Connect with us

Sumut

Polda Sumut Ungkap Otak Pelaku Pembunuhan Aktivis di Labuhanbatu

Published

on

Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto (kanan) bersama jajarannya memaparkan kasus pembunuhan dua aktivis saat gelar kasus di Mapolda Sumut, Jumat (8/11/2019). [Foto: ANTARA/Septianda Perdana]

Geosiar.com, Medan – Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) mengungkap otak pelaku pembunuhan dua aktivis di Desa Wonosari, Kecamatan Panai Hilir, Kabupaten Labuhanbatu, beberapa waktu lalu. Hal itu diungkapkan dalam konferensi pers di Mapolda Sumut, Jumat (8/11/2019).

“Otak pelaku pembunuhan dua orang aktivis atas nama Maraden Sianipar (55) dan Martua P Siregar (42), adalah Wibharry Padmoasmolo (40) alias Harry,” tutur Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto.

Disebutkan, Harry merupakan pemilik perusahaan perkebunan PT Sei Ali Berombang/Koperasi Serba Usaha Amelia. Dia menyuruh para eksekutor menghabisi nyawa kedua aktivis tersebut karena dendam terkait sengketa lahan perkebunan kelapa sawit di daerah itu.

“Harry sudah berkali-kali mengusir dan memperingatkan para penggarap dari kelompok korban Maraden Sianipar. Karena sering terjadi cekcok, si Wibharry Padmoasmolo ini memerintahkan para eksekutor untuk menghabisinya,” jelasnya.

Sementara itu, kepolisian juga berhasil mengamankan para eksekutor yaitu Victor Situmorang alias Pak Revi dan Sabar Hutapea alias Pak Tati, di rumah tersangka di Sei Berombang Panai Hilir. Kemudian, Daniel Sianturi di rumah saudaranya di desa Janji Kecamatan Parlilitan, Kabupaten Humbahas dan Jampi Hutahaean di kos-kosan Jalan Jamin Ginting Kabanjahe, Kabupaten Karo.

“Para eksekutor dibayar Rp 40 juta oleh otak pelaku untuk menghabisi kedua korban,” lanjutnya.

Sementara itu, tiga tersangka lainnya yakni Joshua Situmorang (20), Rikky (20), dan Hendrik Simorangkir (38) masih dalam pengejaran aparat kepolisian.

“Para pelaku ini akan diancam hukuman mati atau penjara seumur hidup sesuai tindak pidana dengan sengaja menghilangkan nyawa orang lain atau pembunuhan sebagaimana dimaksud dalam rumusan Pasal 340 subsider 338 junto 55,56 KUHP,” pungkasnya.

Sumut

Kurang Maksimal, Antonius D Tumanggor Minta Lomba Mazmur Agama Katholik Dievaluasi

Published

on

Medan, Geosiar.com – Kalangan DPRD Medan minta perlombaan Pemazmur Agama Katholik yang digelar Dinas Kebudayaan Kota Medan perlu ditinjau ulang atau dievaluasi. Seperti perlombaan Pemazmur pada 7-9 Nov lalu di Chatolik Center dinilai tidak maksimal dan butuh penyempurnaan.

Kegiatan yang hanya melakukan “lomba bermazmur” dinilai kurang menyentuh pembinaan keimanan dan ketakwaan umat Khatolik. Apalagi, untuk lomba bermazmur itu saja menghabiskan anggaran sekitar Rp 600 jt.

“Kita harapkan tahun depan, kegiatan itu dapat dievaluasi. Sehingga kegiatan lomba mazmur dapat disatukan dengan festival paduan suara Gerejani Khatolik,” ujar Anggota DPRD Medan Antonius Devolis Tumanggor (foto) kepada wartawan, Jumat (22/11/2019) menyikapi pelaksanaan Lomba Mazmur yang digelar minggu lalu.

Menurut Antonius Tumanggor yang akrab disapa Anton asal Partai NasDem itu, pelaksanaan lomba Mazmur yang lalu dengan menghabiskan biaya sekitar Rp 600 juta sangat disayangkan. Seyogianya acara itu dapat dipadukan dengan lomba paduan suara.

Untuk itu kata Anton, tahun depan Pemko Medan diminta agar pelaksanaanya dievaluasi. “Bisa saja nantinya pelaksanaannya dibagi perwilayah kota Medan dengan tujuan pelaksanaan maksimal dan tepat sasaran serta menyentuh bagi umat,” ujar Anton seraya menyebut dimungkinkan penambahan anggaran.

