Connect with us

Sumut

Lomba Pemazmur Agama Katolik 2019 Resmi Berakhir

Published

on

Kepala Dinas Kebudayaan Kota Medan Ok Zulfi, M.Si sekaligus mewakili Plt Wali Kota Medan saat menyampaikan kata sambutan dalam acara penutupan Perlombaan Pemazmur Agama Katolik 2019 di Gedung Catholic Center, Jalan Mataram No 21, Medan, Sabtu (9/11/2019) malam. [Foto: Geosiar.com/YRS]

Geosiar.com, Medan – Perlombaan Pemazmur Agama Katolik Tahun 2019 telah resmi berakhir pada Sabtu (9/11/2019) malam. Kegiatan yang didukung Pemerintah Kota (Pemko) Medan ini berlangsung selama tiga hari, mulai 7-9 November 2019 di pelataran Gedung Catholic Center, Jalan Mataram No 21, Medan.

Acara penutupan ini diawali dengan misa penutup yang dipimpin oleh Pastor Beno Ola Tage. Seusai misa, acara dilanjutkan dengan penampilan hiburan dari para peserta lomba, sembari menunggu kehadiran tamu undangan. Tak lupa, dua MC pun turut melontarkan guyonan yang menghibur.

Adapun tamu undangan yang turut hadir, di antaranya Kepala Dinas Kebudayaan Kota Medan Ok Zulfi, M.Si sekaligus mewakili Plt Wali Kota Medan, Perwakilan Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara Wantun Naibaho, Ketua DPRD Medan Hasyim, SE, Sekretaris Camat Medan Baru M Mendrofa, Perwakilan BKAG Pusat Pdt. Dr. A. Sihotang, M.Hum dan Pdt. Dr. Tulus Siahaan, M.Th, Perwakilan Keuskupan Agung Medan Pastor Beno Ola Tage, para Suster, serta ratusan umat katolik se-Kota Medan.

[Foto: Geosiar.com/YRS]

Dalam kata sambutannya, Kadis Kebudayaan Kota Medan, Ok Zulfi, M.Si menyampaikan apresiasi terhadap suksesnya penyelenggaraan acara tersebut. Lebih lanjut, ia menceritakan upaya-upaya yang dirinya lakukan demi menyukseskan perlombaan keagamaan ini.

“Meskipun saya seorang muslim, saya ingin pemazmuran agama Katolik ini harus saya laksanakan dengan baik,” tutur Ok Zulfi.

Demi mewujudkan keinginannya itu, Zulfi pun berupaya mengevaluasi kegiatan pemazmuran yang sudah dilaksanakan dari tahun ke tahun. Bahkan, ia tak enggan mendatangi para pastor guna menyampaikan proposal kegiatan tersebut.

“Saya tanya Kabag Agama apa permasalahan yang sebelumnya terjadi pada saat pemazmuran ini. Dari situ, saya lakukan evaluasi dan mencoba berhubungan dengan beberapa pastor untuk menyampaikan kegiatan ini, dan mereka mendukung. Inilah upaya saya agar kegiatan ini supaya lebih baik dari tahun ke tahun,” ujar Ok Zulfi.

Ok Zulfi juga mengungkapkan bahwa Wali Kota Medan nonaktif, Dzulmi Eldin turut memberikan dukungan atas penyelenggaraan kegiatan yang sudah berlangsung selama tiga tahun terakhir ini. Bahkan, Dzulmi menyarankan agar dirinya membuat surat resmi untuk mengadakan pertemuan dengan Uskup Agung.

“Besoknya, saya suruh staf saya, setelah jumpa Pak Beno, menyurati langsung Uskup Agung. Akhirnya, dengan waktu yang sangat singkat saya dapat jawaban untuk bertemu dengan Uskup Agung,” sambung Zulfi bercerita.

[Foto: Geosiar.com/YRS]

Sebelum bertemu Uskup Agung, Zulfi pun masih menyempatkan waktu untuk berkonsultasi dengan Dekan Fakultas Kebudayaan Universitas Sumatera Utara (USU). Dalam pertemuan itu, keduanya membahas kategori-kategori yang akan dilombakan. Dari situlah ia mendapat masukan untuk menandingkan kategori Gregorian.

“Kau bikin ini (lomba Gregorian), bilang sama Uskup. Pasti Uskup akan mendukung sepenuhnya kegiatan ini,” ujar Zulfi menirukan perkataan Dekan Fakultas Kebudayaan USU.

Ternyata apa yang disampaikan Dekan benar, tambah Zulfi, bahkan Uskup Agung memandatkan kepadanya agar melaksanakan perlombaan tersebut dengan baik. Bahkan, Uskup menyatakan ketertarikannya pada lomba gregorian. Sebab, pelaksanaan gregorian di Indonesia sudah jarang, hanya di Vatikan dan Amerika Latin yang masih rutin melakukannya.

“Dengan adanya perlombaan ini digali kembali, diharapkan akan merangsang dan menghidupkan kembali gregorian ini di gereja-gereja Katolik,” sambungnya.

[Foto: Geosiar.com/YRS]

Dengan berakhirnya kata sambutan dari Kadis Kebudayaan Kota Medan, maka Perlombaan Pemazmur Agama Katolik Tahun 2019 pun resmi ditutup dengan pemukulan gong sebanyak tiga kali oleh Ketua DPRD Medan Hasyim, SE. (YRS)