Connect with us

Sumut

Selain Kolera, Penyakit Ini Diindikasi Penyebab Kematian Babi

Published

on

Balai Veteriner Medan di Jalan Gatot Subroto No.255-A, Lalang, Kec. Medan Sunggal, Kota Medan.

Geosiar.com, Medan – Selain virus Hog Cholera, Balai Veteriner Medan mengungkap virus African Swine Fever (ASF) atau Demam Babi Afrika juga menjadi penyebab kematian ribuan babi di Sumatera Utara. Hal itu diketahui setelah pengujian laboratorium dilakukan.

“Kita menerima laporan kematian babi dari dinas di kabupaten/kota dan provinsi. Kita sudah turun ke lapangan dan mengambil sampel di daerah yang terjadi peningkatan ekskalasi kematian babi,” tutur Kepala Balai Veteriner Medan, Agustia.

“Hasilnya, benar seperti yang kita duga sebelumnya, yakni hog cholera, pernah terjadi di tahun 1993-1996, itu wabah,” lanjutnya.

Namun, Hog Cholera bukanlah satu-satunya virus yang menyebabkan kematian ribuan babi. Dari hasil uji lab, pihaknya menemukan indikasi suspect ASF.

“Begini, kenapa saya katakan indikasi karena selama ini tidak pernah ada dan saya katakan sampai saat ini tidak ada serangan virus ASF, tapi kalau indikasi ASF, iya. Beda antara ada dan indikasi ya,” jelas Agustia.

Untuk membuktikan adanya ASF, lanjut Agustia, diperlukan adanya uji lab berkali-kali. Sebab, virus ASF ini belum pernah ada di Indonesia.

“ASF di dunia ini belum ada obatnya. Vaksinnya belum ada. Jadi itu yang membedakannya dengan hog cholera yang vaksinnya sudah ada,” pungkasnya.

Seperti diketahui, Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Sumatera Utara mencatat sebanyak 4.682 ekor babi mati diduga akibat terjangkit virus Hog Cholera. Wabah itu menyebar di 11 kabupaten/kota di Sumut yaitu Deliserdang, Humbang Hasundutan, Dairi, Medan, Karo, Toba Samosir, Serdang Bedagai, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, dan Samosir.