Connect with us

Politik

Sah, Ketok Palu, 4 Pimpinan DPRD Medan Dilantik

Published

on

Medan, Geosiar.com – Dalam rapat paripurna, 4 pimpinan DPRD Medan resmi dilantik melalui pengucapan sumpah/janji masa jabatan 2019-2024 di kantor DPRD Medan Jl Kapt Maulana Lubis Medan, Jumat (8/11/2019). Rapat dipimpin Wakil Ketua sementara H Ihwan Ritonga SE MM didampingi Ketua sementara Hasyim SE.

Pengucapan sumpah/janji kepada 4 pimpinan dilakukan Ketua Pengadilan Negeri Medan Kelas I A Khusus Dr Djaniko MH Girsang SH, Mhu yang dihadiri para anggota DPRD Medan. Juga hadir Plt Walikota Medan Ir Akhyar Nasution, Sekda Kota Medan Wiria Al Rachman, sejumlah Organisasi Pimpinan Daerah (OPD), Camat,Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan undangan lainnya.

Adapun pimpinan DPRD Medan yang dilantik berdasarkan SK Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi No 188.44/680/KPTS/2019 tanggal 6 November 2019 tentang peresmian pengesahan pimpinan DPRD masa jabatan 2019-2024 yakni Ketua DPRD Medan Hasyim SE (PDI Perjuangan), Wakil Ketua H Ihwan Ritonga SE (Gerindra), Wakil Ketua Rajudin Sagala (PKS) dan Wakil Ketua HT Bahrumsyah (PAN).

Pada kesempatan itu, Ketua DPRD Medan Hasyim SE mengatakan, selaku pimpinan yang baru saja menyampaikan sumpah mengucapkan terima kasih kepada segenap unsur yang telah mendukung proses hingga terlaksana pelantikan.

Hasyim menyebut akan segera menyusun program kerja dan menetapkan alat kelengkapan dewan (AKD). Dengan harapan 50 anggota DPRD Medan dapat bekerja maksimal mebjalankan tugas pokok dan fungsi DPRD Medan.

Sementara itu Plt Walikota Medan Ir Akhyar Nasution mengatakan dengan penetapan pimpinan DPRD Medan diharapkan sejumlah agenda dapat bekerja maksimal. Kepada seluruh DPRD Medan dapat mewujufkan tugas yang tulus menjalankan tugas tugas dewan.

Akhyar mengharapkan kepada seluruh dewan ada komitmen dalam menjalankan tugas sebagai wakil rakyat. Berperan menjaga kualitas dewan demi kepentingan masyarakat.

Bahkan sebut Akhyar Nasution, ke depannya antara Pemko dengan DPRD Medan ada kordinasi dan kerjasama yang semakin solit serta harmonis simasa mendatang. “Semangat baru kiranya membawa hasil pembangunan yang semakin baik di kota Medan,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Plt Walikota Medan mengajak seluruh ASN, pejabat dan tokoh dapat berperan mensosialisasikan menjaga kebersihan dan kerusakan lingkungan. Sehingga ke depan tetap terjaga kebersihan lingkungan. (lamru)

Advertisement

Politik

Demokrat Soal Usulan Presiden 3 Periode: Cukup 2 Kali

Published

on

Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Syarief Hasan.

Geosiar.com, Jakarta – Partai Demokrat menolak dengan tegas usulan penambahan masa jabatan presiden menjadi 3 periode. Hal iti disampaikan Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarief Hasan. Dia menyebut usulan itu bukan rencana MPR.

“Enggak tahu (asal munculnya usulan). Itu mungkin selentingan saja, tapi yang jelas itu tidak merupakan salah suatu dari agenda,” ujar Syarief di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (22/11/2019).

Menurutnya, perubahan masa jabatan presiden belum begitu diperlukan. Dia menegaskan bahwa masa jabatan presiden selama 2 periode sudah cukup optimal.

“Saya pikir sudah cukup 2 kali 5 tahun. Ya tidak urgensinya dan belum ada pikiran untuk sampai sejauh itu,” lanjut Wakil Ketua MPR itu.

Lebih jauh, Syarief mengungkapkan rencana MPR untuk amendemen UUD 1945 baru dalam tahapan penyempurnaan badan pengkajian. MPR juga baru berencana untuk meminta masukan para tokoh.

“Kedua, pimpinan-pimpinan MPR juga masih sedang bertemu dengan para tokoh-tokoh masyarakat, apakah para tokoh-tokoh partai politik. Kemudian di samping daripada itu kita juga baru merencanakan baru roadshow ke beberapa daerah. Jadi masih jauh,” tandasnya.

