salah satu Parpol yang bisa mengusung kadernya sendiri di Pilkada 2020 mendatang, untuk itulah ia yakin PDI Perjuangan bisa berbicara banyak.

“Dari hitungan sederhana itu saja PDI Perjuangan sudah bisa mengusung kader atau calaonnya sendiri. Karena itulah saya tidak memiliki rencana daftar ke Parpol lain,” jelasnya.

Hj.Fitriani Manurung percaya, bahwa elektabilitas Politik PDI Perjuangan saat ini adalah yang terbaik. “Di Medan, PDI Perjuangan tercatat sebagai pemenang pemilu, menempatkan kadernya di Parlemen dengan perolehan kursi terbanyak kemudian menempatkan kadernya di eksekutif. Ini bukti mesin partai berjalan dan ini juga merupakan prestasi luar biasa bagi PDI Perjuangan. Dan kader di lapisan bawah yakin PDI Perjuangan bisa berbicara banyak di Pilkada 2020,” paparnya.

Perempuan berjilbab ini mengaku, dengan mengusung kadernya sendiri di Pilkada 2020, PDI Perjuangan akan mendapatkan perhatian dari masyarakat.

Namun begitu, Hj.Fitriani Manurung mengatakan, dalam dunia politik tentunya PDI Perjuangan juga tidak akan melupakan partai lain yang memiliki visi yang sama dalam membangun Kota Medan. “Untuk berkoalisi pastinya dalam politik itu satu kepastian. Yang pastinya dengan siapa saja yang memiliki visi sama membangun Medan, PDI Perjuangan tidak ada masalah,” jelasnya.

Begitu juga dengan tokoh-tokoh yang memiliki potensi di Medan, Fitriani Manurung yakin partainya sudah memiliki rumus-rumus untuk itu. “Intinya saya yakin dengan perkembangan politik khususunya di Medan dan Sumatera Utara partai sudah memiliki strategi yang terbaik,” jelasnya.

Pada akhirnya, sebagai kader PDI Perjuangan, Hj.Fitriani Manurung menyerahkan seluruh mekanismenya ke Partai. “Kita terus bekerja di lapisan bawah, bersama pengurus dan kader. Kita terus meyakinkan bahwa PDI Perjuangan memiliki komitmen yang kuat dalam membangun kota Medan kedepan,” jelasnya.

Hj.Fitriani juga mengungkapkan, seluruh keputusan partai terkait Pilkada Kota Medan harus dan wajib dilaksanakan secara tuntas oleh seluruh Kader PDI Perjuangan. “Kita tetap dan terus bekerja untuk masyarakat, apapun keputusan partai nanti akan kita terima dan laksanakan,” jelsnya. (rel/lamru)

Advertisement

Politik

KPK Minta Istri Harun Masiku Laporkan Kepulangan Suaminya

Published

on

Caleg Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Harun Masiku yang ditetapkan sebagi DPO oleh KPK. [Foto: dok/ist]

Geosiar.com, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta istri Harun Masiku, Hildawati Jamrin, melaporkan kepulangan suaminya jika memang benar sudah berada di Indonesia sejak Selasa, 7 Januari 2020, seperti yang diakuinya.

“Pernyataannya dapat dia sampaikan ke penyidik. Bukan di media. Dia bisa bersurat ke KPK kan, membantu penyidik,” ujar Pemimpin KPK Lili Pintauli Siregar dikutip dari Tempo, Rabu (22/1/2020).

Lebih jauh, Lili mengatakan bahwa tim masih berpegang pada informasi yang sebelumnya sudah disampaikan secara resmi mengenai keberadaan Harun. Penyidik pun akan tetap melakukan upaya-upaya lain serta bekerja keras agar kasus ini segera terungkap.

“Saya tetap berpegang pada informasi resmi dari institusi yang berwenang mengeluarkannya. Saya yakin penyidik telah mengambil langkah-langkah tapi tepatnya apa coba pastikan ke juru bicara,” jelasnya.

Sebelumnya, Hildawati memberi keterangan pada media bahwa sang suami sudah berada di Jakarta pada Selasa, 7 Januari 2020. “Jam 12 malam sempat kasih kabar kalau sudah ada di Jakarta,” ujar Hilda di rumahnya Perumahan Bajeng Permai Blok J Nomor 7, Selasa (21/1/2020).

Dia pun menyebut Harun pergi ke Jakarta pada 5 Januari 2020 setelah keduanya bertemu di Makassar pada akhir 2019. Namun, Hilda tak pernah bertemu lagi dengan suaminya sejak saat itu. “Sejak 8 Januari sampai sekarang saya tak pernah komunikasi lagi,” jelasnya.

Keberadaan Harun Masiku memang masih simpang siur sejak perkara suap Komisioner KPU Wahyu Setiawan yang diduga menerima suap agar meloloskan Harun menjadi anggota DPR periode 2019-2024 lewat mekanisme pergantian antarwaktu (PAW).