Dijelaskan Antonius selaku beragama Katholik itu bahwa Bermazmur merupakan salah satu bagian Tata Ibadah Misa Gereja Katolik, Liturgi Gereja Katolik. Yang artinya setiap ada Ibadah pada Gereja Katolik, wajib ada Mazmur, namanya Maxmur antar Bacaan.

Maka sesuai Permenag No. 35 thn 2016, tentang Pembentukan Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesta Paduan Suara Gerejani Katolik.
Bahwa pesta paduan suara gereja katolik merupakan salah satu pembinaan keimanan dan ketakwaan umat katholik.

Maka sebaiknya Pemko Medan sesuai dengan Permenag tersebut diatas segera membentuk lembaga pesparani gereja khatolik agar lomba mazmur itu disatukan dengan festival paduan suara gerejani khatolik.

Sebagaimana diketahui, Perlombaan Pemazmur Agama Katolik Tahun 2019 berlangsung 7 hingga 9 November 2019 di halaman Gedung Katolik Centre Jalan Mataram Medan.

Lomba Pemazmur Agama Katolik ini, diadakan selama 3 hari dibuka secara resmi Plt Wali Kota Medan ditandai dengan pemukulan gong.

Adapun peserta lomba yang merupakan utusan dari stasi/paroki yang ada di Kota Medan. Selain itu, lomba yang diadakan ada sebanyak 6 kategori yakni misa, tari tor-tor somba, paduan suara, lomba mazmur, lomba vokal solo, lomba gregorian.

Sebelumnya, dalam laporannya panitia, Kadis Kebudayaan Kota Medan Ok Zulfi mengatakan tujuan terselenggaranya acara ini guna meningkatkan kesadaran masyarakat Kota Medan yang multi kultural untuk selalu menjaga kerukunan antar umat beragama.

“Bagi umat Katolik kegiatan ini dilaksanakan untuk menggali bakat dan minat umat sebagai pemazmur, serta memperkenalkan kembali lagu-lagu gregorian yang pada masa sekarang ini sudah hampir tidak dikenal lagi oleh umat terkhusus kaum Katolik. (lamru)

Continue Reading

Sumut

Akhyar Nasution Ajak Masyarakat Tingkatkan Kepedulian Kebersihan Lingkungan

Published

on

Medan, Geosiar.com – Plt Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution MSi mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan lapisan masyarakat terus meningkatkan kebersihan dilingkungan masing-masing. Sehingga, Kota Medan dapat benar benar bersih terwujud bebas dari sampah.

Demikian disampaikan Plt Wali Kota Medan dalam acara peluncuran Gerakan Aparatur Bersepeda (Grabs) Kecamatan Medan Deli di halaman depan Kantor Camat Medan Deli, Kamis (21/11/2019). Acara yang turut dihadiri Kabag Tapem Setdako Medan, Rasyid Ridho, Camat Medan Deli, Feri Suheri, lurah, kepala lingkungan, dan petugas petugas Penanganan Prasarana Sarana Umum (PPSU) di wilayah Kecamatan tersebut diawali dengan apel bersama.

Dalam arahannya, Plt Wali Kota mengatakan, jumlah penduduk Kota Medan dan para pendatang kurang lebih sebanyak 3 juta jiwa yang akan menghasilkan sekitar 2000 ton sampah perharinya. Banyaknya masyarakat yang masih membuang sampah sembarang ke tanah-tanah kosong, parit, sungai membuat Kota Medan menjadi jorok.

“Mewadahi sampah itu akan membuat pekerjaan pengangkutan sampah menjadi efektif dan efisien. Selain itu, wadah itu membuat sampah menjadi tidak berserak serta  tidak menganggu pemandangan dengan begitu kita mampu meningkatkan kualitas kebersihan Kota Medan,” jelas Akhyar.

Menurut Plt Wali Kota, saat ini Pemko Medan tengah fokus terhadap kebersihan Kota Medan karena hal ini tidak tergantung oleh siapapun melainkan diri mereka sendiri. Plt Wali Kota juga menyatakan bahwa tidak mungkin mimpi besar lainnya dapat terwujud jika hal sesederhana membuang dan mewadahi sampah saja tidak mampu dilakukan.

“Kenapa saya fokus pada hal ini, karena hal ini tidak tergantung kepada orang lain melainkan dari diri kita sendiri. Mustahil kita dapat mengerjakan yang lain kalau hal kecil seperti ini saja tidak bisa kita lakukan. Omong kosong kita mampu mewujudkan mimpi yang tinggi kalau hal ini saja kita tidak bisa mewujudkannya,” tegas Plt Wali Kota.