Continue Reading

Politik

PAN Pertanyakan Tugas dan Fungsi Stafsus Presiden

Published

on

Presiden Jokowi mengenalkan tujuh staf khusus, Kamis (21/11/2019) sore. [Foto: ANTARA/Wahya Putro A]

Geosiar.com, Jakarta – Partai Amanat Nasional (PAN) memberikan tanggapan mengenai jajaran staf khusus (stafsus) yang baru saja diangkat Presiden Joko Widodo (Jokowi). PAN menganggap pengangkatan itu bertolak belakang dengan semangat dan prinsip efisiensi birokrasi di Indonesia.

“Dikhawatirkan, para staf khusus tersebut akan semakin membuat gemuk birokrasi di lingkungan istana,” ujar Wakil Sekretaris Jenderal DPP PAN Saleh Partaonan Daulay, Jumat (22/11/2019).

Saleh mengatakan bahwa jajaran pembantu presiden untuk menjalankan roda pemerintahan selama lima tahun ke depan sudah sangat banyak, mulai dari menteri, wakil menteri, staf kepresidenan, juru bicara hingga staf rumah tangga kepresidenan.

“Dengan pembantu sebanyak itu sebenarnya sudah membantu presiden mengatasi persoalan pemerintahan. Tak perlu lagi ditambah oleh tujuh staf khusus. Silakan dinilai sendiri, apakah itu efisien atau tidak,” sambungnya.

Lebih jauh, dia mempertanyakan perihal tugas dan fungsi ketujuh staf khusus tersebut. Dia menilai bahwa publik perlu penjelasan mendetail terkait tugas yang akan diemban oleh tujuh staf khusus baru itu.

“Saya tidak tahu apakah pada periode yang lalu presiden sudah memiliki staf khusus atau tidak. Sebab, saya tidak tahu atau tidak pernah mendengar aktivitasnya. Atau bisa saja, jumlahnya sedikit pada waktu itu sehingga kurang menggema,” pungkasnya.

Seperti diketahui, Jokowi telah memperkenalkan tujuh staf khusus dari kalangan milenial pada Kamis (21/11) sore. Jokowi mengatakan bahwa tujuh stafsus baru itu tak memiliki bidang tugas khusus. Tapi, akan kerja bersama dalam membuat program dan menyelesaikan masalah.

Continue Reading

Politik

Calon Bos BUMN, Ahok: Hidupku Ditolak Melulu

Published

on

Ahok saat ditemui sebelum Workshop Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi, Kabupaten/Kota di Semarang, Jawa Tengah, Rabu (20/11/2019). [Foto/SINDOnews]

Geosiar.com, Jakarta – Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok akhirnya angkat bicara terkait penolakan yang diterimanya usai diisukan menjadi salah satu bos Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Ahok pun memulainya dari sindiran Rizal Ramli yang menyebutnya kelas Glodok.

“Disamain orang Glodok, saya kaya dong,” tutur Ahok saat ditemui di Hotel Grand Arkenso Semarang, Rabu (20/11/2019).

Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini justru berterima kasih karena disebut kelas Glodok. Sebab, Glodok merupakan salah satu pusat jual-beli sukses di DKI Jakarta, yang menurutnya tidak mudah untuk menjalankan usaha di sana.

“Dikira gampang jadi orang Glodok, sewa tempatnya mahal. Saya terima kasih,” lanjut dia.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini pun menganggap bahwa penolakan-penolakan yang diterimanya merupakan hal yang wajar. Ia kemudian memberikan jawaban diplomatis.

“Hidup ini nggak ada yang bisa setuju seratus persen. Tuhan aja ada yang menentang kok,” uajrnya.

Sembari berjalan, ia kemudian melontarkan kalimat keluhan yang mengundang tawa orang yang berada di sekitarnya. “Kayaknya hidupku ditolak melulu,” tukas Ahok sambil tertawa.

Kendati mendapat penolakan, Ahok mengaku tetap bersedia jika memang ditunjuk dan diminta untuk menjadi petinggi salah satu BUMN. Seperti diketahui, Ahok diisukan bakal menjabat sebagai petinggi PLN atau Pertamina.

Continue Reading
Advertisement

BERITA NASIONAL

Advertisement

Trending

Alamat Redaksi : Jl. Mataram No. 21 Gedung Catolic Center Lt 2 Medan – Sumatera Utara, Telp. +626180514970 Email : geosiar.com@gmail.com Copyright © 2017-2018 Geosiar.Com