Caleg Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini pernah dilaporkan berada di Singapura pada 6 Januari 2020. Keesokan harinya, Harun terlihat di Bandara Soekarno-Hatta berdasarkan rekaman kamera pengawas (CCTV) yang salinannya diperoleh Tempo. Hingga saat ini, KPK masih terus mendalami informasi yang merujuk pada keberadaan Harun.

Continue Reading

Politik

Ketua DPRD Medan, Hasyim SE: Pemko Medan Diminta Gali PAD Momen Imlek

Published

on

Medan, Geosiar.com – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Medan, Hasyim SE mengungkapkan, momen pergantian kalender Lunar atau Imlek sebenarnya bisa dimanfaatkan untuk menggali peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Caranya dengan menggelar berbagai event pariwisata dan diagendakan setiap tahunnya.

“Misalnya dengan menggelar Festival Barongsai, lampion, atau Imlek Fair. Kalau diagendakan tiap tahun, maka akan menarik perhatian wisatawan. Orang akan tahu, oh ini lagi Imlek, di Medan ada acara barongsai ni, ada festival lampion. Orang akan ingat,” ujar Hasyim SE (foto) dalam rilis yang diterima wartawan, Rabu (22/2/2020).

Menurut Dia, Medan perlu mencontoh Kota Singkawang, Kalimantan Barat, yang menjadikan Imlek sebagai momentum meningkatkan PAD-nya dengan menggelar berbagai event yang merangsang wisatawan datang berkunjung.

Begitupun, kata Hasyim, upaya tersebut mestilah didukung jaminan keamanan dan ketersediaan listrik. Berdasarkan tradisi orang Tionghoa, Imlek ini, kata Dia, waktunya cukup panjang, mulai tanggal 1 bulan 1 Lunar, hingga Cap Go Meh (hari kelimabelas). “Jadi rentang waktunya 15 hari. Cap Go Meh itu puncaknya. Saya dorong pihak kepolisian agar meningkatkan patroli dan jaminan keamanan di kota ini,” ucap Hasyim yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Medan ini.

Dia menambahkan, peningkatan keamanan perlu dilakukan terutama di tempat-tempat keramaian, pusat perbelanjaan, terminal/stasiun (KNIA, Pelabuhan, Stasiun KA, terminal bus) dan berbagai titik rawan aksi kriminal. “Sebab, trennya angka kriminal akan tinggi pada saat jelang hari besar keagamaan,” ungkapnya.

Hasyim membeberkan, pada 2017 lalu, Polrestabes Medan menggelar Posko Pengamanan Liong Toba. “Saya kira ini bisa juga diterapkan setiap tahun, di samping juga penjagaan di berbagai vihara atau kelenteng sehingga memberi rasa aman bagi warga yang mau beribadah,” katanya.

Dalam rilisnya, Hasyim juga mengingatkan PLN agar tidak melakukan pemadaman dengan dalih apapun. Kalau memang harus melakukan perawatan, silahkan dilakukan jauh hari sebelum Imlek. “PLN hendaknya peka, jangan di saat orang mau ibadah, mati listrik,” pungkasnya. (rel/lm)

Continue Reading

Politik

F Nasdem DPRD Medan Prihatin Pemecatan Dirut PD Pasar

Published

on

Medan, Geosiar.com – Pemberhentian Dirut PD Pasar Medan Rusdi Sinuraya terus bergulir mengundang berbagai tanggapan di masyarakat dan anggota dewan.

Seperti anggota DPRD Medan Afif Abdillah (foto) kepadan wartawan, Rabu (22/1/2020) menyebut, PD Pasar Medan menjadi pilar penting dalam pengelolaan pasar yang bersentuhan langsung dengan
ekonomi dan kebutuhan masyarakat.

Karenanya Afif tidak ingin pemberhentian Dirut PD Pasar sampai terjadi kisruh.  Begitupun, ungkap anggota DPRD milenial ini, adanya upaya
hukum di era keterbukaan ini,  yang dilakukan direksi yang lama itu sah-sah saja menurut hukum.

“Kita sangat prihatin kalau pergantian pejabat PD Pasar Medan sampai berujung  kisruh seperti ini. Kita mintalah agar masing-masing pihak dapat menahan diri,” tuturnya.

Dijelaskan Afif Abdillah, jika dalam hal ini dirinya tidak masuk ke dalam kewenangan Plt Walikota Medan. Hanya saja kita minta masing-masing pihak menahan diri agar suasana bisa kondusif dan tidak mendatangkan kerugian bagi masyarakat Kota Medan. (rel/lm)

Continue Reading
Advertisement

BERITA NASIONAL

Advertisement

Trending

Alamat Redaksi : Jl. Mataram No. 21 Gedung Catolic Center Lt 2 Medan – Sumatera Utara, Telp. +626180514970 Email : geosiar.com@gmail.com Copyright © 2017-2018 Geosiar.Com