Berkaitan dengan itu, Plt Wali Kota juga mengharapkan agar kepala lingkungan (kepling) dapat menjadi teladan dalam mengembangkan kepekaan dan kepedulian tehadap kondisi kebersihan ini. Karena itu, kepling harus senantiasa berada di tengah masyarakat guna memberikan keteladanan yang baik dan menjadi ujung tombak Pemko dalam menyukseskan program-program pembangunan.

“Saya mengajak seluruh aparatur Pemerintah Kota Medan, disamping tugas pokok dan fungsi yang telah ditetapkan ada tugas bersama yang harus kita lakukan, yaitu menjaga kebersihan. Karna bersih itu sebagian dari iman, kita tentu semua telah tau tetapi sangat sulit untuk mewujudkannya,” ajak Akhyar.

Usai memimpin apel, Plt Wali Kota membagikan keranjang sampah dan botol minuman kepada petugas Penanganan Prasarana Sarana Umum (PPSU) Kecamatan Medan Deli. Kemudian dilanjutkan dengan melepas peluncuran Gerakan Aparatur Bersepeda. (lamru)

Continue Reading

Sumut

Korwil PMPHI Sumut Ingatkan Gubsu: Jangan Ada Pengkotakan Membangun Sumut

Published

on

Korwil PMPHI Sumut Drs Gandi Parapat

Geosiar.com. Medan – Terkait temu ramah yang digelar Gubernur Sumatera Utara Edy Ramayadi terhadap sejumlah tokoh masyarakat Kristen, ditanggapi miring oleh Korwil PMPHI Sumut Drs Gandi Parapat.

“Saya mengetahui rencana dan agenda itu, juga membaca berita pertemuan itu yang dihadiri sekitaran ratusan. Saya di Jakarta tertawa membaca berita dan mengetahui orang-orang yang hadir kebanyakan seperti burung Sibarung yang suka menonjolkan diri agar mendapat pujian dan mendapat makanan, karena seolah olah dialah yang berjuang bekerja,” katanya kepada wartawan di Medan, Kamis (21/11/2019).

Lebih jauh dijelaskan, masalah orang yang seperti burung Sibarung tidak perlu dicelah biarlah, mungkin itu talentanya mencari rezeki.

“Saya memang benar benar geli dan tertawa, menilai Gubsu sudah mempertontonkan hal yang tidak terpuji dan berharap tidak perlu terulang seperti itu. Membangun SUMUT untuk bergandeng tangan, bukan hanya masyarakat kristen,” ungkapnya.

Gandi mencermati undangan Gubsu ke tokoh masyarakat Kristen Sumut dan kenapa tidak ikut dalam pertemuan itu dirinya mengakui bukanlah tokoh masyarakat.

“Maaf saya kan tidak tokoh dan tidak mungkin diundang namun sering ketemu dengan tokoh daerah maupun nasional. Saya baru pulang dari Jakarta ketemu dengan beberapa tokoh nasional, ya seperti yang biasa saya lakukan,” tambahnya.

Menurut Gandi, yang namanya bergandeng tangan membangun Sumut, bukan hanya masyarakat tokoh kristen, menurut kami harus bersama sama. “Kalau seperti ini, muncul pertanyaan, kami pengkotak kotakan, inilah yang tak terpuji itu, makanya jangan terulang lagi,” harapnya.

Terkait masalah Sumut terpuruk, Gandi menilai, kegiatan seperti itu pengkotak-kotakan inilah sala satu membuat terpuruk. “Ungkapan seseorang agar adik adiknya jangan dinonjobkan, inilah salah satu membuat rusak seolah membela padahal merusak,” tuturnya.

“Saya ingatkan Gubsu jangan main main, siapapun kalau tidak bisa bekerja dengan baik jangan pakai, jangan karena titipan sehingga diberi jabatan kepada seseorang. Ingat pak Gubsu, bapak disitu bukan kepentingan pribadi, kelompok. Bapak dipilih masyarakat untuk kepentingan masyarakat Sumut. Kalau bergandeng tangan itu harus semua,” tegasnya. (X1)

Continue Reading
Advertisement

BERITA NASIONAL

Advertisement

Trending

Alamat Redaksi : Jl. Mataram No. 21 Gedung Catolic Center Lt 2 Medan – Sumatera Utara, Telp. +626180514970 Email : geosiar.com@gmail.com Copyright © 2017-2018 Geosiar.Com